
Jantung
Kenali Gejala Hipertensi dan Pertolongan Pertamanya
Penulis: Christovel Ramot
Senin, 11 November 2024
Rating Artikel 5/5
|
77
Bagikan
Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi kronis di mana tekanan darah dalam arteri meningkat, yang jika tidak diobati dapat menyebabkan masalah kesehatan serius seperti penyakit jantung, stroke, dan kerusakan ginjal.
Hipertensi sering disebut sebagai "silent killer" karena banyak orang tidak menyadari bahwa mereka mengalaminya. Namun, ada beberapa gejala yang bisa menjadi petunjuk awal hipertensi.
Artikel ini akan membahas beberapa gejala hipertensi yang paling umum serta pertolongan pertama yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.
Artikel lainnya: Inilah Penyebab Hipertensi dan Cara Mencegahnya
Gejala Hipertensi yang Perlu Kamu Tahu
Meskipun hipertensi sering kali tidak menunjukkan gejala, beberapa orang mungkin mengalami tanda-tanda berikut:
1. Gejala Umum pada Fase Akut (Krisis Hipertensi)
Ketika tekanan darah meningkat secara ekstrem (biasanya di atas 180/120 mmHg), kondisi ini dikategorikan sebagai darurat medis. Tanda-tanda yang kerap muncul meliputi:
- Sakit Kepala Parah (Throbbing Headache): Rasa nyeri yang sangat intens dan berdenyut, biasanya terasa di bagian belakang kepala atau tengkuk, terutama pada pagi hari.
- Pusing berputar (Vertigo) atau Kliyengan: Perasaan melayang atau kehilangan keseimbangan akibat terganggunya aliran darah ke otak.
- Mimisan (Epistaksis) Mendadak: Tekanan darah yang terlalu tinggi dapat menyebabkan pembuluh darah halus di dalam hidung rapuh dan pecah.
- Telinga Berdenging (Tinnitus): Suara mendesing atau berdenging di dalam telinga yang dipicu oleh meningkatnya tekanan sirkulasi darah di dekat area pendengaran.
2. Gejala Akibat Gangguan Kardiovaskular dan Paru
Tekanan darah tinggi memaksa jantung bekerja lebih keras dari biasanya. Jika beban ini terus berlanjut, penderita akan merasakan gejala seperti:
- Nyeri Dada (Angina): Rasa seperti ditekan, diremas, atau nyeri di area dada akibat otot jantung kekurangan pasokan oksigen.
- Sesak Napas (Dyspnea): Kesulitan bernapas atau napas terasa pendek karena adanya hambatan aliran darah dan penumpukan cairan di paru-paru.
- Palpitasi (Detak Jantung Tidak Teratur): Sensasi jantung berdebar-debar keras, terlalu cepat, atau berdetak tidak stabil.
3. Gejala Akibat Kerusakan Organ Target (Komplikasi)
Jika hipertensi dibiarkan tanpa penanganan, tekanan kronis tersebut akan merusak pembuluh darah di organ-organ vital lainnya, yang ditandai dengan:
- Penglihatan Kabur (Retinopati Hipertensif): Kerusakan pada pembuluh darah di retina mata yang memicu gangguan penglihatan, pandangan ganda, hingga risiko kebutaan.
- Kelelahan Ekstrem dan Lemah Lesu: Rasa lelah yang sangat parah tanpa alasan jelas, terjadi karena sirkulasi oksigen dan nutrisi ke seluruh jaringan tubuh menjadi tidak optimal.
- Pembengkakan pada Kaki dan Tangan (Edema): Efek dari penurunan fungsi ginjal atau kegagalan sirkulasi jantung dalam memompa darah, menyebabkan cairan menumpuk di area ujung ekstremitas (tangan dan kaki).
Artikel lainnya: 10 Tanda Serangan Jantung, Bisa Muncul Sebulan Sebelumnya
Pertolongan Pertama Hipertensi
Jika seseorang menunjukkan gejala hipertensi, langkah-langkah pertolongan pertama berikut dapat dilakukan:
- Duduk dan tenangkan diri: Segera duduk dan beristirahat di tempat yang tenang. Hindari aktivitas fisik yang berat untuk sementara waktu.
- Tarik napas dalam: Ambil napas dalam secara perlahan untuk membantu menurunkan tekanan darah. Tarik napas melalui hidung, tahan selama beberapa detik, lalu hembuskan secara perlahan.
- Minum air putih: Mengonsumsi segelas air putih dapat membantu menstabilkan tekanan darah.
- Kompres dingin: Jika mengalami sakit kepala, gunakan kompres dingin di dahi atau belakang leher dan pergelangan tangan untuk meredakan gejalanya.
- Hindari garam: Hindari makanan tinggi garam atau natrium, karena garam dapat memperburuk tekanan darah tinggi.
- Minum obat hipertensi: Jika memiliki riwayat hipertensi, segera minum obat yang telah diresepkan oleh dokter.
Kapan Harus ke Dokter?
Mengingat hipertensi bisa berkembang menjadi kondisi yang mengancam nyawa, kamu harus sangat peka terhadap sinyal darurat dari tubuh.
Segera cari pertolongan medis atau kunjungi instalasi gawat darurat (IGD) terdekat jika hasil pemeriksaan tensimeter kamu atau orang sekitarmu menunjukkan angka 180/120 mmHg atau lebih (Krisis Hipertensi), terlebih jika situasi tersebut disertai dengan tanda-tanda bahaya berikut:
- Sistem Pernapasan & Dada: Mengalami sesak napas akut atau nyeri dada yang terasa seperti ditekan benda berat.
- Gejala Neurologis (Saraf): Sakit kepala hebat yang muncul mendadak, kesulitan berbicara (pelo), serta munculnya rasa mati rasa atau kelemahan (lumpuh sebelah) pada anggota gerak tubuh.
- Sensori Mata: Terjadinya gangguan penglihatan atau pandangan kabur secara tiba-tiba.
Penting untuk Diingat: Krisis hipertensi adalah kondisi darurat medis. Penanganan yang cepat, tepat, dan langsung dari tenaga medis profesional sangat krusial untuk mencegah kerusakan organ vital yang lebih parah, seperti serangan jantung, stroke, atau gagal ginjal akut.
Artikel lainnya: Mengapa Penderita Hipertensi Mudah Marah?
Meskipun hipertensi sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas, penting untuk mengetahui tanda-tanda awal yang dapat muncul. Mengatasi hipertensi dengan segera melalui pertolongan pertama yang tepat dan kontrol medis adalah langkah penting dalam mencegah komplikasi lebih lanjut.
Hipertensi memerlukan penanganan yang cepat dan tepat. Temukan produk kesehatan di aplikasi Kpoin untuk membantu menjaga tekanan darah agar tetap stabil. Setiap pembelian di Kpoin memberi Kamu poin yang bisa ditukarkan di halaman redeem KPoin untuk mendapatkan diskon atau produk tambahan.
Dapatkan juga promo menarik yang bisa Kamu manfaatkan untuk menjaga kesehatan tanpa menguras dompet. Download aplikasi Kpoin sekarang dan nikmati kemudahan akses ke produk yang tepat serta penawaran hemat untuk pengelolaan hipertensi kamu!
Daftar Referensi:
- World Health Organization (WHO). (2021). Hypertension fact sheet.
- James, P. A., Oparil, S., & Carter, B. L. (2014). 2014 Evidence-Based Guideline for the Management of High Blood Pressure in Adults. JAMA, 311(5), 507-520.
- Kaplan, N. M. (2017). Primary hypertension: Pathogenesis and etiology. Hypertension, 70(3), 477-481.
Komentar

Ayo, jadi orang pertama yang tulis komentar kamu di artikel ini!
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi KPoin untuk berikan komen.



