
Kesehatan Anak
Cara Membersihkan Alat Makan dan Mainan Anak dengan Benar
Penulis: Siti Nurmayani Putri
Selasa, 03 November 2026
Rating Artikel 0/5
|
0
Bagikan
Saat Si Kecil mulai makan sendiri dan aktif bermain, alat makan serta mainan menjadi benda yang sering disentuh setiap hari. Tidak jarang, sendok terjatuh ke lantai, mainan masuk ke mulut, atau boneka kesayangan dibawa ke mana-mana.
Oleh karena itu, mengetahui cara membersihkan alat makan dan mainan anak dengan benar menjadi bagian penting dari rutinitas menjaga kesehatan Si Kecil.
KPeople tidak perlu menggunakan banyak produk pembersih atau mensterilkan semua barang setiap saat. Hal terpenting adalah memahami cara mencuci sesuai jenis barang, menggunakan produk yang tepat, serta memastikan benda tersebut kering sebelum digunakan kembali.
Kebiasaan sederhana ini membantu mengurangi penyebaran kuman melalui tangan, makanan, dan benda yang sering disentuh anak.
Artikel Lainnya: Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Anak
Kenapa Kebersihan Alat Makan dan Mainan Anak Penting?
Anak, terutama bayi dan balita, masih sering memasukkan tangan atau benda ke dalam mulut. Padahal, alat makan dan mainan anak sarang kuman yang terkontaminasi dari tangan, permukaan meja, lantai, air liur, maupun sisa makanan.
Jika benda tersebut tidak dibersihkan dengan baik, kuman dapat berpindah ke tubuh anak dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk diare pada anak dan infeksi tertentu.
Menjaga kebersihan bukan berarti KPeople harus membuat lingkungan Si Kecil benar-benar bebas dari semua mikroorganisme. Fokus utamanya adalah mengurangi kontaminasi dan mencegah penyebaran kuman yang dapat menyebabkan penyakit.
Dengan kebiasaan mencuci alat makan, membersihkan mainan, dan mencuci tangan secara konsisten, KPeople dapat membantu mencegah anak sakit lewat kebersihan.
Artikel lainnya: 10 Ciri Anak Sehat Fisik & Mental, Panduan untuk Orang Tua
Cara Membersihkan Alat Makan Anak
Alat makan yang digunakan Si Kecil, seperti piring, mangkuk, sendok, garpu, gelas, botol susu, dan dot, perlu dibersihkan sesuai jenis serta fungsinya.
Peralatan yang bersentuhan langsung dengan makanan atau susu harus bebas dari sisa makanan dan sabun sebelum digunakan kembali.
Untuk menjaga kebersihan alat makan balita, KPeople bisa membiasakan Si Kecil menggunakan peralatan makan pribadi yang mudah dicuci.
Pastikan juga peralatan tersebut terbuat dari bahan yang aman untuk makanan dan tidak rusak, retak, atau mengelupas. Retakan dan bagian yang sulit dijangkau dapat membuat sisa makanan lebih mudah tertinggal.
Langkah mencuci: sabun, air mengalir, bilas, dan keringkan
KPeople dapat menerapkan langkah berikut saat cuci piring anak maupun membersihkan peralatan makan lainnya.
- Buang sisa makanan: Singkirkan sisa bubur, nasi, susu, atau makanan lain sebelum mulai mencuci.
- Cuci dengan sabun: Gunakan sabun pencuci piring dan air bersih. Gosok seluruh permukaan dengan spons atau sikat khusus yang bersih, termasuk bagian pegangan, sudut mangkuk, dan celah peralatan.
- Bilas sampai bersih: Gunakan air bersih yang mengalir untuk menghilangkan sisa sabun dan kotoran.
- Keringkan dengan benar: Letakkan peralatan pada rak pengering yang bersih dan biarkan mengering sepenuhnya. Hindari mengelap bagian dalam peralatan dengan lap yang lembap atau kotor.
- Simpan setelah kering: Letakkan peralatan di tempat yang bersih dan terlindung dari debu maupun percikan air kotor.
Jangan lupa membersihkan spons dan sikat secara rutin serta menggantinya jika sudah rusak atau berbau. Spons yang lembap dan kotor dapat menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme.
Ketahui kapan perlu direbus atau disterilkan
Mencuci dengan sabun dan air merupakan langkah utama untuk menghilangkan sisa makanan dan kotoran. Namun, untuk bayi yang masih sangat muda, terutama bayi berusia di bawah dua bulan, bayi prematur, atau bayi dengan daya tahan tubuh yang lemah, sterilisasi peralatan makan dan minum memerlukan perhatian lebih.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan sanitasi atau sterilisasi botol dan perlengkapan menyusu setidaknya sekali sehari untuk bayi yang masih berusia di bawah dua bulan, lahir prematur, atau memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Pada bayi yang lebih besar dan sehat, sanitasi harian mungkin tidak selalu diperlukan apabila peralatan dibersihkan dengan saksama setiap selesai digunakan.
Sterilisasi alat makan bayi dapat dilakukan menggunakan metode yang sesuai dengan petunjuk produsen, misalnya merebus peralatan yang memang aman direbus atau menggunakan alat sterilisasi uap.
Jangan merebus barang yang tidak dirancang untuk menahan suhu tinggi karena dapat berubah bentuk atau rusak. Setelah disanitasi, tangani peralatan dengan tangan bersih dan simpan di tempat yang terlindung dari kontaminasi.
Perhatikan cara menyimpan alat makan agar tetap bersih
Setelah dicuci dan dikeringkan, simpan alat makan Si Kecil di lemari atau wadah bersih yang tertutup. Hindari menumpuk peralatan saat masih basah karena kelembapan dapat mendukung pertumbuhan mikroorganisme. Sebaiknya, pisahkan peralatan bersih dari spons, lap dapur, dan benda lain yang berpotensi membawa kotoran.
KPeople juga perlu memeriksa kondisi alat makan secara berkala. Jika piring plastik retak, lapisan sendok terkelupas, atau dot sudah lengket, berubah warna, dan menunjukkan tanda kerusakan, pertimbangkan untuk menggantinya.
Untuk cara cuci botol dan dot, bongkar bagian-bagiannya sesuai petunjuk produsen, cuci setiap komponen secara terpisah, bilas hingga bersih, lalu keringkan sepenuhnya sebelum dirakit kembali.
Cara Membersihkan Mainan Berdasarkan Bahan
Tidak semua mainan bisa dicuci dengan cara yang sama. Bahan, bentuk, keberadaan baterai, serta petunjuk perawatan dari produsen menentukan metode pembersihan yang aman.
Mainan yang sering digigit, dibawa keluar rumah, atau digunakan bersama anak lain perlu mendapat perhatian lebih karena berpotensi menjadi perantara perpindahan kuman.
Sebelum mulai membersihkan mainan anak, periksa label perawatan dan pastikan apakah mainan boleh direndam, dicuci menggunakan mesin, atau hanya boleh dilap. Dengan begitu, mainan tetap bersih tanpa merusak bahan maupun bagian di dalamnya.
1. Plastik dan silikon
Untuk membersihkan mainan plastik dan silikon yang tahan air, KPeople bisa menggunakan sabun dan air bersih. Gosok seluruh permukaan, termasuk celah kecil dan bagian yang sering digenggam, kemudian bilas hingga tidak ada sisa sabun. Setelah itu, biarkan mainan mengering sepenuhnya di rak bersih sebelum diberikan kembali kepada Si Kecil.
Jika mainan sering masuk ke mulut, seperti teether atau mainan gigitan, ikuti petunjuk produsen mengenai cara mencuci dan apakah produk tersebut boleh direbus atau disterilkan.
Tidak semua plastik dan silikon tahan terhadap suhu tinggi. Hindari merebus mainan hanya karena bahannya terlihat kuat.
Mainan yang berlubang juga perlu diperiksa. Jika air masuk ke dalamnya dan sulit dikeluarkan, kelembapan yang tertinggal dapat memicu pertumbuhan jamur.
KPeople bisa mempertimbangkan mainan yang mudah dibersihkan dan tidak menyimpan air di bagian dalam.
2. Boneka dan mainan kain
Boneka, selimut boneka, serta mainan kain dapat menyimpan debu, air liur, keringat, dan kotoran dari tangan Si Kecil. Untuk mencuci mainan boneka, periksa label perawatannya terlebih dahulu.
Boneka yang dapat dicuci dengan mesin bisa dimasukkan ke kantong laundry agar bentuknya lebih terlindungi. Gunakan deterjen sesuai petunjuk, lalu pastikan boneka kering hingga bagian dalamnya sebelum digunakan kembali.
Jika boneka tidak boleh dicuci dengan mesin, bersihkan bagian yang kotor menggunakan metode pencucian tangan sesuai petunjuk produsen. Jangan hanya mengeringkan permukaan ketika bagian dalamnya masih basah karena kelembapan yang tertinggal dapat menyebabkan bau atau pertumbuhan jamur.
Boneka kesayangan Si Kecil yang dibawa tidur atau dipeluk setiap hari sebaiknya diperiksa lebih sering, terutama jika terkena air liur, makanan, atau cairan tubuh. Jika boneka terkena muntah atau kotoran, segera bersihkan sesuai petunjuk perawatan dan pastikan benar-benar kering.
3. Mainan kayu
Mainan kayu membutuhkan cara perawatan yang berbeda karena bahan ini dapat menyerap air. Untuk membersihkannya, gunakan kain bersih yang sedikit dibasahi dengan air dan sabun lembut jika sesuai dengan petunjuk produsen.
Usap permukaan mainan secara menyeluruh, kemudian lap kembali menggunakan kain bersih yang lembap untuk menghilangkan sisa sabun.
Hindari merendam mainan kayu atau mencucinya di bawah aliran air dalam waktu lama. Air berlebihan dapat membuat kayu mengembang, retak, atau merusak lapisan pelindungnya. Setelah dibersihkan, keringkan di tempat dengan sirkulasi udara yang baik.
Periksa juga apakah terdapat serpihan kayu, cat yang mengelupas, atau bagian yang retak. Jika kerusakan berisiko melukai anak atau membuat serpihan tertelan, hentikan penggunaan mainan tersebut.
4. Mainan berbaterai atau elektronik
Mainan elektronik, seperti mobil-mobilan dengan baterai, boneka bernyanyi, dan buku interaktif, tidak boleh direndam sembarangan. Matikan mainan dan lepaskan baterai jika petunjuk produsen mengizinkannya. Kemudian, bersihkan permukaan menggunakan kain lembut yang sedikit lembap dan sabun sesuai petunjuk perawatan.
Hindari menyemprotkan cairan pembersih langsung ke tombol, lubang speaker, sambungan, atau kompartemen baterai. Pastikan mainan benar-benar kering sebelum dinyalakan kembali. Jika mainan memiliki bagian yang dapat dilepas, bersihkan bagian tersebut secara terpisah sesuai petunjuk produsen.
Cara disinfeksi mainan elektronik perlu dilakukan dengan hati-hati. Jika produsen mengizinkan disinfektan, pilih produk yang sesuai dengan permukaan dan ikuti petunjuk pemakaian, termasuk waktu kontak yang diperlukan.
Jangan menggunakan cairan disinfektan pada bagian yang dapat dijilat atau digigit anak tanpa memastikan bahwa penggunaannya aman.
Artikel Lainnya: Ciri Anak Aktif Sesuai Usia dari Bayi hingga Sekolah
Seberapa Sering Harus Dibersihkan?
Frekuensi membersihkan mainan dan alat makan bergantung pada seberapa sering benda digunakan, kondisi kebersihannya, dan siapa yang menggunakannya.
Tidak semua mainan harus dicuci setiap hari, tetapi barang yang bersentuhan langsung dengan makanan atau mulut Si Kecil perlu mendapat perhatian khusus.
Berikut panduan praktis yang bisa KPeople terapkan di rumah:
- Setiap selesai makan: Cuci piring, mangkuk, sendok, gelas, botol, dan dot yang baru digunakan.
- Setelah mainan masuk ke mulut: Bersihkan sebelum digunakan kembali, terutama jika mainan dipakai bergantian oleh beberapa anak.
- Saat terlihat kotor: Segera bersihkan mainan yang terkena makanan, air liur berlebihan, atau kotoran.
- Setelah anak sakit: Bersihkan benda yang sering disentuh, termasuk mainan dan permukaan meja, dengan metode yang sesuai. Disinfeksi dapat diperlukan untuk jenis penyakit atau kontaminasi tertentu.
- Secara berkala: Cuci boneka, mainan kain, serta mainan yang sering digunakan sesuai petunjuk perawatannya.
Untuk bayi yang menggunakan botol susu, ikuti panduan kebersihan dan sanitasi khusus berdasarkan usia serta kondisi kesehatannya. Sementara itu, mainan yang digunakan bersama di tempat penitipan anak sebaiknya memiliki jadwal pembersihan yang jelas.
Perlu diingat, membersihkan berarti menghilangkan kotoran dan sebagian besar kuman dari permukaan. Sanitasi bertujuan mengurangi jumlah kuman hingga tingkat yang lebih aman, sedangkan disinfeksi menggunakan produk tertentu untuk membunuh kuman yang tersisa sesuai klaim produknya. Ketiganya tidak selalu diperlukan pada setiap benda atau setiap waktu.
Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari
Niat KPeople menjaga kebersihan Si Kecil tentu baik. Namun, ada beberapa kebiasaan yang justru dapat mengurangi efektivitas pembersihan atau membuat mainan dan alat makan tidak aman digunakan. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan:
- Menggunakan air saja untuk membersihkan benda berminyak: Sisa makanan dan minyak lebih mudah dihilangkan dengan sabun dan air daripada hanya dilap.
- Mencampur produk pembersih: Jangan mencampur pemutih dengan cuka, amonia, atau produk pembersih lainnya karena dapat menghasilkan gas berbahaya.
- Menggunakan disinfektan tanpa membaca label: Pastikan produk sesuai untuk permukaan yang akan dibersihkan dan ikuti petunjuk pengenceran serta waktu kontaknya.
- Langsung memberikan mainan setelah dilap: Pastikan mainan sudah kering dan tidak menyisakan cairan pembersih yang berpotensi terpapar pada Si Kecil.
- Merebus semua alat makan dan mainan: Tidak semua bahan tahan panas. Ikuti petunjuk produsen agar barang tidak rusak atau berubah bentuk.
- Menyimpan alat makan dalam keadaan basah: Kelembapan yang tertinggal dapat mendukung pertumbuhan mikroorganisme.
- Menganggap semua mainan harus selalu didisinfeksi: Untuk penggunaan sehari-hari, pembersihan dengan metode yang tepat sering kali sudah memadai. Disinfeksi lebih relevan pada kondisi tertentu, seperti kontaminasi cairan tubuh atau ketika ada anjuran khusus.
KPeople juga perlu menyimpan produk pembersih di tempat yang tidak dapat dijangkau anak. Jangan pernah memindahkan cairan pembersih ke botol minuman atau wadah makanan karena dapat tertukar dan tertelan secara tidak sengaja.
Artikel Lainnya: Cara Melatih Konsentrasi Anak Sesuai Usia yang Efektif
Kebiasaan Pendukung: Cuci Tangan dan Kebersihan Lingkungan
Menjaga kebersihan alat makan dan mainan akan lebih efektif jika dibarengi dengan kebiasaan mencuci tangan.
KPeople dan anggota keluarga sebaiknya mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebelum menyiapkan makanan, sebelum menyuapi Si Kecil, setelah menggunakan toilet, setelah mengganti popok, serta setelah membersihkan kotoran atau ingus anak.
Ajarkan Si Kecil mencuci tangan secara bertahap sesuai usianya. KPeople bisa memberikan contoh sambil bernyanyi atau membuat rutinitas mencuci tangan sebelum makan dan setelah bermain.
Jika sabun dan air tidak tersedia, pembersih tangan berbahan dasar alkohol minimal 60% dapat menjadi alternatif untuk kondisi tertentu, dengan pengawasan orang dewasa pada anak kecil. Namun, sabun dan air tetap menjadi pilihan utama ketika tangan terlihat kotor atau berminyak.
Selain itu, jaga kebersihan meja makan, lantai tempat anak bermain, serta permukaan yang sering disentuh. Bersihkan tumpahan makanan sesegera mungkin dan pisahkan alat makan bersih dari benda yang belum dicuci.
Jika Si Kecil bermain bersama saudara atau teman, biasakan membersihkan mainan yang terkena air liur sebelum diberikan kepada anak lain.
KPeople tidak harus membuat rumah steril sepanjang waktu. Yang lebih penting adalah membangun kebiasaan yang konsisten dan menyesuaikan cara membersihkan dengan kebutuhan. Dengan begitu, upaya menjaga kebersihan menjadi bagian alami dari aktivitas sehari-hari, bukan pekerjaan yang membuat KPeople kewalahan.
Menjaga kebersihan alat makan dan mainan adalah salah satu cara sederhana melindungi kesehatan si kecil. Dan menjaga kesehatan keluarga jadi lebih menyenangkan kalau setiap belanja kebutuhan sehatmu juga memberi nilai balik.
KPoin adalah program loyalitas dari Kalbe yang mengubah setiap transaksi produk Kalbe menjadi poin yang bisa ditukarkan dengan berbagai hadiah pilihanmu.
Yuk, kenali lebih lanjut Apa Itu KPoin dan download aplikasi KPoin sekarang. Di aplikasi, kamu bisa langsung melihat jumlah poin yang bertambah setiap kali bertransaksi produk Kalbe.
Referensi:
- CDC. How to Clean, Sanitize, and Store Infant Feeding Items. Diakses dari https://www.cdc.gov/hygiene/about/clean-sanitize-store-infant-feeding-items.html
- CDC. How to Clean Infant Feeding Items During Emergencies. Diakses dari https://www.cdc.gov/infant-feeding-emergencies-toolkit/php/how-to-clean-infant-feeding-items-during-emergencies.html
- CDC. How to Clean, Sanitize, and Store Infant Feeding Items Frequently Asked Questions. Diakses dari https://www.cdc.gov/hygiene/faq/
- CDC. Cleaning and Disinfecting. Diakses dari https://www.cdc.gov/hygiene/cleaning-disinfecting/index.html
- CDC. When and How to Clean and Disinfect Your Home. Diakses dari https://www.cdc.gov/hygiene/about/when-and-how-to-clean-and-disinfect-your-home.html
- CDC. About Handwashing. Diakses dari https://www.cdc.gov/handwashing
- CDC. How to Prevent Norovirus. Diakses dari https://www.cdc.gov/norovirus/prevention/index.html
Komentar

Ayo, jadi orang pertama yang tulis komentar kamu di artikel ini!
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi KPoin untuk berikan komen.



