
Parenting Anak
Kenali Apa Itu ODD pada Anak, Ciri & Cara Mengatasinya
Penulis: Siti Nurmayani Putri
Jumat, 30 Januari 2026
Rating Artikel 0/5
|
0
Bagikan
*Telah Direview oleh Tim Medis Klikdokter
Oppositional Defiant Disorder alias OOD pada anak sering kali membuat orang tua merasa kewalahan. Anak susah diatur, mudah marah, sering membantah, dan menolak aturan, bahkan untuk hal sederhana.
Banyak orang tua mengira perilaku ini hanyalah fase, padahal dalam beberapa kasus bisa mengarah pada gangguan perilaku yang dikenal sebagai Oppositional Defiant Disorder (ODD). Jika tidak ditangani dengan tepat, perilaku menantang anak dapat memengaruhi hubungan keluarga, prestasi sekolah, hingga perkembangan emosional anak dalam jangka panjang.
Artikel lainnya: Panduan Kesehatan Mental Remaja: Kenali Masalah & Solusinya
Apa Itu ODD (Oppositional Defiant Disorder) pada Anak?
Oppositional Defiant Disorder (ODD) adalah gangguan perilaku pada anak yang ditandai dengan pola perilaku negatif, menentang, dan bermusuhan terhadap figur otoritas, seperti orang tua atau guru.
Anak dengan ODD cenderung sering marah, mudah tersinggung, dan sengaja melanggar aturan. Kondisi ini bukan sekadar kenakalan biasa, melainkan gangguan yang perlu pendekatan khusus dalam pengasuhan anak ODD.
ODD dapat muncul sejak usia prasekolah dan biasanya semakin jelas pada usia sekolah dasar. Gangguan ini juga sering berkaitan dengan kondisi lain seperti ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) dan gangguan cemas anak.
Ciri-Ciri Utama ODD yang Perlu Diwaspadai
Beberapa tanda OOD pada anak yang umum ditemukan antara lain sering membantah orang dewasa, menolak mengikuti aturan, mudah marah, pendendam, dan kerap menyalahkan orang lain atas kesalahannya sendiri. Anak juga bisa menunjukkan perilaku sengaja mengganggu orang lain atau bereaksi berlebihan terhadap kritik ringan.
Jika perilaku ini berlangsung lebih dari enam bulan dan mengganggu kehidupan sosial maupun akademik, KPeople sebagai orang tua perlu waspada. Mengenali ciri sejak dini penting untuk manajemen perilaku anak yang lebih efektif.
Apakah ODD Bisa Sembuh Sepenuhnya?
Banyak orang tua bertanya apakah ODD bisa sembuh total? Kabar baiknya, ODD dapat dikelola dengan sangat baik jika ditangani sejak dini melalui pendekatan yang konsisten. Dengan terapi ODD, pola asuh yang tepat, dan dukungan profesional seperti psikolog anak, sebagian besar anak mengalami perbaikan signifikan dalam perilaku dan kontrol emosi.
Namun, jika dibiarkan tanpa penanganan, ODD berisiko berkembang menjadi gangguan perilaku yang lebih serius di usia remaja. Oleh karena itu, peran keluarga dan lingkungan sangat menentukan keberhasilan penanganan.
Artikel Lainnya: Cara Efektif Mengelola Emosi Saat Menghadapi Tantrum Balita
Faktor-Faktor yang Berkontribusi pada ODD
Pada dasarnya, OOD pada anak tidak muncul begitu saja. Ada beberapa faktor yang dapat berkontribusi, mulai dari faktor biologis, psikologis, hingga lingkungan. Riwayat keluarga dengan gangguan mental, ketidakseimbangan zat kimia otak, serta kondisi seperti ADHD juga dapat meningkatkan risiko.
Selain itu, pola asuh yang tidak konsisten, kurangnya disiplin positif, konflik keluarga, dan komunikasi yang buruk juga berperan besar. Anak yang tumbuh di lingkungan penuh tekanan atau kurang dukungan emosional lebih rentan mengalami gangguan perilaku.
Strategi Mengatasi ODD pada Anak
Menghadapi anak dengan ODD membutuhkan kesabaran dan strategi yang tepat. Berikut beberapa pendekatan yang direkomendasikan dalam pengasuhan anak ODD:
1. Konsisten dalam Aturan dan Konsekuensi
Anak dengan ODD membutuhkan aturan yang jelas dan konsisten. Orang tua harus menetapkan batasan yang realistis serta menerapkan konsekuensi secara tegas namun tetap penuh empati. Konsistensi membantu anak memahami ekspektasi dan mengurangi perilaku menantang anak.
2. Berikan Pujian dan Penguatan Positif
Fokus pada perilaku baik anak, sekecil apa pun, dapat meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi mereka. Pujian yang tulus membantu anak belajar bahwa perilaku positif mendapatkan perhatian yang baik, bukan hanya perilaku negatif. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip disiplin positif.
3. Tingkatkan Komunikasi Efektif
Komunikasi orang tua-anak memegang peran penting. Dengarkan perasaan anak tanpa menghakimi, gunakan kalimat sederhana, dan hindari nada suara yang mengancam. Komunikasi yang baik membantu anak merasa dihargai dan mengurangi konflik emosional.
Artikel Lainnya: Mengenal Tipe Kepribadian Anak & Jenis Pola Asuh yang Tepat
4. Ajarkan Keterampilan Memecahkan Masalah dan Regulasi Emosi
Menurut National Institute of Health, anak dengan ODD sering kesulitan mengelola emosi. Orang tua dapat membantu dengan mengajarkan cara mengenali perasaan, menenangkan diri, dan mencari solusi saat menghadapi masalah. Keterampilan ini penting untuk perkembangan emosional anak jangka panjang.
5. Tetap Cari Dukungan untuk Diri Sendiri sebagai Orang Tua
Mengasuh anak dengan ODD bisa sangat melelahkan. Orang tua perlu mencari dukungan, baik dari pasangan, keluarga, komunitas, maupun tenaga profesional. Edukasi dan pendampingan membantu orang tua tetap stabil secara emosional sehingga mampu menerapkan manajemen perilaku anak dengan lebih efektif.
Kapan Saatnya Mencari Bantuan Profesional?
Jika perilaku menantang anak semakin sering, intens, dan mengganggu aktivitas sehari-hari, saatnya mencari bantuan profesional. Konsultasi dengan psikolog anak atau psikiater diperlukan apabila anak menunjukkan agresi berlebihan, kesulitan di sekolah, atau memiliki kondisi penyerta seperti ADHD dan gangguan cemas anak. Intervensi dini melalui terapi perilaku terbukti membantu mencegah masalah yang lebih berat di kemudian hari.
OOD pada anak bukanlah kesalahan anak semata, melainkan kondisi yang membutuhkan pemahaman, kesabaran, dan penanganan yang tepat. Dengan pola asuh yang konsisten, komunikasi yang hangat, serta dukungan profesional, anak dapat belajar mengelola emosinya dan mengurangi perilaku menantang. Peran orang tua sangat besar dalam membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih sehat secara emosional dan sosial.
Mengasuh anak dengan ODD memang membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan strategi yang tepat. Selain dukungan emosional dan behavioral, nutrisi yang seimbang juga berperan penting dalam mendukung perkembangan otak dan stabilitas emosi anak.
Lengkapi kebutuhan nutrisi Si Kecil dengan Morinaga Platinum MoriCare+ Triple Bifidus atau varian sesuai usianya seperti Morinaga Chil Kid untuk usia 1-3 tahun dan Morinaga Chil School untuk usia 3-12 tahun. Susu pertumbuhan ini dirancang dengan nutrisi penting untuk mendukung kecerdasan multitalenta, daya tahan tubuh, dan tumbuh kembang optimal anak.
Menariknya, setiap pembelian produk Kalbe ini atau Morinaga juga memberikan Bunda poin di KPoin, lho yang mana bisa ditukarkan dengan hadiah menarik seperti voucher belanja, saldo e-wallet hingga pulsa token listrik.
Pelajari lebih lanjut tentang Apa Itu Kpoin dan Keuntungannya Jika Bergabung dan jangan lupa download aplikasi KPoin untuk mendapatkan info jumlah poin yang telah dikumpulkan.
Referensi:
- Johns Hopkins Medicine. Oppositional Defiant Disorder (ODD) in Children. Diakses dari https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/oppositional-defiant-disorder
- Better Health. Oppositional defiant disorder (ODD). Diakses dari https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/oppositional-defiant-disorder-odd
- Morinaga. ODD pada Anak dan Cara Efektif Menghadapinya. Diakses dari https://morinaga.id/id/milestone/oppositional-defiant-disorder
- WebMD. Oppositional Defiant Disorder: What Is It?. Diakses dari https://www.webmd.com/mental-health/oppositional-defiant-disorder
- NIH. Oppositional Defiant Disorder. Diakses dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK557443/
- Cleveland Clinic. Oppositional Defiant Disorder (ODD). Diakses dari https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9905-oppositional-defiant-disorder
- Mayo Clinic. Oppositional Defiant Disorder (ODD). Diakses dari https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/oppositional-defiant-disorder/symptoms-causes/syc-20375831
Komentar

Ayo, jadi orang pertama yang tulis komentar kamu di artikel ini!
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi KPoin untuk berikan komen.



