
Diet dan Nutrisi
5 Makanan Pemicu Kolesterol Tinggi yang Sering Dikira Sehat
Penulis: Siti Nurmayani Putri
Selasa, 15 September 2026
Rating Artikel 0/5
|
0
Bagikan
Kolesterol sering kali dikaitkan dengan makanan berlemak dan gorengan. Namun, beberapa makanan juga dapat menjadi makanan pemicu kolesterol tinggi yang sering dikira sehat jika dikonsumsi terlalu banyak atau diolah dengan bahan tinggi lemak jenuh.
Santan, seafood tertentu, keju, mentega, kopi dengan krim, hingga granola kemasan adalah beberapa contohnya. Bukan berarti makanan tersebut harus KPeople hindari sepenuhnya, tetapi penting memperhatikan jenis, porsi, bahan tambahan, dan cara pengolahannya.
Kenapa Banyak Makanan 'Sehat' Justru Bisa Menaikkan Kolesterol?
Label "sehat" pada suatu makanan tidak selalu berarti makanan tersebut rendah lemak atau cocok dikonsumsi tanpa batas. Contohnya, makanan yang berasal dari bahan alami tetap dapat mengandung lemak jenuh dalam jumlah cukup tinggi.
Menurut Mayo Clinic, lemak jenuh inilah yang perlu diperhatikan karena dapat meningkatkan kolesterol jahat LDL dalam darah. Jadi, ketika mencari makanan yang lebih baik untuk kolesterol, jangan hanya melihat apakah bahannya alami, tetapi perhatikan juga kandungan lemak jenuh, gula tambahan, serta ukuran porsinya.
Selain itu, kolesterol dari makanan bukan satu-satunya faktor yang menentukan kadar kolesterol darah. Tubuh juga memproduksi kolesterol sendiri, sedangkan pola makan tinggi lemak jenuh dan lemak trans dapat berkontribusi terhadap peningkatan LDL.
Oleh sebab itu, memahami penyebab kolesterol naik sebaiknya tidak hanya berfokus pada makanan yang bikin kolesterol, tetapi juga pada jenis lemak yang dikonsumsi dan pola makan secara keseluruhan.
Daftar Makanan yang Dikira Sehat tapi Pemicu Kolesterol
Ada beberapa makanan yang sekilas terlihat sehat karena menggunakan bahan alami atau memiliki kandungan nutrisi tertentu. Namun, kandungan lemak jenuh, gula tambahan, atau cara pengolahannya dapat membuat makanan tersebut kurang baik jika dikonsumsi berlebihan.
Berikut beberapa makanan tinggi kolesterol yang perlu KPeople perhatikan porsinya:
1. Santan kental dalam masakan sehari-hari
Santan berasal dari kelapa dan sering digunakan dalam masakan rumahan seperti opor, gulai, lodeh, dan berbagai hidangan lainnya.
Karena berasal dari bahan nabati, santan kadang dianggap lebih aman dibandingkan sumber lemak hewani. Padahal, kelapa termasuk sumber lemak jenuh, sehingga penggunaan santan kental dalam jumlah banyak dan terlalu sering dapat meningkatkan asupan lemak jenuh.
Bukan berarti santan harus masuk daftar pantangan kolesterol tinggi yang wajib dihindari selamanya. Yang lebih penting adalah mengatur frekuensi dan jumlahnya. Misalnya, gunakan santan lebih encer, kurangi jumlah santan dalam resep, atau kombinasikan dengan bahan lain seperti sayuran dan rempah.
Dengan begitu, Mama tetap dapat menikmati makanan bersantan tanpa menjadikannya sumber utama lemak jenuh dalam pola makan sehari-hari. Baca juga Manfaat Air Kelapa Hijau untuk Kesehatan.
2. Seafood tertentu
Seafood sebenarnya tidak otomatis menjadi makanan penyebab kolesterol tinggi. Banyak jenis ikan, terutama ikan berlemak seperti salmon, tuna, dan makarel, justru merupakan sumber lemak tak jenuh dan omega-3 yang baik untuk pola makan sehat.
Namun, beberapa jenis seafood seperti udang dan kerang memiliki kandungan kolesterol makanan yang cukup tinggi.
Masalahnya bisa semakin besar ketika seafood dimasak dengan cara yang menambahkan banyak lemak, misalnya digoreng tepung, dimasak dengan saus krim, atau disajikan bersama mentega dalam jumlah banyak.
Jadi, bukan berarti seafood harus dihapus dari menu. Pilih porsi yang sesuai dan utamakan cara pengolahan seperti dikukus, dipanggang, atau ditumis dengan sedikit minyak.
Artikel Lainnya: Ciri Kolesterol Tinggi: Penyebab, Solusi & Tips Pencegahan
3. Keju, mentega, dan produk susu full cream berlebih
Keju dan susu dapat menjadi sumber protein serta kalsium, sehingga sering dimasukkan dalam pola makan bergizi. Namun, produk susu full cream, mentega, krim, dan beberapa jenis keju juga mengandung lemak jenuh.
Jika dikonsumsi dalam jumlah besar dan terlalu sering, asupan lemak jenuh dapat berkontribusi pada peningkatan LDL. Untuk itu, KPeople perlu memperhatikan bentuk konsumsinya.
Keju sebagai pelengkap dalam jumlah kecil tentu berbeda dengan makanan yang menggunakan banyak keju sekaligus, ditambah mentega dan saus krim. Jika ingin lebih ramah terhadap kolesterol, pilih susu atau produk susu rendah lemak dan gunakan mentega maupun krim secukupnya.
4. Kopi kekinian dan minuman 'sehat' tinggi krim
Kopi hitam tanpa tambahan gula atau krim tidak sama dengan kopi kekinian yang diberi whipped cream, krimer, susu full cream, saus karamel, atau topping lainnya. Kandungan lemak jenuh dan gula tambahan dapat meningkat cukup banyak tergantung resep dan ukuran minuman.
Beberapa jenis krimer non-dairy juga sering menggunakan lemak trans dari partially hydrogenated oil, sehingga label komposisi tetap perlu diperhatikan.
Hal serupa berlaku pada minuman yang diberi kesan "sehat" karena menggunakan bahan tertentu, misalnya susu, cokelat, oat, atau bahan nabati, tetapi tetap mengandung banyak krim dan gula tambahan.
Jika dikonsumsi sesekali tentu berbeda dengan kebiasaan meminumnya setiap hari. Untuk pilihan yang lebih sederhana, pilih minuman dengan lebih sedikit gula dan krim, serta perhatikan ukuran sajian.
5. Granola dan sereal manis kemasan
Granola sering dianggap sebagai pilihan sarapan sehat karena identik dengan oat, biji-bijian, kacang, dan buah kering. Padahal, tidak semua granola memiliki komposisi yang sama.
Sebagian produk kemasan dapat mengandung gula tambahan cukup tinggi, terutama jika ditambah madu, sirup, cokelat, atau pemanis lainnya. Sereal sarapan tertentu juga dapat memiliki kandungan gula yang tinggi.
Gula tambahan memang tidak sama dengan lemak jenuh dan tidak secara langsung berarti akan meningkatkan LDL. Namun, konsumsi makanan dan minuman tinggi gula secara berlebihan dapat berkontribusi terhadap kelebihan kalori dan masalah metabolik yang berkaitan dengan kesehatan jantung.
Jadi, saat KPeople memilih granola, jangan hanya melihat tulisan "whole grain" atau "high fiber", tetapi cek juga kandungan gula tambahan, lemak jenuh, dan ukuran porsinya.
Cara Pengolahan Sama Pentingnya dengan Bahannya
Bahan makanan yang sama dapat memberikan pilihan yang berbeda tergantung cara mengolahnya. Ikan, ayam, atau sayuran yang dipanggang atau dikukus tentu berbeda dengan bahan yang sama ketika digoreng menggunakan banyak minyak.
Makanan yang digoreng juga dapat menyerap minyak, sehingga kandungan lemak dan kalorinya menjadi lebih tinggi. Oleh sebab itu, memperhatikan teknik memasak merupakan bagian penting dari cara turunkan kolesterol melalui perubahan pola makan.
Digoreng vs dipanggang vs direbus
Untuk menu sehari-hari, memanggang, mengukus, merebus, atau menumis dengan sedikit minyak dapat menjadi alternatif yang lebih baik dibandingkan deep frying.
Misalnya, ikan dapat dipanggang dengan rempah dan perasan jeruk nipis, sedangkan ayam dapat dipanggang tanpa kulit. Teknik ini membantu mengurangi penggunaan minyak tambahan sekaligus tetap mempertahankan rasa makanan.
Perlu diingat, cara memasak yang lebih sehat bukan berarti membuat makanan otomatis rendah kolesterol jika bahan utamanya memang tinggi lemak jenuh. Misalnya, santan kental tetap menyumbang lemak jenuh meskipun masakannya tidak digoreng.
Sebaliknya, bahan makanan yang baik dapat menjadi pilihan yang kurang sehat jika dimasak dengan banyak mentega, minyak, krim, atau saus tinggi lemak.
Artikel Lainnya: Tips Menikmati Daging Kurban Tanpa Takut Kolesterol Naik
Cara Menikmati Makanan Ini dengan Lebih Bijak
Mengetahui makanan yang perlu dibatasi bukan berarti KPeople harus menghindarinya sepenuhnya. Dengan mengatur porsi, memilih bahan yang tepat, dan menggunakan metode memasak yang lebih sehat, makanan favorit tetap bisa dinikmati tanpa mengabaikan kesehatan jantung dan kadar kolesterol.
1. Atur porsi, bukan menghindari total
Menjaga kolesterol bukan berarti semua makanan favorit harus langsung masuk daftar larangan. Tips jaga kolesterol yang lebih realistis adalah memperhatikan frekuensi, porsi, dan keseimbangan makanan secara keseluruhan.
Santan, keju, seafood tertentu, atau granola masih dapat dikonsumsi selama jumlahnya sesuai dan tidak mendominasi pola makan sehari-hari.
Coba gunakan prinsip sederhana, yaitu semakin tinggi kandungan lemak jenuh atau gula tambahan dalam suatu makanan, semakin perlu diperhatikan porsinya. Lengkapi makanan dengan sayur, buah, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan sumber protein yang lebih rendah lemak.
Serat larut dari makanan seperti oat, kacang-kacangan, apel, dan pir juga dapat membantu menurunkan penyerapan kolesterol di saluran cerna.
2. Pilih metode masak yang lebih ramah kolesterol
Selain memilih bahan, ubah juga kebiasaan memasak secara bertahap. Kurangi penggunaan mentega, krim, minyak dalam jumlah banyak, dan santan kental. Sebagai gantinya, gunakan rempah, bawang, cabai, jeruk nipis, cuka, atau berbagai bumbu alami untuk memperkaya rasa tanpa harus menambahkan banyak lemak.
Saat membeli makanan kemasan, biasakan membaca label nutrisi. Perhatikan terutama jumlah lemak jenuh, lemak trans, gula tambahan, dan ukuran sajian. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu Mama membedakan mana makanan sehat tapi tinggi lemak dan mana yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan pola makan sehari-hari.
Menjaga kolesterol tetap terkendali bukan berarti harus menghindari semua makanan favorit — kuncinya adalah pilihan yang lebih bijak setiap hari. Nutrive Benecol dengan kandungan Plant Stanol Ester hadir untuk membantu menjaga kadar kolesterol sebagai bagian dari pola makan sehatmu.
Dan kabar baiknya, setiap pembelian produk Kalbe bisa memberimu nilai lebih. KPoin adalah program loyalitas dari Kalbe yang mengubah setiap transaksimu menjadi poin yang bisa ditukarkan dengan berbagai hadiah pilihanmu.
Yuk, kenali lebih lanjut Apa Itu KPoin dan download aplikasi KPoin sekarang. Di aplikasi, kamu bisa langsung melihat jumlah poin yang bertambah setiap kali bertransaksi produk Kalbe.
Referensi:
- Kemenkes. Mengenal Diet Kolesterol. Diakses dari https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/4193/mengenal-diet-kolesterol
- Mayo Clinic. Cholesterol: Top foods to improve your numbers. Diakses dari https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-cholesterol/in-depth/cholesterol/art-20045192
- CDC. Preventing High Cholesterol. Diakses dari https://www.cdc.gov/cholesterol/prevention/index.html
- Mayo Clinic. Dietary fat: Know which to choose. Diakses dari https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/fat/art-20045550
- Mayo Clinic. Trans fat is double trouble for heart health. Diakses dari https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-cholesterol/in-depth/trans-fat/art-20046114
- Harvard Health Publishing. Build a better breakfast. Diakses dari https://www.health.harvard.edu/heart-health/build-a-better-breakfast
- Medline Plus. Cholesterol and lifestyle. Diakses dari https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000099.htm
Komentar

Ayo, jadi orang pertama yang tulis komentar kamu di artikel ini!
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi KPoin untuk berikan komen.



