
Kesehatan Tulang
Cara Plank yang Benar untuk Pemula agar Efektif & Aman
Penulis: Siti Nurmayani Putri
Senin, 31 Agustus 2026
Rating Artikel 0/5
|
0
Bagikan
Plank termasuk latihan sederhana yang bisa dilakukan hampir di mana saja tanpa membutuhkan alat khusus. Meski terlihat mudah, gerakan ini tetap membutuhkan teknik yang tepat agar otot bekerja secara optimal.
Memahami cara plank yang benar penting, terutama bagi KPeople pemula, karena posisi tubuh yang kurang tepat dapat membuat latihan terasa lebih berat atau menimbulkan ketegangan pada punggung dan bahu.
Selain membantu melatih otot perut, plank melibatkan berbagai bagian tubuh yang berperan dalam menjaga kestabilan, seperti punggung, pinggul, bokong, dan bahu. Untuk itu, plank sering digunakan sebagai bagian dari latihan untuk memperkuat otot inti atau core.
Jika dilakukan secara konsisten dengan teknik yang baik, manfaat plank dapat membantu meningkatkan stabilitas tubuh dan mendukung gerakan sehari-hari.
Artikel lainnya: 5 Manfaat Plank Setiap Hari yang Sering Diabaikan
Cara Plank yang Benar Langkah Demi Langkah
Sebelum mulai, pastikan tubuh berada dalam kondisi nyaman dan permukaan tempat berlatih cukup stabil. Gerakan plank untuk pemula dimulai dengan posisi lutut menyentuh lantai sebelum beralih ke plank penuh. Kunci utamanya bukan menahan posisi selama mungkin, melainkan menjaga bentuk tubuh tetap baik selama latihan.
Posisi siku dan bahu
Jika melakukan forearm plank, letakkan kedua siku tepat di bawah bahu. Lengan bawah berada di lantai dan tangan dapat dirapatkan atau diletakkan sejajar sesuai posisi yang terasa nyaman.
Hindari menempatkan siku terlalu jauh ke depan karena posisi tersebut dapat membuat bahu bekerja lebih keras dan mengurangi kestabilan tubuh.
Bahu juga sebaiknya tidak terangkat mendekati telinga. Bayangkan bahu berada dalam posisi rileks tetapi tetap stabil, sementara dada tidak terlalu ditekan ke bawah.
Menjaga hubungan antara bahu dan siku tetap baik merupakan bagian penting dari posisi plank benar, sehingga beban dapat tersebar lebih merata.
Posisi tubuh dan pinggul
Setelah siku dan bahu berada pada posisi yang tepat, luruskan kaki ke belakang dengan bertumpu pada ujung jari kaki. Usahakan tubuh membentuk satu garis lurus mulai dari kepala, punggung, pinggul hingga tumit.
Pinggul jangan dibiarkan turun terlalu rendah karena dapat membuat punggung bagian bawah menerima tekanan lebih besar.
Sebaliknya, jangan mengangkat pinggul terlalu tinggi hingga tubuh menyerupai huruf V. Kesalahan tersebut biasanya terjadi ketika seseorang mulai lelah dan berusaha mengurangi beban latihan.
Jika belum mampu mempertahankan garis tubuh dengan baik, lebih baik turunkan lutut ke lantai dan lakukan plank modifikasi.
Posisi leher dan pandangan
Leher perlu berada dalam posisi netral selama melakukan plank. Jangan mendongakkan kepala untuk melihat ke depan atau menundukkan kepala terlalu dalam.
Cara sederhana untuk menjaga posisi ini adalah mengarahkan pandangan ke lantai beberapa sentimeter di depan tangan atau siku.
Bayangkan kepala merupakan perpanjangan dari tulang belakang. Dengan begitu, leher KPeople tetap sejajar dengan punggung dan tidak mendapat ketegangan yang tidak diperlukan. Menjaga leher netral juga membantu mempertahankan postur tubuh secara keseluruhan selama latihan.
Mengaktifkan otot perut dan bokong
Plank bukan sekadar menahan tubuh agar tidak jatuh. Selama berada dalam posisi ini, kencangkan otot perut seolah-olah sedang bersiap menerima dorongan ringan pada perut. Pada saat yang sama, aktifkan otot bokong agar panggul tetap stabil dan tubuh tidak mudah melengkung.
Bernapas tetap penting meskipun otot sedang menegang. Tarik dan buang napas secara teratur, tanpa menahan napas selama plank.
Mengaktifkan perut dan bokong dengan baik akan membantu tubuh mempertahankan posisi sehingga latihan plank untuk otot inti menjadi lebih efektif.
Artikel Lainnya: Work Up Your Game: Olahraga Rutin untuk Tulang Sehat & Kuat
Kesalahan Umum Saat Plank yang Perlu Dihindari
Memahami kesalahan plank sama pentingnya dengan mengetahui teknik yang benar. Beberapa kesalahan mungkin terlihat sepele, tetapi dapat membuat latihan kurang efektif atau meningkatkan ketegangan pada bagian tubuh tertentu.
- Pinggul terlalu rendah, sehingga perut mendekati lantai dan punggung bagian bawah melengkung.
- Pinggul terlalu tinggi, sehingga tubuh tidak lagi membentuk garis lurus.
- Siku terlalu jauh dari bahu, terutama saat melakukan forearm plank.
- Bahu terangkat ke arah telinga, yang dapat membuat area bahu dan leher cepat tegang.
- Kepala terlalu mendongak atau menunduk, sehingga leher tidak berada dalam posisi netral.
- Perut dibiarkan rileks, sehingga tubuh sulit mempertahankan posisi stabil.
- Menahan napas, terutama ketika mulai merasa lelah.
- Memaksakan durasi, meskipun posisi tubuh sudah mulai berubah.
- Langsung melakukan variasi sulit, padahal plank dasar belum dikuasai.
Berapa Lama Sebaiknya Menahan Plank?
Pertanyaan plank berapa lama sebenarnya tidak memiliki satu jawaban yang berlaku untuk semua orang. Durasi sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan dan kualitas gerakan.
Pemula dapat memulai dengan durasi singkat, misalnya sekitar 10–20 detik, kemudian beristirahat dan mengulanginya beberapa kali. Jika tubuh sudah terbiasa, durasi dapat ditambah secara bertahap.
Tidak perlu mengejar waktu yang sangat lama jika posisi tubuh mulai berantakan. Menahan plank selama 30 detik dengan postur yang baik lebih bermanfaat daripada bertahan selama beberapa menit tetapi pinggul turun, punggung melengkung, atau bahu mulai terasa sakit.
Cleveland Clinic juga menyarankan peningkatan durasi secara bertahap dan mempertimbangkan variasi gerakan ketika kemampuan menahan plank sudah semakin baik.
Untuk plank setiap hari, sebenarnya tidak selalu diperlukan. Latihan dapat dimasukkan beberapa kali dalam seminggu sesuai program olahraga secara keseluruhan. Yang terpenting adalah memberikan tubuh kesempatan untuk beradaptasi dan tidak memaksakan latihan ketika muncul nyeri.
Artikel Lainnya: Manfaat Latihan Kalistenik: Olahraga Simpel, Hasil Maksimal
Variasi Plank untuk Meningkatkan Tantangan
Setelah menguasai plank dasar, latihan dapat dibuat lebih menantang dengan beberapa variasi plank. Perubahan gerakan dapat membantu melatih stabilitas tubuh dari sudut yang berbeda sekaligus mencegah latihan terasa monoton. Namun, pastikan teknik plank dasar sudah dikuasai sebelum meningkatkan tingkat kesulitan.
Berikut beberapa variasi latihan plank di rumah yang bisa KPeople coba:
- Knee plank: Lakukan plank dengan lutut tetap menyentuh lantai. Cocok sebagai tahap awal plank untuk pemula.
- High plank: Tangan berada di lantai dengan lengan lurus seperti posisi awal push-up.
- Side plank: Tubuh bertumpu pada satu sisi untuk melatih stabilitas otot inti dan otot di bagian samping tubuh.
- Plank leg lift: Dari posisi plank, angkat satu kaki secara perlahan tanpa membiarkan pinggul berputar.
- Plank shoulder tap: Dari high plank, sentuhkan satu tangan ke bahu yang berlawanan secara bergantian sambil menjaga pinggul tetap stabil.
- Plank dengan gerakan maju-mundur: Pertahankan posisi plank sambil menggerakkan tubuh secara perlahan ke depan dan belakang.
- Modified side plank: Side plank dilakukan dengan lutut menempel di lantai sehingga lebih mudah untuk pemula.
Beberapa variasi tersebut dapat meningkatkan tuntutan pada otot inti dan stabilitas tubuh. Misalnya, side plank dapat membantu melatih otot di sisi tubuh, sedangkan plank dengan angkatan kaki memberikan tantangan tambahan pada otot bokong dan area inti.
Latihan plank yang rutin akan memberi hasil terbaik bila didukung nutrisi yang menjaga kekuatan otot dan tulangmu. Entrasol dengan kandungan tinggi protein, kalsium, dan Olive Extract hadir untuk mendukung kesehatan otot dan tulang agar kamu bisa terus aktif bergerak.
Dan kabar baiknya, setiap pembelian produk Kalbe bisa memberimu nilai lebih. KPoin adalah program loyalitas dari Kalbe yang mengubah setiap transaksimu menjadi poin yang bisa ditukarkan dengan berbagai hadiah pilihanmu.
Yuk, kenali lebih lanjut Apa Itu KPoin dan download aplikasi KPoin sekarang. Di aplikasi, kamu bisa langsung melihat jumlah poin yang bertambah setiap kali bertransaksi produk Kalbe.
Referensi:
- Cleveland Clinic. Why You Should Start Doing Planks. Diakses dari https://health.clevelandclinic.org/plank-exercise-benefits
- Harvard Health Publishing. Try this move for better core strength. Diakses dari https://www.health.harvard.edu/healthy-aging-and-longevity/try-this-move-for-better-core-strength
- Mayo Clinic. Exercises to improve your core strength. Diakses dari https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/fitness/in-depth/core-strength/art-20546851
Komentar

Ayo, jadi orang pertama yang tulis komentar kamu di artikel ini!
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi KPoin untuk berikan komen.



