HomeArtikelBerita Kesehatan

Waspada Campak: Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Waspada Campak: Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Berita Kesehatan

Waspada Campak: Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

profile-Christovel Ramot

Penulis: Christovel Ramot

Selasa, 10 Maret 2026

Rating Artikel 0/5

|

0

Bagikan

Belakangan ini, penyakit campak kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Hal ini dipicu oleh kabar mengenai seorang selebgram dan TikTokers bernama Ruce Nuenda, yang juga dikenal sebagai Mama Ebra, yang diduga tetap beraktivitas di luar rumah saat sedang menderita penyakit campak.


Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bahkan mengingatkan bahwa tindakan tersebut berpotensi menularkan penyakit kepada banyak orang di sekitarnya.


Peringatan tersebut bukan tanpa alasan. Campak termasuk penyakit yang sangat menular. Dalam kondisi tertentu, satu orang yang terinfeksi campak dapat menularkan virus kepada sekitar 12 hingga 18 orang lainnya, terutama jika mereka belum memiliki kekebalan terhadap penyakit ini. Angka tersebut menjadikan campak sebagai salah satu penyakit dengan tingkat penularan yang sangat tinggi dibandingkan penyakit infeksi lainnya.


Meski sering dianggap sebagai penyakit anak-anak yang “biasa saja”, campak sebenarnya dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik. Bahkan dalam beberapa kasus, penyakit ini dapat menyebabkan pneumonia, radang otak (ensefalitis), hingga kematian, terutama pada bayi, anak kecil, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.


Karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami secara menyeluruh tentang penyakit campak. Mulai dari apa itu campak, bagaimana sejarah penyebarannya di Indonesia, penyebab dan cara penularannya, gejala yang harus diwaspadai, hingga cara pengobatan dan pencegahannya melalui vaksinasi. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat dapat mengambil langkah yang tepat untuk melindungi diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya dari penyakit ini.


Apa Itu Campak?


Campak adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus measles dari keluarga Paramyxoviridae dan genus Morbillivirus. Penyakit ini sangat menular dan umumnya menyerang anak-anak, meskipun orang dewasa yang belum memiliki kekebalan juga dapat terinfeksi.


Virus campak menyerang saluran pernapasan dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Setelah masuk ke tubuh, virus akan berkembang biak dan memicu berbagai gejala khas seperti demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, serta munculnya ruam merah pada kulit.


Salah satu ciri khas penyakit campak adalah munculnya ruam merah yang menyebar dari wajah ke seluruh tubuh. Ruam ini biasanya muncul beberapa hari setelah gejala awal seperti demam dan batuk.


Campak sering disalahartikan sebagai penyakit ringan. Padahal, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), campak termasuk penyakit yang dapat menyebabkan komplikasi serius seperti:


  1. Pneumonia
  2. Infeksi telinga
  3. Diare berat
  4. Radang otak (ensefalitis)
  5. Kebutaan
  6. Bahkan kematian


Oleh karena itu, campak tidak boleh dianggap sepele, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan vaksin.


Bagaimana Campak Bisa Menular?


Campak merupakan salah satu penyakit yang paling mudah menular. Virus ini dapat bertahan di udara atau di permukaan benda selama beberapa jam.


Penularan campak dapat terjadi melalui:


  1. Droplet Pernapasan - Percikan air liur saat penderita batuk atau bersin.
  2. Kontak Tidak Langsung - Menyentuh benda yang terkontaminasi virus.
  3. Udara di Ruangan Tertutup - Virus dapat bertahan di udara selama beberapa waktu.


Karena tingkat penularannya sangat tinggi, seseorang yang terinfeksi campak dapat menularkan virus bahkan sebelum ruam muncul.


Baca artikel lainnya: Mengenal Flu Singapura, Gejala, Cara Mencegah, dan Mengobati


Bagaimana Sejarah Campak di Indonesia?


Campak telah lama menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Sebelum program imunisasi diperluas, penyakit ini sering menyebabkan kejadian luar biasa (KLB) di berbagai daerah.


Pada era sebelum vaksin campak diperkenalkan secara luas, hampir semua anak akan mengalami infeksi campak setidaknya sekali dalam hidupnya. Banyak kasus berakhir dengan komplikasi serius, terutama di daerah dengan akses kesehatan terbatas.


Pemerintah Indonesia mulai melakukan program imunisasi campak secara nasional sejak tahun 1980-an sebagai bagian dari Program Pengembangan Imunisasi (PPI). Program ini bertujuan menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit campak.


Seiring waktu, cakupan imunisasi semakin diperluas melalui berbagai program seperti:


  1. Imunisasi rutin pada bayi
  2. Kampanye imunisasi nasional
  3. Program MR (Measles-Rubella)


Program vaksin MR yang dilakukan sejak tahun 2017 menjadi langkah besar dalam upaya eliminasi campak dan rubella di Indonesia.


Meski demikian, kasus campak masih tetap muncul, terutama di wilayah dengan cakupan imunisasi yang rendah. Faktor seperti penolakan vaksin, kurangnya edukasi kesehatan, serta mobilitas masyarakat yang tinggi membuat virus ini masih dapat menyebar.


Apa Penyebab Seseorang Bisa Terkena Campak?


Campak disebabkan oleh infeksi virus measles. Virus ini menyebar melalui percikan air liur atau droplet yang keluar saat seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara.

Beberapa faktor yang menyebabkan seseorang lebih rentan terkena campak antara lain:


  1. Tidak Mendapatkan Vaksin: Orang yang belum pernah menerima vaksin campak memiliki risiko paling tinggi untuk tertular.
  2. Sistem Imun Tubuh Lemah: Individu dengan daya tahan tubuh rendah, seperti anak kecil atau orang dengan penyakit tertentu, lebih mudah terinfeksi virus.
  3. Kontak dengan Penderita Campak: Berada di ruangan yang sama dengan penderita campak dapat meningkatkan risiko penularan.
  4. Lingkungan Padat Penduduk: Daerah dengan kepadatan penduduk tinggi mempermudah penyebaran virus.
  5. Perjalanan ke Daerah Wabah: Orang yang bepergian ke daerah dengan kasus campak tinggi juga memiliki risiko tertular.


Baca artikel lainnya: Waspadai Virus Nipah, Ini Gejala, Penyebab & Cara Mengobati


Apakah Orang yang Pernah Terkena Campak Bisa Terkena Lagi?


Secara umum, seseorang yang pernah terinfeksi campak akan memiliki kekebalan seumur hidup terhadap penyakit tersebut.

Setelah tubuh berhasil melawan virus campak, sistem imun akan membentuk antibodi khusus yang mampu mengenali virus tersebut jika suatu saat masuk kembali ke dalam tubuh.


Karena itu, kasus seseorang terkena campak dua kali sangat jarang terjadi. Namun dalam kondisi tertentu, misalnya sistem kekebalan tubuh sangat lemah, kemungkinan infeksi ulang tetap bisa terjadi meskipun sangat jarang.


Apa Tanda-Tanda Kamu Mengalami Campak?


Gejala campak biasanya muncul 10 hingga 14 hari setelah terpapar virus. Penyakit ini biasanya dimulai dengan gejala mirip flu sebelum muncul ruam pada kulit.

Beberapa tanda khas campak antara lain:


  1. Demam Tinggi - Demam bisa mencapai suhu lebih dari 38–40°C.
  2. Batuk - Batuk kering sering muncul pada tahap awal infeksi.
  3. Pilek - Hidung berair seperti gejala flu biasa.
  4. Mata Merah - Mata tampak merah dan sensitif terhadap cahaya.
  5. Bintik Koplik - Bintik putih kecil di dalam mulut yang menjadi ciri khas campak.
  6. Ruam Merah - Ruam muncul dari wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh. Ruam biasanya berlangsung sekitar 5 hingga 6 hari sebelum memudar.



Bagaimana Cara Mengobati Campak?


Tidak ada obat khusus yang dapat langsung membunuh virus campak. Pengobatan biasanya bertujuan untuk meredakan gejala dan mencegah komplikasi.


Beberapa langkah pengobatan campak antara lain:


  1. Istirahat yang Cukup - Tubuh membutuhkan energi untuk melawan infeksi.
  2. Konsumsi Cairan yang Cukup - Mencegah dehidrasi akibat demam.
  3. Obat Penurun Demam - Seperti paracetamol sesuai anjuran dokter.
  4. Suplemen Vitamin A - WHO merekomendasikan pemberian vitamin A untuk anak yang terkena campak karena dapat mengurangi risiko komplikasi.
  5. Perawatan di Rumah - Penderita dianjurkan untuk mengisolasi diri agar tidak menularkan penyakit kepada orang lain.


Baca artikel lainnya: Super Flu: Gejala, Risiko Kematian, Pencegahan & Pengobatan


Pentingnya Vaksin Campak pada Anak


Vaksinasi merupakan cara paling efektif untuk mencegah campak. Di Indonesia, vaksin campak diberikan melalui imunisasi MR (Measles-Rubella) yang termasuk dalam program imunisasi nasional. Jadwal imunisasi biasanya meliputi:


  1. Usia 9 bulan
  2. Usia 18 bulan
  3. Program imunisasi lanjutan di sekolah


Vaksin bekerja dengan merangsang tubuh membentuk antibodi yang mampu melawan virus campak jika suatu saat terpapar.

Menurut WHO, vaksin campak mampu memberikan perlindungan hingga 97% setelah dua dosis vaksin.


Kapan Harus ke Dokter?


Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami gejala berikut:


  1. Demam tinggi lebih dari tiga hari
  2. Ruam merah yang menyebar
  3. Kesulitan bernapas
  4. Anak tampak sangat lemas
  5. Kejang
  6. Dehidrasi


Pemeriksaan medis penting untuk memastikan diagnosis dan mencegah komplikasi serius.


KPeople, bisa disimpulkan bahwa campak merupakan penyakit infeksi virus yang sangat menular dan tidak boleh dianggap sepele. Penyakit ini dapat menyebar dengan cepat melalui udara dan percikan air liur, bahkan sebelum gejala ruam muncul.


Gejala campak biasanya dimulai dengan demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah, lalu diikuti munculnya ruam merah pada kulit. Meskipun sebagian besar penderita dapat pulih dengan perawatan yang tepat, campak tetap berisiko menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik.


Langkah pencegahan paling efektif adalah melalui vaksinasi sejak dini. Dengan imunisasi yang lengkap serta kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak beraktivitas saat sakit, penyebaran campak dapat dicegah.


Ingin mendapatkan lebih banyak informasi seputar kesehatan, gaya hidup sehat, serta berbagai tips menarik lainnya?


KPeople dapat membaca berbagai artikel kesehatan langsung melalui aplikasi KPoin. Selain mendapatkan informasi yang bermanfaat, KPeople juga bisa mengumpulkan poin dengan membeli produk-produk Kalbe.


Poin tersebut dapat ditukarkan dengan berbagai hadiah menarik, voucher belanja, hingga promo eksklusif lainnya.

Download aplikasi KPoin sekarang juga dan nikmati berbagai keuntungan menarik untuk mendukung gaya hidup sehat KPeople, ya!


Daftar Pustaka


  1. Centers for Disease Control and Prevention. 2024. Measles (Rubeola). Atlanta: CDC.
  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2026. Kemenkes Ingatkan Selebgram Ruce Nuenda yang Kena Campak Tapi Beraktivitas. Jakarta: Kemenkes RI.
  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2023. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Campak. Jakarta: Kemenkes RI.
  4. World Health Organization. 2024. Measles Fact Sheet. Geneva: WHO.
  5. World Health Organization. 2023. Measles Vaccines: WHO Position Paper. Geneva: WHO.
  6. National Institutes of Health. 2023. Measles Overview. Bethesda: NIH.

Komentar

empty-state-comment

Ayo, jadi orang pertama yang tulis komentar kamu di artikel ini!

Kamu akan diarahkan ke Aplikasi KPoin untuk berikan komen.