
Ginjal dan Saluran Kemih
8 Buah yang Tidak Boleh Dimakan Penderita Gagal Ginjal
Penulis: Siti Nurmayani Putri
Selasa, 18 Agustus 2026
Rating Artikel 5/5
|
1
Bagikan
Inti Sari
Penderita gagal ginjal perlu membatasi konsumsi buah tinggi kalium dan fosfor, seperti pisang, durian, alpukat, nangka, jeruk, melon, air kelapa, serta buah kering (kurma dan kismis), karena ginjal yang menurun fungsinya tidak mampu membuang kelebihan elektrolit tersebut secara efektif.
Alternatif yang lebih aman buah rendah kalium seperti apel, pir, anggur, stroberi, nanas, jambu biji, dan pepaya, namun tetap dengan porsi yang terkontrol serta konsultasi rutin dengan ahli gizi.
Penderita gagal ginjal harus berhati-hati dalam memilih jenis buah yang dikonsumsi. Beberapa buah mengandung kadar kalium (potassium) dan fosfor yang tinggi, sehingga dapat membahayakan kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.
Lantas, apa saja buah yang tidak boleh dimakan penderita gagal ginjal? Mari ketahui buah-buahan yang sebaiknya dihindari oleh penderita gagal ginjal, serta alternatif buah yang lebih aman untuk dikonsumsi.
Daftar Buah Tinggi Kalium yang Perlu Dihindari atau Dibatasi Ketat
Beberapa buah yang umum dikonsumsi ternyata memiliki kandungan kalium yang cukup tinggi dan sebaiknya dibatasi, antara lain:
1. Pisang
Pisang merupakan buah tinggi kalium yang sangat populer, terutama sebagai camilan sehat. Namun, satu buah pisang ukuran sedang (sekitar 120 gram) mengandung lebih dari 420 mg kalium. Ini membuat pisang menjadi salah satu buah yang paling sering direkomendasikan untuk dibatasi pada penderita gagal ginjal.
2. Durian
Meski lezat dan disukai banyak orang, durian mengandung sekitar 436 mg kalium per 100 gram. Terkadang, KPeople juga mengonsumsi durian dalam jumlah yang banyak. Ini bisa mengakibatkan bertambahnya kadar kalium dalam tubuh.
3. Nangka
Buah ini juga mengandung tinggi kalium, yaitu sekitar 448 mg per 100 gram. Jika dikonsumsi secara berlebihan, nangka bisa menyumbang kalium dalam jumlah besar.
4. Alpukat
Alpukat dikenal sebagai buah sehat karena tinggi lemak baik, tetapi siapa sangka buah ini juga tinggi kalium, sekitar 485 mg per 100 gram. Pada pasien gagal ginjal, alpukat termasuk buah yang wajib untuk dihindari.
5. Jeruk dan Jus Jeruk
Jeruk mengandung sekitar 181 mg kalium per 100 gram. Meski terdengar rendah, kandungan ini bisa meningkat tajam jika dikonsumsi dalam bentuk jus atau dalam jumlah banyak. Selain itu, jeruk juga mengandung asam sitrat yang bisa membebani ginjal.
6. Melon
Mengandung sekitar 267 mg kalium per 100 gram, melon termasuk buah yang kandungan kaliumnya cukup tinggi untuk ukuran porsi konsumsi yang umum.
7. Air Kelapa
Meski menyegarkan, air kelapa mengandung sekitar 250 mg kalium per 100 ml. Satu gelas air kelapa bisa menyumbang lebih dari 600 mg kalium, sehingga sangat tidak disarankan bagi penderita gagal ginjal.
8. Kurma dan Kismis
Kurma mengandung 656 mg kalium per 100 gram, sementara kismis mengandung sekitar 749 mg kalium per 100 gram. Karena keduanya berbentuk kering, porsi konsumsi yang kecil pun dapat mengandung kalium tinggi.
Pada dasarnya, semua buah di atas tidak sepenuhnya dilarang, tetapi harus dibatasi dengan ketat. Selalu konsultasikan jumlah porsi dan frekuensinya dengan ahli gizi.
Artikel lainnya: 3 Tanda Awal Ginjal Bermasalah yang Sering Tidak Disadari
Alternatif Buah yang Lebih Aman (Rendah Kalium)
Berikut adalah beberapa buah dengan kandungan kalium yang lebih rendah dan dianggap lebih aman untuk penderita gagal ginjal:
- Apel: Sekitar 107 mg kalium per 100 gram
- Pir: Sekitar 121 mg kalium per 100 gram
- Anggur: Sekitar 191 mg kalium per 100 gram
- Stroberi: Sekitar 153 mg kalium per 100 gram
- Jambu Biji: Sekitar 417 mg kalium per 100 gram
- Pepaya: Sekitar 182 mg kalium per 100 gram
- Nanas: Sekitar 109 mg kalium per 100 gram
Meskipun buah-buahan ini memiliki kandungan kalium yang lebih rendah, namun penting untuk mengonsumsinya dalam porsi yang wajar dan sesuai dengan anjuran dokter atau ahli gizi.
Mengapa Pasien Gagal Ginjal Perlu Membatasi Buah Tertentu?
Ginjal berperan penting dalam menjaga keseimbangan elektrolit dalam tubuh, termasuk kalium dan fosfor. Pada penderita gagal ginjal, fungsi ginjal menurun sehingga kemampuan untuk membuang kelebihan kalium dan fosfor dari tubuh menjadi terbatas. Akibatnya, kadar kalium dan fosfor dalam darah dapat meningkat, yang berisiko menyebabkan komplikasi serius seperti gangguan jantung dan tulang.
Bahaya Kelebihan Kalium (Hiperkalemia) pada Pasien Gagal Ginjal
Hiperkalemia adalah kondisi di mana kadar kalium dalam darah terlalu tinggi. Ketika ini terjadi pada pasien gagal ginjal, dapat menyebabkan gejala seperti lemah otot, kesemutan, gangguan irama jantung, hingga henti jantung. Oleh karena itu, penting bagi KPeople yang menderita gagal ginjal untuk membatasi asupan kalium dari makanan, termasuk buah-buahan tertentu.
Tanda-tanda Kelebihan Kalium (Hiperkalemia) yang Perlu Diwaspadai
Bagi KPeople yang menderita gagal ginjal, gejala hiperkalemia seringkali tidak spesifik di awal, namun dapat memburuk dengan cepat, seperti:
- Kelemahan otot,
- Kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kaki,
- serta kelelahan yang tidak biasa.
Seiring dengan peningkatan kadar kalium, gejala bisa menjadi lebih serius, seperti:
- Detak jantung yang tidak teratur (aritmia),
- mual, muntah,
- diare,
- nyeri perut,
- hingga kelumpuhan.
Pada kasus yang parah, hiperkalemia dapat menyebabkan gangguan irama jantung yang mengancam jiwa dan bahkan henti jantung.
Artikel lainnya: 8 Penyebab Gagal Ginjal di Usia Muda, Patut Waspadai
Batasan Asupan Kalium Harian yang Aman untuk Penderita Gagal Ginjal
Secara umum, bagi pasien gagal ginjal yang tidak menjalani dialisis, asupan kalium yang direkomendasikan biasanya berkisar antara 2.000 hingga 3.000 miligram (mg) per hari.
Namun, angka ini bisa sangat bervariasi tergantung pada kondisi individu, tingkat keparahan gagal ginjal, dan apakah pasien menjalani dialisis atau tidak.
Bagi KPeople yang menjalani dialisis (hemodialisis atau dialisis peritoneal), pembatasan kalium mungkin sedikit lebih fleksibel, namun tetap harus dalam pengawasan ketat.
Ahli gizi atau nefrolog akan menentukan batasan yang paling sesuai berdasarkan hasil tes darah terbaru, terutama kadar kalium serum. Penting untuk diingat bahwa setiap orang berbeda, dan rekomendasi diet harus selalu bersifat personal.
Tips Mengolah Buah untuk Mengurangi Kalium
Beberapa cara dapat dilakukan untuk mengurangi kandungan kalium dalam buah sebelum dikonsumsi. Berikut tipsnya:
- Direndam: Potong buah menjadi ukuran kecil, lalu rendam dalam air hangat selama 1-2 jam. Setelah itu, bilas dengan air bersih
- Dimasak: Memasak buah dalam air mendidih dapat membantu mengurangi kandungan kalium. Namun, metode ini mungkin tidak cocok untuk semua jenis buah.
Perlu diingat bahwa efektivitas metode ini terbatas dan tidak menggantikan kebutuhan untuk membatasi asupan kalium secara keseluruhan.
Artikel lainnya: Mengenal Alat Teropong Batu Ginjal (Ureteroskop) & Fungsinya
Mengolah Makanan, selain Buah untuk Mengurangi Kandungan Kalium
Selain memilih buah yang tepat, KPeople juga bisa menerapkan beberapa teknik pengolahan makanan untuk membantu mengurangi kandungan kalium, terutama pada sayuran dan beberapa jenis buah yang mungkin memiliki kadar kalium sedang. Teknik ini dikenal sebagai 'leaching' atau perendaman.
Cara Melakukan Leaching pada Sayuran (dan beberapa buah):
- Kupas dan Potong: Kupas sayuran (misalnya kentang) dan potong menjadi bagian kecil atau irisan tipis. Semakin kecil potongannya, semakin efektif proses leaching.
- Rendam: Rendam potongan sayuran dalam air dingin selama minimal 2 jam, atau lebih baik lagi semalaman. Pastikan air menutupi semua bagian sayuran. Ganti air rendaman setiap 4 jam sekali jika direndam lama.
- Bilas: Setelah direndam, bilas sayuran dengan air bersih.
- Rebus: Rebus sayuran dalam air bersih yang baru dengan perbandingan air yang banyak (minimal 5:1 air dibanding sayuran) selama minimal 10 menit. Setelah mendidih, buang air rebusan pertama.
- Masak Kembali: Masak sayuran dengan air bersih yang baru hingga matang sempurna.
Teknik ini dapat mengurangi kalium hingga 50-75% pada beberapa jenis makanan. Meskipun tidak semua buah cocok untuk teknik ini, KPeople dapat mengaplikasikannya pada sayuran berkalium tinggi yang sering dikonsumsi.
Pentingnya Konsultasi dengan Dokter atau Ahli Gizi
Setiap individu memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda, tergantung pada tingkat keparahan gagal ginjal dan kondisi kesehatan lainnya. Oleh karena itu, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum membuat perubahan signifikan dalam pola makan, termasuk konsumsi buah.
Nantinya, tenaga profesional dapat memberikan panduan yang tepat mengenai porsi buah, jenis buah yang aman, dan cara pengolahan yang sesuai.
Untuk informasi lebih lanjut tentang kesehatan ginjal dan saluran kemih, KPoeple dapat mengunjungi Informasi seputar Ginjal dan Saluran Kemih Terbaru, mulai dari tips hidup sehat untuk pasien gagal ginjal hingga solusi penanganannya.
Selain itu, kenali juga Poin Loyalty Program Kalbe yaitu program spesial untuk KPeople yang melakukan transaksi pembelian produk dan layanan kesehatan dari mitra Kalbe Group dimana KPeople akan mendapatkan poin yang bisa ditukar dengan hadiah menarik seperti saldo e-wallet hingga potongan diskon belanja.
Referensi:
- Klikdokter. 7 Makanan Sehat yang Bisa Merusak Ginjal Bila Dikonsumsi Berlebih. Diakses dari https://www.klikdokter.com/info-sehat/ginjal-saluran-kemih/makanan-sehat-yang-bisa-merusak-ginjal-bila-dikonsumsi-berlebih
- Klikdokter. Punya Penyakit Ginjal, Hindari Konsumsi Makanan Ini. Diakses dari https://www.klikdokter.com/info-sehat/ginjal-saluran-kemih/punya-penyakit-ginjal-hindari-konsumsi-makanan-ini
- Klikdokter. Benarkah Penderita Sakit Ginjal Tidak Boleh Makan Pisang?. Diakses dari https://www.klikdokter.com/info-sehat/ginjal-saluran-kemih/benarkah-penderita-sakit-ginjal-tidak-boleh-makan-pisang
- Klikdokter. Catat, Ini 13 Jenis Makanan yang Baik untuk Penderita Sakit Ginjal. Diakses dari https://www.klikdokter.com/info-sehat/ginjal-saluran-kemih/catat-deretan-makanan-ini-baik-untuk-penderita-ginjal
- Healthline. 17 Foods to Avoid With Kidney Disease. Diakses dari https://www.healthline.com/nutrition/foods-to-avoid-with-kidney-disease
- National Kidney Foundation. Keep Your Kidneys Healthy: 5 Foods To Avoid. Diakses dari https://www.kidney.org/kidney-topics/keep-your-kidneys-healthy-5-foods-to-avoid
- Verywell. Foods to Avoid With Kidney Disease. Diakses dari https://www.verywellhealth.com/foods-avoid-kidney-disease-5215344
Komentar

Ayo, jadi orang pertama yang tulis komentar kamu di artikel ini!
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi KPoin untuk berikan komen.



