
Jantung
Inilah Penyebab Hipertensi dan Cara Mencegahnya
Penulis: Christovel Ramot
Senin, 04 November 2024
Rating Artikel 5/5
|
1
Bagikan
Hipertensi (tekanan darah tinggi) adalah kondisi saat tekanan darah terhadap dinding arteri berada di atas batas normal (≥ 140/90 mmHg) secara terus-menerus. Kondisi ini sering disebut silent killer karena jarang menunjukkan gejala awal, namun dapat memicu penyakit mematikan seperti stroke dan serangan jantung.
Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 1,28 miliar orang di seluruh dunia menderita hipertensi, dan sebagian besar dari mereka tidak menyadarinya. Sedangkan dalam survei di Indonesia, prevalensi hipertensi tertinggi ditemukan pada kelompok usia 60+ tahun, yaitu 63,2%.
Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk memahami apa itu hipertensi, faktor penyebabnya, serta langkah-langkah yang dapat diambil untuk mencegah dan mengelola kondisi ini.
Artikel lainnya: Ciri-ciri Kolesterol Tinggi, Apakah KPeople Mengalaminya?
Apa itu Hipertensi?
Hipertensi adalah kondisi medis di mana tekanan darah seseorang terus-menerus berada di atas batas normal. Tekanan darah diukur dalam dua angka: sistolik (tekanan saat jantung berdetak) dan diastolik (tekanan saat jantung beristirahat di antara detak).
Tekanan darah normal umumnya berada di bawah 120/80 mmHg. Seseorang dianggap menderita hipertensi jika tekanan darahnya secara konsisten di atas 140/90 mmHg.
Jenis Hipertensi
Ada dua jenis hipertensi utama:
1. Hipertensi primer (Esensial)
Hipertensi primer adalah jenis yang paling umum, dan penyebab pastinya sering kali tidak dapat diidentifikasi. Kondisi ini berkembang secara bertahap dari waktu ke waktu dan cenderung dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti genetik, gaya hidup, dan penuaan.
2. Hipertensi sekunder
Hipertensi sekunder disebabkan oleh kondisi medis lain atau penggunaan obat-obatan tertentu. Kondisi medis yang dapat menyebabkan hipertensi sekunder termasuk penyakit ginjal, gangguan hormon seperti sindrom Cushing, dan masalah tiroid.
Hipertensi sekunder sering muncul secara tiba-tiba dan dapat menyebabkan tekanan darah yang lebih tinggi dibandingkan dengan hipertensi primer.
Artikel lainnya: Mengapa Penderita Hipertensi Mudah Marah?
Penyebab dan Faktor Risiko Hipertensi
Hingga saat ini, ada berbagai hal yang dapat memperbesar peluang seseorang mengidap tekanan darah tinggi. Agar bisa melakukan langkah pencegahan yang tepat, berikut adalah beberapa faktor risiko hipertensi yang wajib Anda pahami dan waspadai:
1. Faktor Risiko yang Di luar Kendali (Tidak Dapat Diubah)
Beberapa pemicu hipertensi bersifat alami dan tidak bisa kita kontrol. Kendati demikian, mengenali faktor-faktor ini sangat penting agar Anda bisa meningkatkan kewaspadaan dini. Di antaranya adalah:
- Faktor Usia: Risiko secara alami meningkat seiring bertambahnya usia, terutama bagi mereka yang telah menginjak di atas 65 tahun.
- Faktor Genetik: Memiliki anggota keluarga inti dengan riwayat medis serupa.
- Kondisi Medis Penyerta: Menderita penyakit kronis tertentu, seperti diabetes, gangguan ginjal, atau sleep apnea (gangguan tidur).
- Masa Kehamilan: Perubahan tubuh selama hamil berpotensi memicu lonjakan tekanan darah.
- Tekanan Mental: Tingkat stres yang tinggi dan tidak dikelola dengan baik.
2. Faktor Risiko yang Bisa Dikendalikan (Dapat Diubah)
Kabar baiknya, sebagian besar pemicu hipertensi justru bersumber dari gaya hidup sehari-hari. Artinya, Anda punya kendali penuh untuk mengubah kebiasaan berikut demi menurunkan risiko terkena hipertensi:
- Diet Tinggi Natrium: Kebiasaan mengonsumsi makanan yang terlalu asin atau tinggi garam secara berlebihan.
- Masalah Berat Badan: Mengalami kelebihan berat badan hingga obesitas.
- Kurang Serat: Jarang mengonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan segar.
- Sedentary Lifestyle: Kurang bergerak, malas beraktivitas fisik, atau jarang berolahraga.
- Kebiasaan Merokok: Zat kimia dalam rokok dapat merusak dinding pembuluh darah.
- Konsumsi Alkohol: Sering meminum minuman beralkohol dalam jumlah tinggi.
- Asupan Kafein Berlebih: Terlalu banyak mengonsumsi makanan atau minuman yang tinggi kafein (seperti kopi atau minuman berenergi).
Cara Mencegah Hipertensi
Mengenali hipertensi lebih awal dapat sangat membantu dalam mencegah komplikasi serius di kemudian hari. Hipertensi sering disebut sebagai "pembunuh diam-diam" karena tidak menunjukkan gejala yang jelas sampai terjadi kerusakan yang signifikan pada organ vital, seperti jantung, ginjal, dan otak.
Oleh karena itu, sangat penting untuk rutin memeriksakan tekanan darah, terutama jika Kamu memiliki faktor risiko seperti riwayat keluarga, obesitas, atau gaya hidup tidak sehat.
Deteksi dini hipertensi memungkinkan pengelolaan yang lebih efektif melalui perubahan gaya hidup dan, jika diperlukan, pengobatan medis. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencegah atau mengelola hipertensi:
1. Memantau tekanan darah secara teratur
Pemeriksaan tekanan darah secara berkala dapat membantu mendeteksi hipertensi lebih awal. Jika tekanan darah mulai meningkat, intervensi dini dapat dilakukan untuk mencegah perkembangan lebih lanjut.
2. Perubahan gaya hidup
Mengadopsi gaya hidup sehat, seperti diet rendah garam, rutin berolahraga, dan mengelola stres, dapat membantu menurunkan tekanan darah dan mencegah hipertensi.
3. Pemeriksaan rutin
Jika perubahan gaya hidup tidak cukup untuk mengendalikan tekanan darah, dokter mungkin meresepkan obat antihipertensi. Pengobatan harus dikombinasikan dengan perubahan gaya hidup untuk hasil yang optimal.
4. Pendidikan dan kesadaran
Meningkatkan kesadaran tentang risiko hipertensi dan pentingnya pengelolaan tekanan darah adalah langkah penting dalam mencegah komplikasi. Program pendidikan kesehatan masyarakat dapat membantu individu mengenali gejala awal dan pentingnya memeriksakan tekanan darah secara rutin.
Artikel lainnya: 10 Tanda Serangan Jantung, Bisa Muncul Sebulan Sebelumnya
Hipertensi adalah kondisi medis yang serius dan dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang berbahaya jika tidak dikelola dengan baik. Meskipun sering kali tidak menunjukkan gejala, hipertensi dapat dideteksi dan dikelola dengan pemeriksaan rutin dan perubahan gaya hidup.
Memahami faktor risiko dan mengenali hipertensi lebih awal dapat membantu mencegah perkembangan penyakit yang lebih serius, seperti penyakit jantung dan stroke. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan tekanan darah dan melakukan langkah-langkah pencegahan yang diperlukan.
Dapatkan penawaran spesial untuk produk kesehatan yang mendukung pengelolaan hipertensi! Akses berbagai promo menarik khusus untuk produk kesehatan dan suplemen untuk mendukung pengelolaan tekanan darah langsung di aplikasi Kpoin.
Daftar sekarang dan jangan lewatkan diskon eksklusif untuk pengguna baru dan cek daftar merchant terpercaya. Download aplikasi loyalty KPoin di Google Play dan App Store. Ayo mulai belanja pintar untuk kesehatan kamu!
Referensi
- World Health Organization (WHO): Hypertension. 2021.
- American Heart Association (AHA): Understanding Blood Pressure Readings.
- National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI): What Is High Blood Pressure? 2022.
- The Lancet: Global, regional, and national trends in systolic blood pressure since 1980: systematic analysis of health examination surveys and epidemiological studies with 786 country-years and 5.4 million participants.
Komentar
meilin • Rating 5/5
Selasa, 24 Februari 2026
Admin KPoin
Rabu, 25 Februari 2026
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi KPoin untuk berikan komen.



