HomeArtikelGigi dan Mulut

Sariawan pada Anak: Ciri, Penyebab, & Cara Mengatasinya

Sariawan pada Anak: Ciri, Penyebab, & Cara Mengatasinya

Gigi dan Mulut

Sariawan pada Anak: Ciri, Penyebab, & Cara Mengatasinya

profile-Siti Nurmayani Putri

Penulis: Siti Nurmayani Putri

Selasa, 03 Februari 2026

Rating Artikel 0/5

|

0

Bagikan

*Telah Direview oleh Tim Medis Klikdokter


Sariawan pada anak adalah kondisi yang cukup sering dialami, mulai dari bayi hingga anak usia sekolah. Meski terlihat sepele, sariawan di mulut anak bisa menimbulkan rasa nyeri, membuat anak rewel, sulit makan, bahkan menolak minum.


Jika dibiarkan, kondisi ini dapat mengganggu asupan nutrisi dan tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami penyebab anak sariawan, cara penanganan sariawan yang tepat, serta kapan harus segera mencari bantuan medis.


Artikel lainnya: Mengenal Flu Singapura, Gejala, Cara Mencegah, dan Mengobati


Mengenali Ciri-Ciri Sariawan pada Anak


Sariawan di mulut anak umumnya mudah dikenali melalui luka kecil berwarna putih atau kekuningan dengan tepi kemerahan. Luka ini dapat muncul di lidah, pipi bagian dalam, gusi, bibir, atau langit-langit mulut. Pada beberapa anak, sariawan juga disertai gusi bengkak dan mulut anak luka yang tampak jelas.


Selain tanda fisik, anak yang mengalami sariawan biasanya menunjukkan perubahan perilaku seperti lebih rewel, menangis saat makan, atau menolak makanan favoritnya. Pada bayi, kondisi ini sering terlihat dari kebiasaan menyusu yang terganggu, sehingga KPeople sebagai orang tua perlu ekstra waspada saat mengatasi sariawan bayi.


Jika sariawan disebabkan oleh infeksi tertentu, anak juga bisa mengalami demam sariawan dan pembengkakan kelenjar getah bening.


Penyebab Umum Sariawan pada Anak yang Perlu Bunda Ketahui


Sariawan pada anak bisa muncul karena berbagai faktor, mulai dari hal sepele hingga kondisi kesehatan tertentu. Mulut anak yang masih sensitif membuatnya mudah mengalami luka, iritasi, atau infeksi yang akhirnya berkembang menjadi sariawan. Berikut beberapa penyebab anak sariawan:


1. Trauma Fisik (Tergigit, Tergesek Sikat Gigi, Terbentur)


Penyebab anak sariawan yang paling sering adalah trauma ringan pada mulut. Anak yang sedang belajar makan sendiri atau menyikat gigi bisa tanpa sengaja melukai bagian dalam mulutnya. Luka kecil ini kemudian berkembang menjadi sariawan, terutama jika kebersihan mulut kurang terjaga.


2. Kekurangan Vitamin dan Mineral (Terutama Vitamin C, B12, Zat Besi)


Kekurangan nutrisi seperti vitamin C, vitamin B12, dan zat besi juga berperan besar dalam munculnya sariawan berulang. Vitamin sariawan ini penting untuk menjaga kesehatan jaringan mulut dan daya tahan tubuh si kecil. Anak yang sulit makan atau memiliki pola makan tidak seimbang lebih rentan mengalami kondisi ini.


Artikel Lainnya: Demam Anak Naik Turun? Pahami Penyebab & Penanganannya


3. Stres atau Kelelahan



Meski sering dianggap hanya dialami orang dewasa, stres juga bisa memicu sariawan pada anak. Perubahan rutinitas, kurang tidur, atau kelelahan fisik dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga sariawan mudah muncul.


4. Alergi Makanan atau Sensitivitas


Beberapa anak sensitif terhadap makanan tertentu seperti cokelat, makanan asam, atau pedas. Reaksi ini dapat memicu iritasi dan menyebabkan sariawan di mulut anak. Orang tua perlu memperhatikan pola makan anak, terutama jika sariawan sering kambuh setelah konsumsi makanan tertentu.


5. Virus (Herpes Simpleks, Hand-Foot-and-Mouth Disease)


Infeksi virus merupakan penyebab sariawan yang perlu diwaspadai, terutama jika disertai demam sariawan dan luka lepuh di area lain seperti tangan dan kaki. Virus herpes simpleks dan penyakit tangan, kaki, dan mulut (HFMD) dapat menyebabkan sariawan yang lebih luas dan nyeri.


6. Imunitas Tubuh Menurun


Saat daya tahan tubuh anak menurun akibat sakit atau kelelahan, risiko sariawan berulang menjadi lebih tinggi. Sistem imun yang lemah membuat proses penyembuhan luka di mulut berjalan lebih lambat.


Cara Mengatasi Sariawan pada Anak


Penanganan sariawan pada anak perlu dilakukan dengan lembut dan tepat agar rasa nyeri cepat berkurang dan proses penyembuhan berjalan optimal. Berikut tips mengatasinya:


1. Menjaga Kebersihan Mulut Anak


Langkah awal penanganan sariawan adalah menjaga kebersihan mulut anak. Pastikan anak menyikat gigi secara teratur dengan sikat berbulu lembut dan pasta gigi sesuai usia. Kebersihan yang baik dapat membantu mencegah infeksi lanjutan pada mulut anak luka.


2. Berikan Makanan dan Minuman yang Lembut dan Tidak Memicu



Selama sariawan belum sembuh, berikan makanan lembut seperti bubur, sup, atau puree. Hindari makanan pedas, asam, dan terlalu panas karena dapat memperparah nyeri sariawan di mulut anak.


Artikel Lainnya: 7 Makanan untuk Daya Tahan Tubuh Anak agar Tidak Mudah Sakit


3. Gunakan Obat Kumur Antiseptik Khusus Anak (Jika Usia Memungkinkan)


Untuk anak yang sudah cukup besar, obat kumur antiseptik khusus anak dapat membantu mengurangi jumlah kuman di mulut. Namun, penggunaannya harus sesuai anjuran usia dan tidak ditelan.


4. Pastikan Asupan Nutrisi dan Cairan Anak Terpenuhi


Pemenuhan nutrisi sangat penting dalam mengatasi sariawan bayi maupun anak. Pastikan anak mendapatkan vitamin sariawan seperti vitamin C dan B kompleks, baik dari makanan maupun suplemen sesuai anjuran dokter.


5. Penggunaan Obat Sariawan untuk Meredakan Nyeri


Untuk membantu meredakan nyeri dan mempercepat penyembuhan, orang tua dapat menggunakan obat sariawan anak yang aman dan sesuai usia.


Salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan adalah Allocair Plus, yang membantu melapisi luka sariawan sehingga rasa perih berkurang dan anak lebih nyaman saat makan dan minum. Produk ini dapat menjadi bagian dari penanganan sariawan yang praktis dan mudah digunakan di rumah.


Kapan Harus Segera Membawa Anak ke Dokter?


Orang tua perlu segera membawa anak ke dokter jika sariawan tidak kunjung sembuh lebih dari dua minggu, disertai demam tinggi, anak tampak sangat lemas, atau mengalami kesulitan makan dan minum.


Jika sariawan berulang terjadi dalam waktu dekat atau disertai gusi bengkak anak yang parah, pemeriksaan medis diperlukan untuk mencari penyebab yang mendasarinya.


Sariawan pada anak memang umum terjadi, tetapi tidak boleh dianggap sepele. Dengan memahami penyebab anak sariawan, mengenali gejalanya sejak dini, serta melakukan penanganan sariawan yang tepat, orang tua dapat membantu anak merasa lebih nyaman dan mencegah komplikasi.


Perawatan yang tepat, nutrisi seimbang, dan penggunaan obat sariawan anak yang aman dapat mempercepat proses penyembuhan.


Agar sariawan pada anak tidak semakin mengganggu aktivitas dan asupan nutrisi, Bunda bisa mempertimbangkan penggunaan Allocair Plus. Formulanya membantu melindungi area sariawan dari iritasi, sehingga proses penyembuhan berjalan lebih optimal dan anak bisa kembali beraktivitas dengan nyaman.


Menariknya, setiap kali Kpeople membeli Allocair Plus, Kpeople bisa mendapatkan poin di KPoin. Poin yang terkumpul bisa ditukarkan dengan berbagai reward menarik seperti voucher belanja, saldo e-wallet, hingga pulsa.


Yuk, mulai perjalanan hidup sehatmu hari ini! Pelajari lebih lanjut tentang Apa Itu Kpoin dan Keuntungannya Bergabung dan segera download aplikasi KPoin agar tidak melewatkan kesempatan mendapatkan hadiah gratis dari setiap langkah sehatmu.


Referensi:


  1. WebMD. Canker sore. Diakses dari https://www.webmd.com/oral-health/canker-sores
  2. Kids Health. Canker Sores (Aphthous Ulcers). Diakses dari https://kidshealth.org/en/teens/canker.html
  3. NHS. Mouth ulcers. Diakses dari https://www.nhs.uk/conditions/mouth-ulcers/
  4. Bitesize Pediatric Dentistry. Canker Sores In Kids: Causes, Symptoms And Treatments. Diakses dari https://wearebitesize.com/canker-sores-in-kids-causes-symptoms-and-treatments/
  5. Medical News Today. Canker sores in kids: What to know. Diakses dari https://www.medicalnewstoday.com/articles/canker-sores-in-kids

Komentar

empty-state-comment

Ayo, jadi orang pertama yang tulis komentar kamu di artikel ini!

Kamu akan diarahkan ke Aplikasi KPoin untuk berikan komen.