
Kesehatan Anak
Cara Menghitung IMT Anak dan Cara Membaca Hasilnya
Penulis: Siti Nurmayani Putri
Selasa, 02 Juni 2026
Rating Artikel 5/5
|
1
Bagikan
Memantau pertumbuhan anak tidak hanya dilakukan dengan melihat berat badan atau tinggi badan saja. Salah satu metode yang sering digunakan tenaga kesehatan untuk menilai status gizi anak adalah dengan menghitung IMT anak.
IMT atau Indeks Massa Tubuh membantu menggambarkan keseimbangan antara berat badan dan tinggi badan si kecil. Namun, berbeda dengan orang dewasa, indeks massa tubuh anak harus disesuaikan dengan usia dan jenis kelamin sehingga hasilnya perlu dibandingkan dengan grafik persentil pertumbuhan anak.
Dengan memahami cara hitung IMT anak yang benar, orang tua dapat mengetahui apakah berat badan anak berada dalam kategori ideal, kurang, berlebih, atau bahkan berisiko obesitas.
Artikel lainnya: Berat Badan & Tinggi Badan Ideal Anak Berdasarkan Usia
Apa Itu IMT (Indeks Massa Tubuh) dan Kegunaannya?
IMT atau Indeks Massa Tubuh adalah metode perhitungan yang digunakan untuk menilai hubungan antara berat badan dan tinggi badan seseorang. Pada anak-anak dan remaja, IMT digunakan sebagai alat skrining untuk membantu menilai status gizi dan risiko masalah kesehatan yang berkaitan dengan berat badan.
Meski bukan alat diagnosis, IMT dapat menjadi indikator awal apakah seorang anak memiliki berat badan yang sesuai dengan pertumbuhannya.
Kegunaan utama IMT pada anak adalah membantu memantau tumbuh kembang, mendeteksi risiko kekurangan gizi, overweight, maupun obesitas sejak dini. Selain itu, hasil IMT dapat menjadi bahan pertimbangan dokter dalam memberikan rekomendasi pola makan, aktivitas fisik, dan pemeriksaan lanjutan bila diperlukan.
Melalui pengukuran yang dilakukan secara berkala, KPeople sebagai orang tua juga dapat mengetahui apakah pertumbuhan anak berjalan sesuai kurva pertumbuhan yang direkomendasikan. Karena itulah, banyak fasilitas kesehatan maupun sekolah menggunakan pengukuran IMT sebagai bagian dari pemantauan kesehatan anak.
Mengapa IMT Anak Berbeda dari IMT Dewasa?
Salah satu hal yang sering membingungkan orang tua adalah perbedaan antara IMT anak vs IMT dewasa. Padahal, keduanya memang memiliki sistem interpretasi yang berbeda. Pada orang dewasa, hasil IMT langsung dibandingkan dengan angka kategori tertentu, misalnya normal, overweight, atau obesitas.
Sementara itu, pada anak-anak yang masih berada dalam masa pertumbuhan, jumlah lemak tubuh akan berubah sesuai usia dan tahap perkembangan. Selain itu, anak laki-laki dan perempuan memiliki pola pertumbuhan yang berbeda. Karena alasan tersebut, hasil IMT anak harus dibandingkan dengan anak lain yang memiliki usia dan jenis kelamin yang sama melalui grafik persentil.
Inilah mengapa dua anak dengan angka IMT yang sama belum tentu memiliki status gizi yang sama. Interpretasi harus dilakukan berdasarkan usia, jenis kelamin, dan posisi persentil pada grafik pertumbuhan. Oleh karena itu, interpretasi IMT anak memerlukan langkah tambahan yang tidak ditemukan pada perhitungan IMT orang dewasa.
Cara Menghitung IMT Anak
Secara umum, rumus IMT anak sama dengan rumus yang digunakan pada orang dewasa, yaitu:
IMT = \frac{Berat\ Badan\ (kg)}{Tinggi\ Badan\ (m)^2}
Sebagai contoh, jika seorang anak memiliki berat badan 30 kg dan tinggi badan 1,3 meter, maka perhitungannya adalah:
30 ÷ (1,3 × 1,3) = 17,75 kg/m²
Hasil 17,75 tersebut belum dapat langsung disimpulkan apakah normal atau tidak. KPeople masih perlu mencocokkannya dengan grafik IMT anak persentil sesuai usia dan jenis kelamin anak.
Saat ini, orang tua juga dapat menggunakan kalkulator IMT anak yang tersedia secara online untuk mempermudah perhitungan. Namun, pastikan kalkulator tersebut menggunakan standar pertumbuhan anak berdasarkan usia dan jenis kelamin agar hasilnya lebih akurat.
Artikel Lainnya: Cara Membaca Grafik Pertumbuhan Anak (KMS) dengan Tepat
Cara Membaca Hasil IMT Anak
Setelah mengetahui hasil perhitungan IMT, langkah berikutnya adalah memahami cara baca IMT anak berdasarkan persentil. Persentil menunjukkan posisi IMT anak dibandingkan dengan anak lain yang memiliki usia dan jenis kelamin yang sama.
Tabel Persentil IMT Anak Laki-Laki
Pada anak laki-laki, hasil IMT akan dibandingkan dengan grafik pertumbuhan khusus anak laki-laki berdasarkan kelompok usia. Dokter atau tenaga kesehatan biasanya menggunakan grafik persentil yang menunjukkan posisi IMT anak mulai dari persentil ke-5 hingga persentil ke-95.
Semakin tinggi persentilnya, semakin besar posisi IMT anak dibandingkan anak laki-laki seusianya. Karena itu, hasil perhitungan perlu dibaca bersama grafik pertumbuhan agar dapat diketahui apakah berat badan anak masih berada dalam rentang sehat atau tidak.
Tabel Persentil IMT Anak Perempuan
Sama seperti anak laki-laki, anak perempuan memiliki grafik pertumbuhan tersendiri. Hal ini karena pola perkembangan tubuh dan komposisi lemak tubuh pada anak perempuan berbeda dengan anak laki-laki selama masa pertumbuhan.
Hasil IMT yang sama pada anak perempuan dan laki-laki belum tentu menghasilkan persentil yang sama. Oleh sebab itu, penting untuk menggunakan grafik yang sesuai dengan jenis kelamin anak saat melakukan interpretasi IMT anak.
Apa Arti Persentil di Bawah 5, 5–85, 85–95, dan di Atas 95?
Persentil membantu menentukan kategori status gizi anak berdasarkan hasil IMT yang telah dihitung. Berikut penjelasannya:
- Di bawah persentil ke-5: termasuk kategori berat badan kurang atau underweight.
- Persentil ke-5 sampai kurang dari ke-85: termasuk kategori berat badan sehat atau ideal.
- Persentil ke-85 sampai kurang dari ke-95: termasuk kategori overweight atau kelebihan berat badan.
- Persentil ke-95 atau lebih: termasuk kategori obesitas.
- Di atas 120% persentil ke-95: dapat dikategorikan sebagai obesitas berat.
Kategori tersebut digunakan secara luas untuk membantu menentukan apakah si kecil memiliki berat badan ideal anak menurut IMT atau memerlukan evaluasi lebih lanjut terkait pola makan, aktivitas fisik, maupun kondisi medis tertentu.
Bagi orang tua yang khawatir mengenai IMT untuk anak overweight, penting untuk tidak hanya berfokus pada angka. Dokter biasanya juga akan mempertimbangkan riwayat pertumbuhan, pola makan, aktivitas harian, kondisi kesehatan, serta faktor genetik sebelum menentukan langkah penanganan yang tepat.
Menghitung IMT anak secara manual, lalu mencocokkannya dengan tabel persentil usia dan jenis kelamin memang cukup memakan waktu.
Fitur Health Tools di aplikasi KPoin melakukan interpretasi ini secara otomatis. Cukup masukkan berat badan dan tinggi badan anak, dan kamu akan langsung mendapat gambaran status pertumbuhannya.
Yuk, download aplikasi KPoin dan coba Health Tools, cara paling cepat dan mudah untuk memantau status tumbuh kembang si kecil.
Referensi:
- CDC. Child and Teen BMI Calculator. Diakses dari https://www.cdc.gov/bmi/child-teen-calculator/index.html
- NHS. Calculate body mass index (BMI) for children and teenagers. Diakses dari https://www.nhs.uk/health-assessment-tools/calculate-your-body-mass-index/calculate-bmi-for-children-teenagers
- Kids Health. Body Mass Index (BMI). Diakses dari https://kidshealth.org/en/parents/bmi-charts.html
- WHO. Body mass index-for-age (BMI-for-age). Diakses dari https://www.who.int/toolkits/child-growth-standards/standards/body-mass-index-for-age-bmi-for-age
Komentar

Ayo, jadi orang pertama yang tulis komentar kamu di artikel ini!
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi KPoin untuk berikan komen.



