HomeArtikelBerita Kesehatan

Waspadai Virus Nipah, Ini Gejala, Penyebab & Cara Mengobati

Waspadai Virus Nipah, Ini Gejala, Penyebab & Cara Mengobati

Berita Kesehatan

Waspadai Virus Nipah, Ini Gejala, Penyebab & Cara Mengobati

profile-Christovel Ramot

Penulis: Christovel Ramot

Rabu, 25 Februari 2026

Rating Artikel 0/5

|

0

Bagikan

Virus Nipah kini semakin ramai diperbincangkan di jagad maya. Pemberitaan media kesehatan nasional dan rumah sakit menyebutkan bahwa virus ini memiliki tingkat kematian yang tinggi dan berpotensi menyebabkan wabah lintas negara.


Meski kasusnya belum terjadi secara luas di Indonesia, diskursus publik mulai mengarah pada pertanyaan besar: apakah Virus Nipah dapat menjadi ancaman global berikutnya?


Beberapa laporan menyimpulkan bahwa Virus Nipah termasuk penyakit zoonosis dengan fatalitas yang tidak bisa dianggap ringan. Penyakit ini memang belum menyebar seperti COVID-19, tetapi karakteristiknya; angka kematian tinggi, belum adanya obat spesifik, serta potensi penularan antar manusia, membuatnya masuk dalam daftar penyakit prioritas pemantauan global oleh WHO.


Artinya, walaupun belum menjadi pandemi, kewaspadaan tetap diperlukan. Ancaman global bukan hanya soal jumlah kasus, tetapi juga soal potensi dampak bila penyebaran tidak dikendalikan sejak dini.


Apa Itu Virus Nipah dan Bagaimana Sejarahnya?


Virus Nipah adalah virus zoonotik (menular dari hewan ke manusia) yang termasuk dalam genus Henipavirus, keluarga Paramyxoviridae. Virus ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1998 dalam wabah di Malaysia dan Singapura. Nama “Nipah” diambil dari nama desa di Malaysia tempat kasus pertama dilaporkan.


Virus ini terutama ditemukan pada kelelawar buah dari genus Pteropus, yang sering disebut sebagai “flying fox”. Hewan ini menjadi reservoir alami, artinya virus dapat hidup dan berkembang tanpa menyebabkan gejala berat pada kelelawar.


Bentuk Penyebaran Virus Nipah


Penyebaran terjadi melalui beberapa jalur:


  1. Penularan dari hewan ke manusia: Kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, seperti babi atau kelelawar.
  2. Penularan antar manusia: Melalui cairan tubuh seperti air liur, darah, atau droplet pernapasan.
  3. Konsumsi makanan terkontaminasi: Buah atau minuman yang tercemar urine atau air liur kelelawar.


Faktor lingkungan juga berperan. Perubahan ekosistem, deforestasi, dan urbanisasi memaksa kelelawar berpindah habitat dan meningkatkan interaksi dengan manusia.


Baca artikel lainnya: Apa Itu Ptosis? Kondisi Mata Wapres Gibran Ramai Dibahas


Kapan virus ini pertama kali muncul?


Wabah pertama terjadi pada tahun 1998–1999 di Malaysia. Saat itu, virus menyebar dari kelelawar ke babi, kemudian menular ke manusia yang bekerja di peternakan babi. Lebih dari 100 orang meninggal dalam kejadian tersebut. Sejak itu, wabah sporadis terjadi di Bangladesh dan India hampir setiap tahun.


Di mana virus ini paling sering ditemukan?


Kasus Virus Nipah paling banyak dilaporkan di Asia Selatan dan Asia Tenggara, khususnya:


  1. Malaysia
  2. Bangladesh
  3. India


Beberapa negara lain juga melakukan pemantauan karena habitat kelelawar pembawa virus tersebar luas di wilayah tropis.


Apa Gejala Virus Nipah pada Manusia?


Gejala Virus Nipah sangat bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Masa inkubasi (jarak antara paparan dan munculnya gejala) biasanya 4–14 hari, tetapi dapat mencapai 45 hari dalam beberapa laporan.


Gejala awal meliputi:


  1. Demam tinggi mendadak
  2. Sakit kepala hebat
  3. Nyeri otot
  4. Mual dan muntah
  5. Sakit tenggorokan
  6. Kelelahan ekstrem


Pada kasus yang lebih berat, infeksi dapat berkembang menjadi:


  1. Ensefalitis (radang otak)
  2. Kejang
  3. Penurunan kesadaran
  4. Disorientasi
  5. Gangguan pernapasan akut
  6. Koma dalam 24–48 jam


Tingkat kematian dilaporkan berkisar antara 40% hingga 75%, tergantung pada kapasitas layanan kesehatan di wilayah tersebut.


Yang membuat virus ini berbahaya adalah kemampuannya menyerang sistem saraf pusat dengan cepat. Beberapa pasien yang selamat juga mengalami gangguan neurologis jangka panjang seperti perubahan perilaku atau gangguan kognitif.


Baca artikel lainnya: Super Flu: Gejala, Risiko Kematian, Pencegahan & Pengobatan


Siapa yang Rentan Terkena Virus Nipah?


Kelompok yang rentan meliputi:


  1. Peternak atau pekerja yang kontak langsung dengan hewan ternak terinfeksi, terutama babi.
  2. Tenaga kesehatan yang merawat pasien tanpa alat pelindung memadai.
  3. Individu yang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi cairan tubuh kelelawar, seperti nira kurma mentah.
  4. Anggota keluarga pasien yang melakukan perawatan tanpa perlindungan.


Secara umum, siapa pun dapat terinfeksi jika terpapar virus. Namun, risiko lebih tinggi pada individu dengan sistem imun lemah, lansia, dan orang dengan penyakit kronis.


Bagaimana Cara Mencegah Virus Nipah?


Karena belum ada vaksin atau obat spesifik yang tersedia secara luas, pencegahan menjadi kunci utama.

Langkah pencegahan meliputi:


  1. Menghindari konsumsi nira kurma mentah atau buah yang berpotensi terkontaminasi.
  2. Mencuci buah dengan air mengalir sebelum dikonsumsi.
  3. Menggunakan alat pelindung diri saat merawat pasien terduga.
  4. Menghindari kontak dengan hewan liar atau ternak sakit.
  5. Meningkatkan sistem surveilans kesehatan masyarakat.


Peningkatan status gizi dan daya tahan tubuh memang tidak secara langsung mencegah infeksi, tetapi membantu tubuh menghadapi penyakit secara lebih optimal.


Baca artikel lainnya: 10 Obat Wajib Sedia Saat Musim Hujan, Atasi Penyakit Musiman


Kapan Harus ke Dokter?


Segera periksa ke dokter jika mengalami:


  1. Demam tinggi mendadak disertai sakit kepala berat
  2. Gangguan kesadaran
  3. Kejang
  4. Riwayat perjalanan ke wilayah endemis
  5. Kontak dengan pasien terduga


Diagnosis biasanya dilakukan melalui tes laboratorium seperti PCR untuk mendeteksi materi genetik virus.


Penanganan bersifat suportif, termasuk:

  1. Perawatan intensif
  2. Dukungan pernapasan
  3. Pengawasan neurologis ketat

Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang mengurangi komplikasi.


Mengapa Virus Nipah Bisa Jadi Ancaman Global?


Ada beberapa alasan utama:


  1. Tingkat kematian tinggi
  2. Belum ada vaksin komersial yang tersedia luas
  3. Potensi penularan antar manusia
  4. Mobilitas global yang tinggi
  5. Perubahan iklim dan kerusakan habitat satwa liar


Walaupun penularannya tidak secepat virus influenza atau SARS-CoV-2, tingkat fatalitas yang tinggi membuat setiap wabah menjadi perhatian serius.


Ancaman global bukan berarti pasti menjadi pandemi, tetapi menunjukkan bahwa sistem kesehatan dunia harus siap jika terjadi peningkatan kasus signifikan.


Sekarang kamu tahu, bahwa Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis dengan tingkat kematian tinggi yang pertama kali muncul pada tahun 1998 di Malaysia. Penularannya terjadi melalui hewan terinfeksi, makanan terkontaminasi, serta kontak antar manusia. Gejala dapat berkembang cepat hingga menyebabkan radang otak dan gangguan pernapasan serius.


Meskipun belum menjadi pandemi, potensi ancamannya nyata karena fatalitas tinggi dan belum tersedianya terapi spesifik. Pencegahan melalui kewaspadaan, kebersihan, serta sistem kesehatan yang responsif menjadi strategi utama.


Kewaspadaan rasional jauh lebih efektif dibanding kepanikan. Informasi berbasis data dan kesiapsiagaan menjadi kunci menghadapi potensi penyakit emerging seperti Virus Nipah.


Ingin Baca Artikel Kesehatan & Gaya Hidup Lainnya?


Dapatkan informasi kesehatan terbaru, tips gaya hidup, dan berbagai artikel edukatif lainnya hanya di KPoin. Kamu juga bisa menambah poin dengan belanja produk Kalbe dan menukarkannya dengan hadiah menarik serta voucher belanja di KPoin.


Download Kpoin sekarang juga dan nikmati berbagai keuntungan sehat sekaligus cuan!


Daftar Pustaka

  1. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2023). Nipah Virus (NiV). Atlanta: CDC.
  2. World Health Organization (WHO). (2023). Nipah Virus Fact Sheet. Geneva: WHO.
  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Waspada Penyakit Zoonosis Emerging. Jakarta: Kemenkes RI.
  4. Mitra Keluarga. (2023). Virus Nipah. Diakses dari https://www.mitrakeluarga.com/artikel/virus-nipah
  5. Rumah Sakit Pusat Pertamina. (2023). Virus Nipah: Akankah Menjadi The Next Big One? Diakses dari https://rspp.co.id/artikel-detail-1052-Virus-Nipah-Akankah-Menjadi-The-Next-Big-One-yang-Mengguncang-Dunia.html

Komentar

empty-state-comment

Ayo, jadi orang pertama yang tulis komentar kamu di artikel ini!

Kamu akan diarahkan ke Aplikasi KPoin untuk berikan komen.