HomeArtikelLifestyle

Apa Itu Gaya Hidup Frugal Living? Amankah bagi Kesehatan?

Apa Itu Gaya Hidup Frugal Living? Amankah bagi Kesehatan?

Lifestyle

Apa Itu Gaya Hidup Frugal Living? Amankah bagi Kesehatan?

profile-Siti Nurmayani Putri

Penulis: Siti Nurmayani Putri

Senin, 22 Juni 2026

Rating Artikel 5/5

|

2

Bagikan

Frugal living atau hidup hemat telah menjadi gaya hidup yang semakin populer, terutama di tengah tantangan ekonomi global saat ini. Namun, banyak yang salah kaprah menganggap hidup hemat berarti harus berkorban kenyamanan atau bahkan pelit.


Padahal, hidup frugal sebenarnya adalah seni memanfaatkan sumber daya dengan bijak untuk mendapatkan nilai lebih. Salah satu cara cerdas yang bisa diterapkan dalam gaya hidup hemat ini adalah dengan memanfaatkan program loyalty rewards seperti KPoin.


Apa Itu Frugal Living?


Frugal living adalah gaya hidup yang berfokus pada pengelolaan keuangan secara efisien tanpa mengorbankan kualitas hidup.


Prinsipnya sederhana: membelanjakan uang pada hal-hal yang penting dan mengurangi pengeluaran untuk hal-hal yang tidak esensial.


Misalnya, memasak di rumah daripada sering makan di restoran, membeli barang berkualitas yang tahan lama daripada yang murah namun mudah rusak, atau memanfaatkan diskon dan program loyalitas untuk menghemat belanja.


Namun, hidup frugal bukan berarti hidup tanpa kenikmatan. Sebaliknya, ini tentang mendapatkan lebih banyak dengan biaya yang lebih sedikit. Salah satu cara yang memudahkan praktik ini adalah dengan menggunakan program loyalty rewards seperti KPoin.


Kenapa Frugal Living Populer di Era Modern?


Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kenapa gaya hidup frugal ini semakin nge-tren, antara lain:


1. Meningkatnya biaya hidup


Di era modern, kenaikan biaya hidup menjadi tantangan utama bagi banyak orang. Inflasi, harga kebutuhan pokok yang terus naik, serta tuntutan gaya hidup membuat masyarakat lebih sadar pentingnya efisiensi dalam pengelolaan keuangan.


Frugal living, atau gaya hidup hemat, hadir sebagai solusi praktis untuk tetap memenuhi kebutuhan tanpa mengorbankan kualitas hidup.


2. Kesadaran akan pengelolaan keuangan yang lebih baik


Masyarakat modern semakin sadar akan pentingnya memiliki keuangan yang sehat. Dengan frugal living, orang diajak untuk memprioritaskan kebutuhan daripada keinginan, serta merencanakan keuangan secara matang. Hal ini membantu menghindari utang yang tidak perlu dan menciptakan kestabilan finansial jangka panjang.


3. Tren minimalisme dan sustainability


Frugal living juga sejalan dengan konsep minimalisme dan keberlanjutan (sustainability). Banyak orang kini mulai mengurangi konsumsi berlebihan untuk mengurangi limbah dan dampak lingkungan.


Dengan memilih barang yang benar-benar dibutuhkan dan lebih berkualitas, mereka tidak hanya menghemat uang tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan.


Artikel lainnya: Cara Mengatur Belanja Rumah Tangga dengan Loyalty Program


Frugal Living vs Pelit: Apa Bedanya?


Pembahasan mengenai frugal living vs pelit sering kali menimbulkan kebingungan. Padahal, keduanya memiliki makna yang berbeda.


Orang yang menerapkan frugal living tetap bersedia mengeluarkan uang untuk kebutuhan penting seperti kesehatan, pendidikan, atau investasi yang bermanfaat, tetapi akan berpikir matang sebelum membeli sesuatu yang kurang diperlukan.


Sebaliknya, sikap pelit cenderung menahan pengeluaran secara berlebihan bahkan ketika pengeluaran tersebut penting atau memberi manfaat nyata.


Prinsip frugal living justru menekankan keseimbangan antara penghematan dan kualitas hidup, sehingga seseorang tetap dapat memenuhi kebutuhan tanpa merasa tertekan.


Manfaat Jangka Panjang Frugal Living


Salah satu manfaat frugal living adalah membantu membangun kondisi finansial yang lebih sehat. Dengan pengeluaran yang lebih terkontrol, seseorang memiliki peluang lebih besar untuk menabung, berinvestasi, atau mempersiapkan dana darurat sehingga lebih siap menghadapi situasi tidak terduga.


Selain itu, frugal living dan finansial yang baik juga berkaitan dengan kesejahteraan mental. Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh BMJ Public Health, kondisi finansial yang stabil dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.


Artikel Lainnya: 3 Alasan Kenapa Gaya Hidup Sehat Terkesan Mahal


Tips Praktis Memulai Frugal Living


Memahami cara mulai frugal living tidak harus dilakukan secara ekstrem. Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten justru lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang dan membantu membangun kebiasaan finansial yang sehat.


1. Audit Pengeluaran & Buat Anggaran Rutin Bulanan


Langkah pertama dalam tips menjalani frugal living adalah mencatat seluruh pemasukan dan pengeluaran setiap bulan. Dari catatan tersebut, KPeople dapat mengetahui pos mana yang paling banyak menghabiskan anggaran dan menentukan target penghematan yang realistis.


Membuat anggaran rutin juga membantu mengontrol pengeluaran impulsif dan memastikan kebutuhan pokok, tabungan, serta dana darurat tetap menjadi prioritas utama.


2. Identifikasi Mana yang "Value" dan Mana yang "Waste"


Tidak semua pengeluaran buruk. Sebagian justru memberikan manfaat besar bagi produktivitas, kesehatan, atau kualitas hidup. Oleh karena itu, penting untuk membedakan mana pengeluaran yang memberi nilai (value) dan mana yang hanya menjadi pemborosan (waste).


Sebagai contoh, membeli makanan bergizi atau mengikuti pelatihan keterampilan dapat menjadi investasi yang bermanfaat, sedangkan membeli barang hanya karena sedang viral mungkin tidak memberikan manfaat jangka panjang.


3. Bedakan Kebutuhan dari Keinginan Secara Objektif


Cara mulai frugal living berikutnya adalah membiasakan diri mengevaluasi setiap rencana pembelian. Tanyakan apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan atau hanya sekadar keinginan sesaat akibat promosi atau tren media sosial.


Memberikan jeda waktu sebelum membeli barang non-prioritas, misalnya 24 hingga 48 jam, dapat membantu mengurangi keputusan impulsif dan membuat penggunaan uang menjadi lebih bijaksana.


4. Manfaatkan Loyalty Program dan Reward untuk Belanja Rutin


Loyalty program, cashback, atau reward dapat menjadi strategi penghematan yang efektif apabila digunakan untuk kebutuhan rutin, seperti membeli bahan makanan atau perlengkapan rumah tangga yang memang sudah direncanakan.


Namun, hindari membeli sesuatu hanya demi mengejar poin atau promo. Prinsip utama gaya hidup frugal living tetaplah membeli sesuai kebutuhan, bukan karena tergoda penawaran yang pada akhirnya meningkatkan pengeluaran.


Frugal living bukan tentang menahan diri dari hal-hal yang kamu butuhkan tapi tentang memastikan setiap pengeluaranmu memberi nilai maksimal. Termasuk pengeluaran rutin untuk kebutuhan keluarga yang tidak bisa dihindari.


Di sinilah loyalty program seperti KPoin berperan: setiap kali kamu membeli produk Kalbe yang memang sudah jadi rutinitas keluarga, pembelian itu otomatis berubah menjadi poin yang bisa ditukarkan dengan hadiah pilihanmu. Belanja yang sama, tapi dengan nilai balik yang nyata.


Yuk, download aplikasi KPoin sekarang dan jadikan belanja rutinmu bagian dari gaya hidup frugal living yang cerdas.

Komentar

profile-quos

quos Rating 5/5

Jumat, 20 Februari 2026

Penjelasan konsep hidup hemat yang sangat modern dan tidak membosankan. Sangat memotivasi untuk meng... Selengkapnya
kpoin-admin-image

Admin KPoin

Jumat, 20 Februari 2026

Hai Quos, yuk baca informasi menarik lainnya di artikel ini. Semoga bermanfaat ya. 😊^sa

Kamu akan diarahkan ke Aplikasi KPoin untuk berikan komen.