HomeArtikelKesehatan Lansia

Vitamin D untuk Lansia: Manfaat, Dosis Harian & Sumbernya

Vitamin D untuk Lansia: Manfaat, Dosis Harian & Sumbernya

Kesehatan Lansia

Vitamin D untuk Lansia: Manfaat, Dosis Harian & Sumbernya

profile-Siti Nurmayani Putri

Penulis: Siti Nurmayani Putri

Selasa, 21 April 2026

Rating Artikel 0/5

|

0

Bagikan

Vitamin D untuk lansia menjadi salah satu nutrisi penting yang sering kali kurang diperhatikan. Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami berbagai perubahan, termasuk kemampuan menyerap dan memproduksi vitamin D yang menurun.


Padahal, vitamin D berperan besar dalam menjaga kesehatan tulang, mendukung vitamin D dan kalsium, serta meningkatkan daya tahan tubuh. Tidak heran jika kekurangan vitamin D pada lansia dapat meningkatkan risiko osteoporosis, patah tulang, hingga gangguan imunitas.


Artikel lainnya: Sarcopenia pada Lansia: Kenali Sebelum Otot Semakin Melemah


Apa Manfaat Vitamin D untuk Lansia?


Vitamin D memiliki banyak manfaat penting, terutama bagi lansia yang rentan mengalami penurunan fungsi tubuh. Salah satu manfaat utama adalah membantu penyerapan kalsium sehingga berperan dalam menjaga kepadatan tulang. Kombinasi vitamin D dan kalsium ini sangat penting untuk mencegah osteoporosis dan menjaga kekuatan tulang di usia lanjut.


Selain itu, vitamin D dan imunitas juga saling berkaitan. Vitamin ini membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga lansia tidak mudah terkena infeksi. Bahkan, vitamin D juga berperan dalam menjaga fungsi otot, yang berkaitan dengan keseimbangan tubuh dan dapat menurunkan vitamin D dan risiko jatuh pada lansia.


Mengapa Lansia Lebih Rentan Kekurangan Vitamin D?


Seiring bertambahnya usia, kemampuan kulit untuk memproduksi vitamin D dari paparan sinar matahari akan menurun. Hal ini menjadi salah satu penyebab utama defisiensi vitamin D sering terjadi pada lansia. Selain itu, lansia cenderung lebih jarang beraktivitas di luar ruangan sehingga paparan sinar matahari pun berkurang.


Faktor lain adalah penurunan fungsi ginjal dan hati, yang berperan dalam mengubah vitamin D menjadi bentuk aktif. Ditambah lagi, pola makan yang kurang mengandung makanan tinggi vitamin D juga memperburuk kondisi ini. Oleh karena itu, penting bagi KPeople memahami sumber vitamin D alami agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi.


Tanda-Tanda Kekurangan Vitamin D pada Lansia


Kekurangan vitamin D pada lansia sering kali tidak disadari karena gejalanya bisa ringan hingga sedang. Salah satu tanda yang umum adalah nyeri tulang dan otot, terutama pada punggung dan kaki. Kondisi ini sering dikaitkan dengan menurunnya kekuatan tulang akibat kurangnya vitamin D.


Selain itu, gejala defisiensi vitamin D lainnya meliputi mudah lelah, penurunan daya tahan tubuh, serta meningkatnya risiko jatuh pada lansia. Bahkan, dalam jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan osteoporosis dan patah tulang yang serius. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejala sejak dini agar bisa segera ditangani.


Artikel Lainnya: Apakah Lansia Perlu Minum Susu? Ini Penjelasannya


Berapa Kebutuhan Vitamin D Harian untuk Lansia?


Kebutuhan vitamin D harian pada lansia umumnya lebih tinggi dibandingkan KPeople berusia dewasa muda. Rata-rata, lansia membutuhkan sekitar 800–1000 IU vitamin D per hari agar manfaat vitamin D tuk mencegah osteoporosis dan kesehatan tubuh dapat dirasakan secara optimal. Angka ini dapat berbeda tergantung kondisi kesehatan masing-masing individu.


Cara Memenuhi Kebutuhan Vitamin D Lansia


Memenuhi kebutuhan vitamin D lansia menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan tulang, meningkatkan daya tahan tubuh, serta menurunkan risiko jatuh.


Mengingat kemampuan tubuh dalam memproduksi vitamin D menurun seiring bertambahnya usia, diperlukan upaya yang tepat melalui kombinasi sumber vitamin D alami, pola makan bergizi, dan dukungan tambahan jika diperlukan.


Dengan cara yang sederhana namun konsisten, kebutuhan vitamin D harian lansia tetap bisa terpenuhi secara optimal.


1. Berjemur Secukupnya di Pagi Hari


Paparan sinar matahari merupakan salah satu sumber vitamin D alami terbaik. Lansia disarankan untuk berjemur selama 10–15 menit di pagi hari sebelum pukul 10.00 untuk membantu tubuh memproduksi vitamin D secara optimal.


Artikel Lainnya: Cara Tepat Memenuhi Kebutuhan Vitamin D untuk Dewasa


2. Konsumsi Makanan Sumber Vitamin D yang Ramah Lansia


Beberapa makanan tinggi vitamin D yang dapat dikonsumsi lansia antara lain ikan berlemak seperti salmon, tuna, dan sarden, serta telur dan produk susu. Mengonsumsi makanan tinggi vitamin D secara rutin dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian.


3. Lengkapi dengan Suplementasi dan Susu Berfortifikasi


Jika asupan dari makanan dan sinar matahari belum mencukupi, suplemen vitamin D lansia dapat menjadi pilihan. Selain itu, susu dengan fortifikasi juga bisa menjadi alternatif praktis untuk memenuhi kebutuhan vitamin D dan kalsium. Namun, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen khusus kesehatan tulang dan lansia.


Memenuhi kebutuhan vitamin D dari makanan sehari-hari sering kali tidak mudah, terutama untuk lansia yang mobilitasnya terbatas dan nafsu makannya menurun.

Entrasol Platinum diformulasikan dengan vitamin D dan kalsium yang mendukung kepadatan tulang, dipadukan dengan protein tinggi untuk menjaga kekuatan otot lansia setiap harinya.


Kumpulkan poin di KPoin setiap kali membeli Entrasol dan tukarkan dengan berbagai hadiah menarik pilihanmu.

Yuk, cari tahu lebih lanjut Apa Itu Kpoin dan Keuntungannya Bergabung. Kamu juga bisa download aplikasi Kpoin sekarang untuk menemukan lebih banyak promo dan hadiah.


Referensi:

  1. Mayo Clinic. Vitamin D. Diakses dari https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements-vitamin-d/art-20363792
  2. NIH. Vitamin D Deficiency. Diakses dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK532266/
  3. Healthline. Common Symptoms of Vitamin D Deficiency and How to Treat Them. Diakses dari https://www.healthline.com/nutrition/vitamin-d-deficiency-symptoms
  4. WebMD. Vitamin D Deficiency. Diakses dari https://www.webmd.com/diet/vitamin-d-deficiency
  5. NIH. Vitamin D. Diakses dari https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminD-Consumer/

Komentar

empty-state-comment

Ayo, jadi orang pertama yang tulis komentar kamu di artikel ini!

Kamu akan diarahkan ke Aplikasi KPoin untuk berikan komen.