
Diet dan Nutrisi
Teh Hijau vs Matcha untuk Diet: Apa Bedanya & Mana Terbaik?
Penulis: Siti Nurmayani Putri
Selasa, 22 September 2026
Rating Artikel 0/5
|
0
Bagikan
Teh hijau dan matcha sering menjadi pilihan sebagai minuman pendamping program penurunan berat badan. Keduanya berasal dari tanaman yang sama dan mengandung kafein serta senyawa polifenol, termasuk katekin yang memiliki aktivitas antioksidan. Namun, cara pengolahan dan konsumsinya membuat karakter keduanya berbeda.
Jadi, sebelum memilih, penting memahami teh hijau vs matcha untuk diet agar tidak menganggap salah satunya sebagai minuman yang secara otomatis dapat membakar lemak atau menurunkan berat badan.
Bukti ilmiah yang dipublikasikan dalam National Institute of Health (NIH) menunjukkan bahwa efek teh hijau terhadap berat badan, jika ada, cenderung kecil sehingga tetap perlu diimbangi pola makan dan aktivitas fisik. Simak selengkapnya, perbedaan teh hijau vs matcha lewat ulasan berikut ini.
Kenalan dengan Teh Hijau dan Matcha: Dari Tanaman yang Sama, Tapi Berbeda
Teh hijau dan matcha sama-sama berasal dari Camellia sinensis. Perbedaannya terutama terletak pada proses pengolahan dan cara mengonsumsinya.
Teh hijau dibuat dari daun teh yang diproses dengan cara dikukus atau dipanaskan, kemudian dikeringkan sebelum diseduh menggunakan air. Sementara itu, matcha dibuat dari daun teh yang diproses menjadi bubuk halus, sehingga ketika diminum, seluruh bagian bubuk daun ikut dikonsumsi.
Perbedaan tersebut membuat kandungan matcha yang masuk ke tubuh dapat lebih terkonsentrasi dibandingkan teh hijau yang hanya dikonsumsi melalui hasil seduhan. Matcha juga dikenal memiliki warna hijau yang lebih pekat dan rasa yang lebih kuat karena bubuk daun dikonsumsi secara utuh.
Untuk itu, perbedaan teh hijau dan matcha bukan terletak pada asal tanamannya, melainkan terutama pada bentuk, proses pengolahan, konsentrasi senyawa, dan cara penyajiannya.
Artikel lainnya: Manfaat Teh Hijau untuk Diet & Aturan Minum yang Benar
Perbandingan Teh Hijau vs Matcha untuk Diet
Berikut perbedaan lengkapnya antara teh hijau vs matcha yang perlu KPeople ketahui:
1. Kandungan nutrisi & kelebihannya
Salah satu alasan teh hijau dan matcha populer dalam menu minuman diet sehat adalah kandungan polifenol dan katekin. Salah satu katekin yang banyak diteliti adalah epigallocatechin gallate (EGCG).
Teh hijau juga mengandung kafein yang dapat memberikan efek stimulasi dan membantu meningkatkan kewaspadaan. Namun, keberadaan senyawa tersebut tidak berarti teh hijau dapat menggantikan pola makan seimbang atau menjadi satu-satunya strategi untuk menurunkan berat badan.
Pada matcha, bubuk daun teh dikonsumsi secara langsung sehingga paparan terhadap senyawa dalam daun dapat lebih tinggi dibandingkan minuman yang hanya berasal dari seduhan. Matcha juga kaya akan polifenol yang memiliki aktivitas antioksidan. Antioksidan matcha inilah salah satu alasan manfaat matcha banyak dikaitkan dengan kesehatan secara umum.
Meski begitu, penelitian yang secara khusus menguji matcha untuk penurunan berat badan masih lebih terbatas dibandingkan penelitian mengenai teh hijau secara keseluruhan.
Dari sisi diet, keduanya dapat menjadi pilihan minuman rendah kalori apabila dikonsumsi tanpa tambahan gula, sirup, krimer, atau bahan tinggi kalori lainnya. Hal ini penting karena minuman yang disebut matcha atau green tea belum tentu rendah kalori jika dibuat dalam bentuk latte dengan banyak gula dan topping.
Jadi, dalam membandingkan matcha vs green tea, perhatikan juga bahan tambahan dalam minuman, bukan hanya jenis tehnya.
2. Kekurangan
Kekurangan utama teh hijau maupun matcha adalah kandungan kafeinnya. Jumlah kafein dapat berbeda-beda tergantung jenis produk, takaran, cara penyajian, dan lama penyeduhan.
Matcha cenderung mengandung kafein lebih tinggi daripada teh hijau biasa karena bubuk daun dikonsumsi secara langsung. Pada orang yang sensitif terhadap kafein, konsumsi terlalu banyak dapat menyebabkan sulit tidur, jantung berdebar, gelisah, atau keluhan lainnya.
Selain itu, jangan menyamakan minuman teh dengan ekstrak teh hijau dalam bentuk suplemen penurun berat badan. Bukti mengenai teh hijau sebagai minuman dan ekstrak teh hijau dalam dosis tinggi tidak sama.
Beberapa laporan justru mengaitkan ekstrak teh hijau dosis tinggi dengan efek samping, termasuk gangguan hati. Untuk itu, penggunaan suplemen atau ekstrak pekat untuk diet sebaiknya tidak dilakukan sembarangan.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah rasa. Matcha memiliki rasa lebih kuat, earthy, dan tekstur yang berbeda karena bubuk daun ikut diminum. Bagi sebagian orang, hal ini membuat matcha lebih sulit dikonsumsi tanpa tambahan gula atau pemanis. Jika akhirnya ditambahkan banyak gula, manfaat memilih minuman rendah kalori menjadi kurang optimal.
3. Tips konsumsi
Jika ingin memasukkan teh hijau atau matcha ke dalam program diet, pilih versi yang sederhana tanpa tambahan gula berlebihan. Teh hijau dapat diseduh dengan air, sedangkan matcha dapat dicampurkan dengan air hangat. Jika menyukai matcha latte, perhatikan jenis susu dan jumlah pemanis yang digunakan agar kandungan kalorinya tetap sesuai dengan kebutuhan harian.
Waktu konsumsi juga perlu disesuaikan dengan respons tubuh terhadap kafein. Hindari minum teh hijau atau matcha terlalu dekat dengan waktu tidur jika membuat sulit terlelap.
Untuk kebutuhan diet, yang lebih penting bukan memilih minuman dengan klaim "fat burner", tetapi menjadikannya pengganti minuman manis berkalori tinggi sambil tetap menjaga pola makan dan aktivitas fisik.
Kamu juga bisa membandingkan Teh Hijau vs Cuka Apel untuk Diet: Mana Lebih Efektif?
Mana yang Lebih Cocok untuk Program Dietmu?
Jika pertanyaannya teh hijau atau matcha, sebenarnya tidak ada jawaban tunggal yang berlaku untuk semua orang. Keduanya dapat menjadi bagian dari pola makan sehat selama dikonsumsi dalam jumlah wajar dan tidak dibebani gula atau bahan tambahan tinggi kalori. Pilihan dapat disesuaikan dengan selera, toleransi kafein, kebiasaan minum, serta cara penyajiannya.
Teh hijau dapat menjadi pilihan praktis jika menginginkan minuman yang ringan, mudah dibuat, dan umumnya memiliki rasa yang lebih ringan. Sementara itu, matcha untuk diet dapat menjadi alternatif bagi orang yang menyukai rasa teh yang lebih kuat dan ingin mengonsumsi bubuk daun teh secara langsung. Namun, kandungan antioksidan yang lebih terkonsentrasi bukan berarti matcha otomatis lebih efektif untuk menurunkan berat badan.
Dalam penelitian National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH), menunjukkan bahwa kombinasi katekin dan kafein dalam teh hijau mungkin memberikan efek kecil terhadap berat badan atau metabolisme, tetapi hasilnya tidak cukup untuk menjadikan teh hijau sebagai metode utama penurunan berat badan.
Untuk itu, baik teh hijau maupun matcha sebaiknya dipandang sebagai pelengkap, bukan pengganti pola makan bergizi, aktivitas fisik, tidur yang cukup, dan kebiasaan hidup sehat.
Dengan kata lain, teh hijau vs matcha untuk diet lebih tepat dilihat dari bagaimana minuman tersebut dikonsumsi oleh KPeople. Secangkir teh hijau tanpa gula bisa lebih sesuai untuk diet dibandingkan matcha latte yang mengandung banyak sirup dan krimer. Sebaliknya, matcha tanpa tambahan gula juga dapat menjadi pilihan yang baik jika sesuai dengan kebutuhan dan toleransi kafein seseorang.
Artikel Lainnya: Cara Minum Air Sereh untuk Diet di Pagi Hari yang Tepat
Catatan Penting soal Kafein dan Konsumsi Berlebih
Kafein dalam teh hijau dan matcha perlu diperhitungkan oleh KPeople, terutama jika dalam satu hari seseorang juga mengonsumsi kopi, minuman energi, cokelat, atau sumber kafein lainnya.
Untuk sebagian besar orang dewasa, asupan kafein hingga sekitar 400 mg per hari umumnya tidak dikaitkan dengan efek negatif, tetapi batas yang sesuai dapat berbeda berdasarkan sensitivitas individu, kondisi kesehatan, berat badan, dan obat yang dikonsumsi.
Khusus kafein matcha, jumlahnya dapat berbeda berdasarkan kualitas dan takaran bubuk yang digunakan. Matcha umumnya memiliki kafein lebih tinggi daripada teh hijau seduhan, meskipun biasanya masih lebih rendah daripada kopi. Oleh sebab itu, semakin banyak bubuk matcha yang digunakan, semakin besar pula kemungkinan asupan kafeinnya meningkat.
Artikel Lainnya: Panduan Minum Kopi untuk Diet, Manfaat & Aturan yang Benar
Ibu hamil atau menyusui juga perlu memperhatikan total asupan kafein dari seluruh sumber. NCCIH menyebutkan bahwa teh hijau merupakan sumber kafein dan menyarankan orang yang sedang hamil atau mungkin hamil untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai asupan kafein.
Baik teh hijau maupun matcha bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat, tapi hasil diet yang optimal tetap datang dari pola makan seimbang dan konsisten. Slim & Fit hadir sebagai pilihan yang bisa mendukung program dietmu agar lebih terarah.
Dan kabar baiknya, setiap pembelian produk Kalbe bisa memberimu nilai lebih. KPoin adalah program loyalitas dari Kalbe yang mengubah setiap transaksimu menjadi poin yang bisa ditukarkan dengan berbagai hadiah pilihanmu.
Yuk, kenali lebih lanjut Apa Itu KPoin dan download aplikasi KPoin sekarang. Di aplikasi, kamu bisa langsung melihat jumlah poin yang bertambah setiap kali bertransaksi produk Kalbe.
Referensi:
- NIH. Dietary Supplements for Weight Loss. Diakses dari https://ods.od.nih.gov/factsheets/WeightLoss-HealthProfessional/
- National Center for Complementary and Integrative Health. Green Tea. Diakses dari https://www.nccih.nih.gov/health/green-tea
- Harvard T.H. Chan. Drinking matcha may provide some health benefits. Diakses dari https://hsph.harvard.edu/news/matcha-health-benefits
- Harvard T.H. Chan. Daily matcha may benefit brain, heart, gut health. Diakses dari https://hsph.harvard.edu/news/matcha-brain-heart-gut-health/
Komentar

Ayo, jadi orang pertama yang tulis komentar kamu di artikel ini!
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi KPoin untuk berikan komen.



