HomeArtikelGigi dan Mulut

Kenali Apa Itu Sariawan, Penyebab & Cara Mengatasinya

Kenali Apa Itu Sariawan, Penyebab & Cara Mengatasinya

Gigi dan Mulut

Kenali Apa Itu Sariawan, Penyebab & Cara Mengatasinya

profile-Siti Nurmayani Putri

Penulis: Siti Nurmayani Putri

Selasa, 03 Februari 2026

Rating Artikel 0/5

|

0

Bagikan

*Telah Direview oleh Tim Medis Klikdokter


Pernah merasakan mulut perih akibat luka kecil yang tiba-tiba muncul di bibir atau bagian dalam mulut? Kondisi inilah yang dikenal sebagai sariawan. Meski tampak ringan, sariawan dapat menurunkan kenyamanan dan membuat aktivitas sederhana terasa menyiksa.


Memahami apa itu sariawan penting agar kita tahu bagaimana cara mengatasinya dengan tepat. Apalagi, sariawan dapat muncul karena berbagai penyebab, seperti iritasi pada mulut, alergi makanan, hingga daya tahan tubuh yang menurun, sehingga penanganannya pun perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.


Artikel lainnya: Tips Menjaga Kelembapan Bibir Agar Tidak Pecah-Pecah


Apa Itu Sariawan?


Sariawan, dalam istilah medis juga dikenal sebagai aphthous ulcers (ulserasi aftosa), adalah luka dangkal yang terjadi di lapisan dalam mulut. Berbeda dengan cold sore yang disebabkan virus dan menular, luka di mulut akibat sariawan tidak menular dan umumnya bukan karena infeksi virus herpes.

Kondisi sariawan dapat timbul dan sembuh sendiri dalam waktu beberapa hari hingga dua minggu, tetapi sering menimbulkan rasa nyeri atau perih yang cukup mengganggu, terutama ketika makan atau minum.


Penyebab Umum Sariawan


Sariawan sering kali muncul tanpa disadari dan membuat banyak orang bertanya-tanya kenapa sariawan bisa terjadi. Kondisi ini umumnya dipicu oleh berbagai faktor, berikut di antaranya:


1. Trauma atau Cedera Fisik pada Mulut


Sariawan sering muncul setelah terjadi trauma ringan pada jaringan mulut, misalnya karena tergigit, gesekan gigi tajam, atau karena penggunaan kawat gigi atau gigi palsu yang tidak pas. Luka kecil ini bisa memicu terbentuknya ulserasi pada mukosa mulut.


2. Kekurangan Nutrisi


Salah satu penyebab penting yang sering terabaikan adalah defisiensi vitamin dan mineral, seperti kekurangan vitamin B12, zat besi, atau folat (vitamin B9). Kondisi ini dapat membuat dinding mulut menjadi rentan mengalami luka dan sariawan sering.


3. Stres dan Perubahan Hormonal


Beberapa orang mengalami sariawan ketika sedang mengalami stres emosional, kelelahan, atau perubahan hormonal, misalnya menjelang menstruasi. Hubungan ini terjadi karena stres dan hormon dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh sehingga mukosa mulut lebih rentan cedera.


Artikel Lainnya: Tips Mengelola Stres di Dunia yang Serba Cepat


4. Sistem Kekebalan Tubuh yang Menurun


Sariawan juga dapat terjadi ketika kekebalan tubuh menurun, misalnya saat sedang tidak sehat, kurang tidur, atau sedang mengalami penyakit tertentu yang memengaruhi respon imun. Kondisi ini membuat tubuh lebih sulit mengendalikan iritasi atau cedera kecil di dalam mulut.


5. Reaksi Alergi atau Sensitivitas Makanan


Beberapa makanan atau bahan tertentu, seperti makanan pedas, asam, atau bahkan alergi terhadap bahan dalam pasta gigi atau makanan, dapat memicu sariawan atau memperburuk rasa nyeri pada luka di mulut.


Cara Mengatasi Sariawan


Meski sariawan biasanya sembuh sendiri dalam 1–2 minggu, ada beberapa cara untuk membantu mempercepat pemulihan dan meredakan mulut perih tanpa menunggu lama, yaitu:


  1. Perawatan di Rumah: Berkumur dengan air garam hangat beberapa kali sehari dapat membantu meredakan rasa nyeri dan menenangkan area yang terluka. Hindari makanan pedas, asam, atau keras yang bisa memperparah iritasi.
  2. Obat Topikal: Terdapat banyak obat sariawan bebas pakai yang dapat membantu mengurangi rasa sakit dan mempercepat penyembuhan. Gel atau salep dengan bahan anestesi ringan (seperti benzocaine) sering membantu mengatasi kondisi ini.
  3. Suplemen Nutrisi: Jika sariawan sering terjadi karena defisiensi vitamin, dokter mungkin menyarankan suplemen vitamin atau mineral tertentu untuk mempercepat penyembuhan dan mencegah kekambuhan.


Kabar baiknya, Allocair Plus dapat menjadi salah satu solusi dalam mengatasi sariawan. Produk ini diformulasikan untuk membantu meredakan peradangan dan nyeri pada luka di mulut, sambil membantu proses penyembuhan jaringan mukosa mulut.


Penggunaan secara rutin sesuai petunjuk dapat membantu mempercepat sembuhnya luka sariawan dan mengurangi ketidaknyamanan. Pastikan membaca anjuran pemakaian dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika perlu.


Artikel Lainnya: 7 Vitamin untuk Daya Tahan Tubuh, Agar Tidak Gampang Sakit


Tips Mencegah Sariawan


Agar sariawan tidak terjadi berulang, KPeople bisa melakukan beberapa langkah sederhana pencegahan sariawan, yakni:

  1. Menjaga kebersihan mulut dengan rutin menyikat dan membersihkan gigi menggunakan sikat berbulu lembut, serta menggunakan pasta gigi bebas SLS yang lebih lembut di mulut.
  2. Hindari makanan yang dikenal sering memicu iritasi, seperti makanan sangat pedas atau asam.
  3. Penuhi asupan nutrisi penting seperti vitamin B12, zat besi, dan folat dalam diet sehari-hari.
  4. Mengelola stres dengan teknik relaksasi seperti pernapasan dalam atau meditasi.


Berapa Lama Sariawan di Bibir Bisa Sembuh?


Mungkin banyak KPeople yang penasaran, berapa lama sariawan di bibir bisa sembuh? Umumnya, sariawan akan sembuh sendiri dalam 7 hingga 14 hari tanpa pengobatan khusus. Luka akan mengecil dan rasa nyeri perlahan hilang seiring waktu.


Namun, jika sariawan tidak menunjukkan tanda-tanda penyembuhan setelah dua minggu atau semakin memburuk, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter atau dokter gigi untuk evaluasi lebih lanjut.


Jika Kpeople memiliki anak yang juga sedang mengalami sariawan, silakan baca tips menangani sariawan pada anak, agar Mama atau Papa tahu pendekatan apa yang tepat untuk si Kecil.


Kapan Sariawan Perlu Pemeriksaan Medis Lebih Lanjut?


Meskipun kebanyakan sariawan tidak berbahaya, ada beberapa kondisi yang membutuhkan pemeriksaan medis, seperti:


  1. Sariawan yang sangat besar atau sangat nyeri dan tidak kunjung sembuh dalam 2 minggu.
  2. Sariawan yang sering kambuh lebih dari 3 kali setahun.
  3. Keluhan disertai demam, pembengkakan kelenjar getah bening, atau sulit makan dan minum.
  4. Luka yang tampak berbeda dari sariawan biasa dan tidak kunjung hilang.


Jika sariawan membuat mulut perih dan aktivitas jadi tidak nyaman, memilih perawatan yang tepat sangat penting. Allocair Plus hadir sebagai salah satu obat sariawan yang membantu meredakan nyeri sekaligus mendukung proses penyembuhan luka di mulut, sehingga kamu bisa kembali makan dan berbicara dengan lebih nyaman.


Menariknya, setiap pembelian produk Kalbe ini atau Allocair Plus juga memberikan poin di KPoin, lho yang mana bisa ditukarkan dengan hadiah menarik seperti voucher belanja, saldo e-wallet hingga pulsa token listrik.


Pelajari lebih lanjut tentang Apa Itu Kpoin dan Keuntungannya Jika Bergabung dan jangan lupa download aplikasi KPoin untuk mendapatkan info jumlah poin yang telah dikumpulkan.


Referensi:

  1. Mayo Clinic. Canker sore. Diakses dari https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/canker-sore/symptoms-causes/syc-20370615
  2. Healthline. Painful Sensation? Could Be a Canker Sore. Diakses dari https://www.healthline.com/health/canker-sores
  3. MedlinePlus. Canker sore. Diakses dari https://medlineplus.gov/ency/article/000998.htm
  4. Cleveland Clinic. Canker Sores. Diakses dari https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/10945-canker-sores
  5. WebMD. Canker Sore (Aphthous Ulcer). Diakses dari https://www.webmd.com/oral-health/canker-sores

Komentar

empty-state-comment

Ayo, jadi orang pertama yang tulis komentar kamu di artikel ini!

Kamu akan diarahkan ke Aplikasi KPoin untuk berikan komen.