
Kesehatan Anak
4 Jenis Makanan Penambah Berat Badan Anak yang Bergizi
Penulis: Siti Nurmayani Putri
Rabu, 03 Juni 2026
Rating Artikel 0/5
|
0
Bagikan
Membantu anak mencapai berat badan ideal tidak cukup hanya dengan memberikan makanan dalam porsi besar. Yang lebih penting adalah memilih makanan penambah berat badan anak yang kaya energi sekaligus mengandung nutrisi lengkap untuk mendukung tumbuh kembangnya.
Anak yang memiliki berat badan kurang membutuhkan asupan kalori, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral dalam jumlah yang cukup. Dengan memilih makanan untuk menaikkan berat badan anak yang tepat, KPeople sebagai orang tua dapat membantu si kecil tumbuh lebih optimal tanpa mengabaikan kualitas gizinya.
Prinsip Menaikkan Berat Badan Anak yang Benar
Saat ingin meningkatkan berat badan anak, fokus utama bukan hanya menambah jumlah makanan, tetapi juga meningkatkan kualitas nutrisinya. Anak yang mengalami berat badan kurang atau underweight memerlukan asupan energi lebih tinggi dibandingkan kebutuhan hariannya, namun tetap harus berasal dari sumber makanan sehat.
Prinsip penting yang perlu diperhatikan adalah memberikan makanan secara teratur, terdiri dari tiga kali makan utama dan dua hingga tiga kali camilan setiap hari. Selain itu, pilih makanan padat gizi anak yang mengandung kalori tinggi sekaligus kaya nutrisi penting.
Bagi balita yang masih menjalani MPASI, orang tua juga dapat memilih MPASI penambah berat badan yang mengandung lemak sehat dan protein berkualitas. Dengan pola makan yang tepat, proses cara gemukkan anak dapat berlangsung secara sehat dan berkelanjutan.
Artikel lainnya: Berat Badan & Tinggi Badan Ideal Anak Berdasarkan Usia
Kelompok Makanan Terbaik untuk Menaikkan Berat Badan Anak
Berikut beberapa kelompok makanan yang direkomendasikan sebagai makanan bergizi untuk anak underweight.
1. Sumber Lemak Sehat: Alpukat, Minyak Zaitun, Kacang
Lemak sehat merupakan sumber energi yang sangat baik karena mengandung kalori lebih tinggi dibandingkan protein maupun karbohidrat. Oleh karena itu, lemak sehat menjadi salah satu komponen penting dalam makanan tinggi kalori anak.
Alpukat mengandung lemak tak jenuh yang baik untuk kesehatan jantung dan perkembangan otak anak. Minyak zaitun dapat ditambahkan ke dalam sup, bubur, atau tumisan. Sementara itu, kacang-kacangan seperti almond, kacang tanah, dan selai kacang dapat menjadi tambahan camilan yang mengenyangkan.
Untuk balita, pastikan bentuk kacang disesuaikan agar tidak meningkatkan risiko tersedak, ya!
2. Sumber Protein: Telur, Daging, Ikan, Tahu Tempe
Protein berperan penting dalam pembentukan jaringan tubuh, otot, dan mendukung pertumbuhan anak. Makanan kaya protein juga membantu meningkatkan berat badan secara sehat.
Telur merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang mudah diolah dan disukai anak-anak. Daging sapi, ayam, dan ikan mengandung protein lengkap serta zat besi yang penting untuk pertumbuhan. Tahu dan tempe menjadi alternatif protein nabati yang ekonomis dan mudah ditemukan.
Menambahkan sumber protein di setiap waktu makan dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak sekaligus mendukung kenaikan berat badannya.
3. Karbohidrat Kompleks: Ubi, Nasi, Oat
Karbohidrat merupakan sumber energi utama tubuh. Untuk anak yang membutuhkan tambahan berat badan, pilih karbohidrat kompleks karena memberikan energi lebih stabil dan mengandung serat, vitamin, serta mineral.
Nasi merah, kentang, ubi jalar, oatmeal, dan roti gandum dapat menjadi pilihan utama dalam menu anak yang berat badannya kurang. Karbohidrat kompleks juga membantu anak merasa kenyang lebih lama dan mendukung aktivitas sehari-hari.
Kombinasikan karbohidrat dengan protein dan lemak sehat agar nilai gizinya semakin optimal.
4. Produk Susu dan Olahannya
Susu, yogurt, keju, dan berbagai produk olahan susu mengandung protein, lemak, kalsium, serta vitamin yang mendukung pertumbuhan anak.
Bagi anak yang sulit makan, susu dapat menjadi tambahan sumber energi yang membantu meningkatkan asupan kalori harian. Namun, susu tetap tidak boleh menggantikan makanan utama.
Yogurt dan keju juga bisa dikombinasikan dengan buah atau roti untuk menambah variasi menu.
Artikel Lainnya: Gizi Balita Usia 1-5 Tahun: Panduan Lengkap untuk Orang Tua
Ide Menu Harian untuk Anak yang Perlu Naik Berat Badan
Memilih menu anak kurus sebaiknya mempertimbangkan keseimbangan antara kalori dan nutrisi.
Menu untuk Balita 1–3 Tahun
Berikut contoh menu yang bisa KPeople siapkan untuk meningkatkan berat badan si Kecil:
Sarapan
- Oatmeal dengan susu dan pisang
- Telur orak-arik
Snack pagi
- Potongan alpukat atau yogurt
Makan siang
- Nasi tim ayam
- Sup wortel dan kentang
Snack sore
- Smoothie pisang susu
Makan malam
- Nasi
- Tempe goreng
- Tumis sayur
Menu ini dapat menjadi pilihan cara tingkatkan berat badan balita yang sehat tanpa memberikan makanan tinggi gula atau makanan cepat saji.
Menu untuk Anak 4–6 Tahun
Untuk membantu meningkatkan berat badan anak usia 4-6 tahun, berikut menu yang bisa dicoba:
Sarapan
- Roti gandum dengan selai kacang
- Susu
Snack pagi
- Keju dan buah
Makan siang
- Nasi
- Daging sapi tumis
- Sayur bening
Snack sore
- Yogurt dan granola
Makan malam
- Ikan panggang
- Kentang tumbuk
- Brokoli
Menu tersebut mengandung kombinasi protein, lemak sehat, dan karbohidrat yang mendukung kenaikan berat badan anak secara optimal.
Snack Padat Gizi yang Bisa Diberikan di Antara Waktu Makan
Camilan juga dapat menjadi cara efektif untuk menambah asupan energi harian anak. Namun, pilihlah snack sehat untuk anak kurus yang kaya nutrisi, bukan sekadar tinggi gula.
Beberapa pilihan camilan sehat antara lain:
- Smoothie buah dengan susu dan yogurt
- Puding susu
- Keju potong
- Pisang dengan selai kacang
- Alpukat yang dihaluskan
- Roti gandum isi telur
- Muffin oatmeal homemade
- Yogurt dengan potongan buah
- Bola-bola kentang isi keju
- Bubur kacang hijau
Camilan seperti ini dapat membantu memenuhi kebutuhan energi harian sekaligus melengkapi nutrisi yang mungkin belum terpenuhi dari makanan utama.
Artikel Lainnya: Awas Hidden Hunger pada Anak: Kenali Ciri-ciri & Solusinya
Hal yang Perlu Dihindari Saat Ingin Menaikkan Berat Badan Anak
Saat berupaya meningkatkan berat badan anak, ada beberapa kesalahan yang cukup sering dilakukan orang tua:
- Pertama, memberikan terlalu banyak makanan manis seperti permen, minuman kemasan, atau kue tinggi gula. Meskipun dapat menambah kalori, makanan tersebut tidak memberikan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.
- Kedua, memaksa anak makan hingga berlebihan. Cara ini justru dapat membuat anak semakin menolak makanan.
- Ketiga, terlalu sering memberikan susu hingga anak kenyang dan tidak mau makan utama.
- Keempat, memberikan makanan cepat saji sebagai solusi utama. Kalori memang tinggi, tetapi kandungan gizinya sering kali kurang seimbang.
Fokuslah pada makanan penambah berat badan anak yang berkualitas agar kenaikan berat badan terjadi secara sehat dan mendukung tumbuh kembang si kecil.
Setelah menerapkan perubahan pola makan, penting untuk memantau apakah berat badan anak benar-benar mulai naik dan berada di jalur yang sehat.
Fitur Health Tools di aplikasi KPoin memudahkan kamu memantau berat badan anak secara berkala, lengkap dengan status pertumbuhannya berdasarkan usia dan tinggi badan.
Yuk, download aplikasi KPoin dan mulai catat perkembangan berat badan si kecil via Health Tools.
Referensi:
- NHS. How to help your child gain weight. Diakses dari https://www.nhs.uk/live-well/healthy-weight/childrens-weight/how-to-help-your-child-gain-weight/
- Nationwide Children’s. Is Your Child Underweight? Ideas to Make Food Count. Diakses dari https://www.nationwidechildrens.org/family-resources-education/700childrens/2023/06/making-meals-and-snacks-count
- Healthline. The Best Foods for Your Baby to Gain Weight. Diakses dari https://www.healthline.com/nutrition/food-for-baby-to-gain-weight
- About Kids Health. Energy (calorie) boosting for teens and kids. Diakses dari https://www.aboutkidshealth.ca/energyboosting
Komentar

Ayo, jadi orang pertama yang tulis komentar kamu di artikel ini!
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi KPoin untuk berikan komen.



