
Kesehatan Anak
Awas Hidden Hunger pada Anak: Kenali Ciri-ciri & Solusinya
Penulis: Siti Nurmayani Putri
Kamis, 19 Februari 2026
Rating Artikel 0/5
|
0
Bagikan
*Telah Direview oleh Tim Medis Klikdokter
Banyak orang tua merasa tenang ketika melihat anaknya makan lahap setiap hari. Namun, tahukah KPeople bahwa kondisi cukup makan belum tentu berarti cukup gizi? Di sinilah istilah hidden hunger atau kelaparan tersembunyi menjadi penting untuk dipahami.
Hidden hunger adalah kondisi ketika kebutuhan energi anak terpenuhi, tetapi asupan vitamin dan mineral anak tidak mencukupi. Akibatnya, anak bisa mengalami defisiensi mikronutrien tanpa menunjukkan tanda lapar yang jelas.
Kondisi ini dapat berdampak pada tumbuh kembang anak, daya tahan tubuh anak, hingga IQ anak dalam jangka panjang. Yuk, ketahui selengkapnya tentang hidden hunger lewat ulasan berikut ini.
Artikel lainnya: Ini Perbedaan Stunting dan Gizi Buruk, Serupa Tapi Tak Sama
Apa Itu Hidden Hunger?
Hidden hunger atau kelaparan tersembunyi adalah kondisi ketika tubuh kekurangan satu atau lebih mikronutrien penting, seperti zat besi, zinc, vitamin A, vitamin D, atau yodium, meskipun asupan kalori harian terlihat cukup. Kondisi ini berbeda dengan kelaparan biasa yang ditandai tubuh kurus atau berat badan rendah.
Menurut penjelasan dari CDC (Centers for Disease Control and Prevention), mikronutrien berperan penting dalam fungsi sistem imun, perkembangan otak, serta metabolisme tubuh. Ketika anak mengalami defisiensi mikronutrien, dampaknya bisa tidak langsung terlihat, tetapi perlahan memengaruhi kesehatan secara keseluruhan.
Selain itu, kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia, sementara kekurangan vitamin D dapat memengaruhi pertumbuhan tulang. Dalam konteks anak, hal ini sangat krusial karena masa kanak-kanak merupakan periode emas perkembangan fisik dan kognitif.
Hidden hunger sering kali terjadi pada anak yang pola makannya monoton, misalnya hanya mengonsumsi karbohidrat tinggi tetapi minim protein, sayur, dan buah. Anak terlihat kenyang, tetapi kualitas gizinya rendah. Inilah sebabnya hidden hunger kerap luput dari perhatian orang tua.
Ciri-Ciri Hidden Hunger pada Anak yang Perlu Diwaspadai Orang Tua
Karena sifatnya tersembunyi, tanda-tanda hidden hunger sering tidak disadari. Namun, beberapa gejala berikut patut menjadi perhatian:
- Mudah lelah dan kurang aktif. Kekurangan zat besi atau vitamin B dapat menyebabkan anak tampak lesu. Anemia akibat defisiensi zat besi dapat memicu kelelahan dan pucat.
- Daya tahan tubuh menurun. Anak mudah sakit, seperti sering flu atau infeksi berulang. Vitamin A, C, D, dan zinc berperan penting dalam sistem imun.
- Gangguan konsentrasi dan perkembangan kognitif. Defisiensi yodium dan zat besi dapat memengaruhi perkembangan otak serta berdampak pada IQ anak.
- Pertumbuhan terhambat. Anak tampak lebih pendek dibanding teman seusianya atau berat badan tidak sesuai kurva pertumbuhan. Ini bisa menjadi indikator anak kurang gizi kronis.
- Masalah nafsu makan dan picky eater. Anak yang kekurangan zinc, misalnya, bisa mengalami penurunan nafsu makan. Kondisi ini bisa memperburuk siklus kekurangan nutrisi hingga gizi buruk.
Artikel Lainnya: 5 Dampak Jangka Panjang Stunting pada Anak, Waspada!
Penyebab Umum Hidden Hunger pada Anak
Ternyata ada beberapa faktor yang sering menyebabkan hidden hunger, di antaranya adalah:
- Pola makan tidak seimbang. Si kecil yang hanya mengonsumsi nasi, mie, atau makanan olahan tinggi gula dan lemak, tetapi minim protein, sayur, dan buah dapat mengakibatkan terjadinya hidden hunger.
- Terlalu sering konsumsi makanan ultra-proses dan makanan kemasan yang sering tinggi kalori tetapi rendah mikronutrien.
- Kurangnya edukasi gizi pada orang tua. Sayangnya, tidak semua orang tua memahami pentingnya variasi makanan dalam mencegah defisiensi mikronutrien, sehingga bisa memperparah terjadinya kelaparan tersembunyi.
- Kondisi sosial ekonomi. Akses terhadap makanan bergizi anak yang beragam masih menjadi tantangan di beberapa wilayah.
- Kebiasaan picky eater berkepanjangan. Anak yang hanya mau makanan tertentu berisiko kekurangan zat gizi penting.
Tips Mengatasi Hidden Hunger pada Anak
Mengatasi hidden hunger pada anak tidak bisa dilakukan secara instan, karena kondisi ini berkaitan erat dengan pola makan sehari-hari dan kebiasaan keluarga dalam memilih makanan.
Ketika anak mengalami defisiensi mikronutrien, tubuhnya mungkin tetap terlihat sehat, tetapi perlahan bisa muncul gangguan pada daya tahan tubuh anak, konsentrasi belajar, hingga tumbuh kembang anak secara keseluruhan. Oleh karena itu, orang tua perlu memahami langkah-langkah praktis yang bisa diterapkan di rumah untuk memastikan kebutuhan vitamin anak dan mineral anak terpenuhi.
1. Optimalkan Pemberian ASI dan MPASI Seimbang
Pada bayi, pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama sangat penting. Selain itu, Kemenkes RI melalui Buku Panduan MPASI menekankan pentingnya MPASI yang mengandung karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur, dan buah.
MPASI seimbang membantu mencegah defisiensi mikronutrien sejak dini dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
2. Pastikan Konsumsi Aneka Ragam Makanan Utuh (Buah, Sayur, Protein)
Variasi makanan bergizi anak adalah kunci. Pastikan anak mendapatkan sumber protein hewani (ikan, telur, daging), sayuran hijau, buah berwarna cerah, serta kacang-kacangan.
Usahakan KPeople memerhatikan variasi makanan untuk mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral. Semakin beragam warna makanan di piring anak, semakin besar kemungkinan kebutuhan mikronutriennya terpenuhi.
3. Fortifikasi Pangan (Pilihan Makanan Tambahan yang Diperkaya Nutrisi)
Fortifikasi pangan adalah proses penambahan vitamin dan mineral pada makanan tertentu, seperti susu atau sereal. Pada dasarnya, fortifikasi adalah strategi efektif dalam menurunkan angka defisiensi mikronutrien secara luas.
Produk dengan fortifikasi zat besi, vitamin D, dan zinc bisa membantu mencegah kelaparan tersembunyi, terutama pada anak yang sulit makan beragam makanan.
4. Suplementasi Vitamin dan Mineral (Jika Diperlukan dan Direkomendasikan Ahli)
Dalam kondisi tertentu, dokter mungkin merekomendasikan suplemen vitamin anak. Namun, pemberian suplemen harus berdasarkan evaluasi medis. Pasalnya, konsumsi suplemen tanpa indikasi dapat berisiko jika berlebihan. Dianjurkan agar konsultasi dengan dokter sebelum memberikan suplemen tambahan.
Artikel Lainnya: Nutrisi Penting dari Susu Agar Imun Anak Kuat
5. Manfaatkan Susu Pertumbuhan dengan Nutrisi Lengkap
Susu pertumbuhan yang diperkaya zat besi, vitamin D, DHA, dan zinc dapat membantu melengkapi kebutuhan gizi harian anak, terutama jika asupan makanan belum optimal. Pastikan memilih produk yang sesuai usia dan memiliki kandungan nutrisi seimbang.
Untuk membantu mengisi celah nutrisi (nutrient gap) dan mencegah hidden hunger pada anak, Bunda bisa memberikan Morinaga Chil*Go!. Susu pertumbuhan ini merupakan solusi praktis dan terjangkau, diformulasikan dengan Optimune Formula yang mengandung 10 Vitamin dan 5 Mineral penting, serta tinggi Kalsium dan Kolin.
Dengan Morinaga Chil*Go!, Si Kecil mendapatkan nutrisi lengkap dan seimbang untuk mendukung tumbuh kembang optimal dan daya tahan tubuhnya.
Menariknya, setiap pembelian produk Kalbe ini atau Morinaga juga memberikan Bunda poin di KPoin, lho yang mana bisa ditukarkan dengan hadiah menarik seperti voucher belanja, saldo e-wallet hingga pulsa token listrik.
Pelajari lebih lanjut tentang Apa Itu Kpoin dan Keuntungannya Jika Bergabung dan jangan lupa download aplikasi KPoin untuk mendapatkan info jumlah poin yang telah dikumpulkan.
Referensi:
- Healthline. Micronutrients: Types, Functions, Benefits and More. Diakses dari https://www.healthline.com/nutrition/micronutrients
- Mayo Clinic. Iron deficiency anemia. Diakses dari https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/iron-deficiency-anemia/symptoms-causes/syc-20355034
- NIH. Dietary Supplement Fact Sheets. Diakses dari https://ods.od.nih.gov/factsheets/list-all/
- Kemenkes. Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak). Diakses dari https://ayosehat.kemkes.go.id/buku-kia-kesehatan-ibu-dan-anak
- WHO. Food fortification. Diakses dari https://www.who.int/health-topics/food-fortification
- CDC. About Micronutrient Malnutrition Prevention. Diakses dari https://www.cdc.gov/nutrition/php/micronutrients/international-micronutrient-malnutrition-prevention-and-control-immpact.html
Komentar

Ayo, jadi orang pertama yang tulis komentar kamu di artikel ini!
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi KPoin untuk berikan komen.



