
Lifestyle
Jenis Coating Alat Masak: Mana yang Aman untuk Kesehatan?
Penulis: Christovel Ramot
Rabu, 07 Januari 2026
Rating Artikel 5/5
|
13
Bagikan
Coating atau pelapis pada alat masak seperti wajan dan panci kini sudah menjadi standar kualitas saat seseorang membeli perlengkapan dapur. Hampir semua peralatan memasak modern mengandalkan lapisan tertentu agar makanan tidak lengket, lebih mudah dibersihkan, serta tahan lama digunakan.
Di pasaran, kita mengenal berbagai jenis pelapis, mulai dari PTFE (Teflon), keramik, anodized aluminum, hingga titanium coating.
Namun, di balik kepraktisan tersebut, muncul pertanyaan penting: apakah semua jenis coating alat masak aman bagi kesehatan?
Beberapa penelitian dan laporan kesehatan menunjukkan bahwa jenis pelapis tertentu bisa melepaskan zat berbahaya saat dipanaskan pada suhu tinggi atau ketika lapisannya rusak. Jika digunakan dalam jangka panjang, paparan zat ini berpotensi memengaruhi kesehatan.
Apa Itu Coating atau Pelapis Alat Masak?
Coating alat masak adalah lapisan khusus yang diaplikasikan pada permukaan wajan, panci, atau alat masak lainnya dengan tujuan meningkatkan performa dan kenyamanan saat memasak. Fungsi utama pelapis ini antara lain:
- Mencegah makanan lengket
- Memudahkan proses pembersihan
- Melindungi bahan dasar alat masak dari karat dan korosi
- Meningkatkan daya tahan dan umur pakai
Coating dapat terbuat dari bahan kimia sintetis maupun material mineral alami. Cara kerjanya adalah menciptakan permukaan halus dan licin yang mengurangi gesekan antara makanan dan alat masak. Namun, setiap bahan pelapis memiliki karakteristik berbeda, termasuk stabilitas terhadap panas dan potensi reaksi kimia.
Baca artikel lainnya: Terpapar Cs-137? Kenali Risiko dan Penanganan
Jenis-Jenis Coating atau Pelapis Alat Masak
Berikut jenis coating alat masak yang paling umum ditemukan di pasaran, lengkap dengan manfaat, kekurangan, dan potensi bahayanya bagi kesehatan.
1. PTFE (Teflon)
Manfaat:
- Permukaan sangat anti lengket
- Membutuhkan sedikit minyak saat memasak
- Mudah dibersihkan
Kekurangan:
- Tidak tahan goresan
- Umur pakai relatif pendek jika sering dipakai suhu tinggi
Bahaya bagi Kesehatan:
PTFE dapat melepaskan uap beracun jika dipanaskan di atas suhu ±260°C. Paparan uap ini dikaitkan dengan polymer fume fever yang menyebabkan gejala seperti flu. Jika lapisan terkelupas dan tertelan, meski sebagian besar akan keluar bersama feses, tetap tidak dianjurkan untuk penggunaan jangka panjang dalam kondisi rusak.
2. Ceramic Coating
Manfaat:
- Bebas PTFE dan PFOA
- Tampilan estetik
- Tahan panas sedang
Kekurangan:
- Anti lengket berkurang seiring waktu
- Mudah retak jika perubahan suhu ekstrem
Bahaya bagi Kesehatan:
Relatif aman selama lapisan masih utuh. Namun, jika retak atau mengelupas, performa anti lengket menurun dan berisiko mencampurkan partikel ke makanan.
3. Hard Anodized Aluminum
Manfaat:
- Lebih keras dari aluminium biasa
- Distribusi panas merata
- Tahan gores
Kekurangan:
- Harga lebih mahal
- Tidak sepenuhnya anti lengket tanpa lapisan tambahan
Bahaya bagi Kesehatan:
Lapisan anodisasi membuat aluminium lebih stabil dan meminimalkan migrasi aluminium ke makanan, sehingga relatif aman.
4. Stainless Steel (Tanpa Coating Kimia)
Manfaat:
- Tahan lama
- Tidak bereaksi dengan makanan
- Aman untuk suhu tinggi
Kekurangan:
- Makanan mudah lengket jika teknik memasak kurang tepat
- Perlu minyak lebih banyak
Bahaya bagi Kesehatan:
Sangat minim risiko. Migrasi logam seperti nikel sangat kecil dan masih dalam batas aman bagi kebanyakan orang.
5. Cast Iron (Besi Cor)
Manfaat:
- Sangat tahan lama
- Cocok untuk suhu tinggi
Kekurangan:
- Berat
- Perlu perawatan khusus (seasoning)
Bahaya bagi Kesehatan:
Umumnya aman. Namun, bagi penderita hemochromatosis, asupan zat besi berlebih perlu diwaspadai.
6. Enamel Coating
Manfaat:
- Tidak bereaksi dengan makanan asam
- Tampilan menarik
- Mudah dibersihkan
Kekurangan:
- Mudah retak jika jatuh
- Berat
Bahaya bagi Kesehatan:
Aman selama enamel bebas timbal dan tidak retak. Produk berkualitas rendah berisiko mengandung logam berat.
7. Titanium Coating
Manfaat:
- Sangat kuat dan tahan gores
- Tahan suhu tinggi
- Anti lengket lebih awet
Kekurangan:
- Harga relatif mahal
Bahaya bagi Kesehatan:
Titanium bersifat biokompatibel, stabil, dan aman untuk memasak. Risiko kesehatan sangat rendah.
8. Stone / Granite Coating
Manfaat:
- Anti lengket alami
- Bebas PTFE dan PFOA
- Tampilan premium
Kekurangan:
- Berat
- Kualitas tergantung produsen
Bahaya bagi Kesehatan:
Relatif aman jika tidak dicampur resin berbahaya dan digunakan sesuai petunjuk.
Baca artikel lainnya: Dari Gorengan ke Granola, Ubah Jadi Cemilan Sehat untuk Kamu
Mana Coating Alat Masak yang Paling Aman untuk Kesehatan?
Berdasarkan keamanan jangka panjang dan stabilitas bahan, coating yang paling dianjurkan untuk kesehatan adalah:
- Stainless Steel
- Cast Iron
- Titanium Coating
- Ceramic Coating berkualitas tinggi
Keempat jenis ini memiliki risiko minimal terhadap pelepasan zat berbahaya, terutama jika digunakan sesuai petunjuk dan dirawat dengan baik.
Jadi, pelapis atau coating alat masak memang memberikan kemudahan dan kenyamanan saat memasak. Namun, tidak semua jenis coating memiliki tingkat keamanan yang sama bagi kesehatan. Faktor seperti suhu memasak, kondisi lapisan, dan kualitas produk sangat menentukan apakah alat masak aman digunakan dalam jangka panjang.
Sebagai konsumen, penting untuk tidak hanya tergiur harga dan tampilan, tetapi juga memahami material pelapis yang digunakan. Dengan memilih alat masak yang tepat, kamu tidak hanya menjaga kualitas masakan, tetapi juga kesehatan diri dan keluarga.
Kamu ingin membaca artikel kesehatan dan gaya hidup lainnya yang tak kalah menarik? Kunjungi artikel pilihan di KPoin dan dapatkan poin tambahan dari aktivitas belanja produk Kalbe favoritmu. Unduh aplikasi KPoin sekarang di App Store dan Google Play Store, lalu kumpulkan poin untuk berbagai reward menarik.
Daftar Referensi & Pustaka:
- Nonstick Cookware Safety – Harvard Health Publishing, 2023
- Cookware Materials and Health – World Health Organization, 2022
- Bahaya Teflon Jika Dipanaskan – KlikDokter, 2023
- Aluminum Exposure and Human Health – National Institutes of Health (NIH), 2021
- Titanium in Food Contact Materials – European Food Safety Authority (EFSA), 2022
Komentar
Ira Ramadhani Nur Janah • Rating 5/5
Kamis, 08 Januari 2026
Admin KPoin
Kamis, 08 Januari 2026
dimar setyo • Rating 5/5
Kamis, 08 Januari 2026
Admin KPoin
Kamis, 08 Januari 2026
ayu • Rating 5/5
Kamis, 08 Januari 2026
Admin KPoin
Kamis, 08 Januari 2026
yendiana astri akung • Rating 5/5
Kamis, 08 Januari 2026
Admin KPoin
Kamis, 08 Januari 2026
akhyar • Rating 5/5
Rabu, 07 Januari 2026
Admin KPoin
Kamis, 08 Januari 2026
Ripan Yustina • Rating 5/5
Rabu, 07 Januari 2026
Admin KPoin
Kamis, 08 Januari 2026
annisa septi khoiriyah • Rating 5/5
Rabu, 07 Januari 2026
Admin KPoin
Kamis, 08 Januari 2026
athiyah salsabil amin • Rating 5/5
Rabu, 07 Januari 2026
Admin KPoin
Kamis, 08 Januari 2026
supiyani • Rating 5/5
Rabu, 07 Januari 2026
Admin KPoin
Kamis, 08 Januari 2026
azmi • Rating 5/5
Rabu, 07 Januari 2026
Admin KPoin
Kamis, 08 Januari 2026
dessy fitriani • Rating 5/5
Rabu, 07 Januari 2026
Admin KPoin
Rabu, 07 Januari 2026
nurul • Rating 5/5
Rabu, 07 Januari 2026
Admin KPoin
Rabu, 07 Januari 2026
bella • Rating 5/5
Rabu, 07 Januari 2026
Admin KPoin
Rabu, 07 Januari 2026
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi KPoin untuk berikan komen.



