
Parenting Anak
12 Jenis Permainan untuk Melatih Fokus Anak Sesuai Usia
Penulis: Siti Nurmayani Putri
Selasa, 03 November 2026
Rating Artikel 0/5
|
0
Bagikan
Bagi KPeople, melihat Si Kecil mudah beralih dari satu mainan ke mainan lain mungkin terkadang membuat bingung. Baru saja menyusun balok, beberapa menit kemudian ia sudah ingin bermain mobil-mobilan.
Namun, KPeople tidak perlu buru-buru khawatir karena kemampuan memusatkan perhatian berkembang secara bertahap seiring pertambahan usia dan pengalaman anak.
Salah satu cara yang menyenangkan untuk mendukung perkembangannya adalah mengenalkan jenis permainan untuk melatih fokus anak sesuai usia dan kemampuannya.
Melalui aktivitas sederhana, seperti menyusun balok, bermain puzzle, atau mengikuti instruksi, Si Kecil dapat berlatih memperhatikan, mengingat informasi, dan mengarahkan tindakannya. KPeople bisa memulainya melalui kegiatan sehari-hari tanpa harus membeli mainan mahal.
Artikel lainnya: Kenali Brain Rot dan Dampaknya bagi Perkembangan Otak Anak
Kenapa Bermain Efektif Melatih Fokus Anak?
Bermain bukan hanya kegiatan untuk mengisi waktu luang. Saat bermain, anak berkesempatan melatih berbagai keterampilan yang mendukung proses belajar, termasuk memperhatikan arahan, mengingat aturan, menunggu giliran, dan memecahkan masalah sederhana.
Keterampilan tersebut membantu anak belajar mengendalikan respons serta menyelesaikan aktivitas secara bertahap. Misalnya, ketika menyusun balok, Si Kecil perlu memperhatikan bentuk dan posisi setiap bagian agar bangunannya tidak mudah roboh.
Saat bermain kartu memori, ia berlatih mengingat letak gambar yang sebelumnya sudah dibuka. Sementara itu, permainan mengikuti instruksi mengajaknya mendengarkan dengan saksama sebelum bergerak.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), berbagai aktivitas melatih atensi anak seperti ini dapat menjadi bentuk stimulasi yang menyenangkan untuk mendukung perhatian dan kemampuan berpikir anak.
Hal yang tidak kalah penting, permainan edukatif anak memberi kesempatan kepada Si Kecil untuk belajar tanpa merasa sedang diuji. Ketika suasananya menyenangkan, anak lebih terdorong untuk mencoba kembali, menghadapi tantangan, dan mengeksplorasi hal baru.
Jadi, tujuan permainan melatih fokus anak bukan membuatnya duduk diam selama mungkin, melainkan membantu anak belajar mengarahkan perhatian sesuai tahap perkembangannya.
Artikel Lainnya: Cara Melatih Konsentrasi Anak Sesuai Usia yang Efektif
Prinsip Memilih Permainan yang Tepat
Sebelum memilih aktivitas, KPeople perlu memahami bahwa setiap anak memiliki minat, kemampuan, dan kecepatan perkembangan yang berbeda.
Permainan yang menarik bagi satu anak belum tentu cocok untuk anak lainnya. Untuk itu, pilih aktivitas yang membuat Si Kecil tertarik sekaligus memberinya kesempatan untuk mencoba sesuatu yang sedikit menantang.
Sesuaikan usia, durasi, dan tingkat kesulitan
Usia dapat menjadi panduan awal untuk menentukan permainan yang sesuai, tetapi bukan satu-satunya patokan. Perhatikan juga kemampuan motorik, bahasa, pemahaman instruksi, dan minat Si Kecil.
Untuk anak yang lebih kecil, KPeople bisa memulai dengan aktivitas sederhana menggunakan benda berukuran aman. Anak yang lebih besar dapat dikenalkan pada aturan yang lebih kompleks, tantangan memori, atau strategi sederhana.
Durasi bermain pun sebaiknya mengikuti kesiapan anak. KPeople tidak perlu langsung meminta Si Kecil menyelesaikan permainan dalam waktu lama. Mulailah dari beberapa menit, lalu beri kesempatan untuk melanjutkan apabila ia masih tertarik.
Jika anak mulai lelah, gelisah, atau kehilangan minat, KPeople bisa beristirahat dan mencoba kembali nanti. Aktivitas bermain bersama secara rutin dapat membantu anak berlatih memperpanjang perhatian secara bertahap.
Selain itu, pastikan permainan aman dan tidak terlalu sulit. Mainan dengan bagian kecil yang mudah tertelan sebaiknya dihindari untuk balita.
KPeople juga dapat memberikan bantuan secukupnya, misalnya menunjukkan cara memulai, tanpa langsung menyelesaikan tantangan untuk anak.
Artikel Lainnya: Pernah Dengar STEAM? Cara Tingkatkan Kecerdasan Anak
Jenis Permainan untuk Tingkatkan Konsentrasi Anak
Ada banyak pilihan permainan konsentrasi anak yang bisa KPeople sesuaikan dengan tahap perkembangan Si Kecil. Beberapa aktivitas melatih kemampuan mengamati, sebagian lainnya mengasah daya ingat, kemampuan mendengarkan, atau keterampilan mengikuti aturan.
KPeople bisa memanfaatkan mainan yang sudah tersedia di rumah agar waktu bermain terasa lebih praktis dan tetap bermakna. Ini dia beberapa opsinya:
Balita 1–3 Tahun: Menyusun Balok, Memasukkan Bentuk, Bernyanyi dengan Gerakan
Pada usia balita, Si Kecil sedang aktif mengeksplorasi lingkungan dan belajar memahami instruksi sederhana. Pilih mainan melatih fokus balita yang melibatkan gerakan tangan, pengamatan, dan pengulangan. Berikut beberapa aktivitas yang bisa KPeople coba:
1. Menyusun balok
Ajak Si Kecil menyusun balok menjadi menara atau bangunan sederhana. KPeople bisa memulainya dengan dua atau tiga balok, kemudian membiarkannya mencoba menambah tinggi bangunan sesuai kemampuannya.
Aktivitas ini melatih koordinasi mata dan tangan, kemampuan mengamati, serta ketekunan saat mencoba kembali jika balok roboh. Gunakan balok berukuran besar yang aman untuk usia anak.
2. Memasukkan bentuk ke wadah yang sesuai
Permainan memasukkan bentuk membantu anak mengenali perbedaan bentuk dan mencocokkannya dengan lubang yang tepat.
KPeople dapat mengajak Si Kecil mencoba memasukkan lingkaran atau persegi ke tempatnya sambil menyebutkan nama bentuk tersebut.
Anak berlatih memperhatikan detail dan mencoba memecahkan masalah sederhana. Pastikan ukuran setiap bagian sesuai usia dan tidak berisiko tertelan.
3. Bernyanyi dengan gerakan
KPeople bisa menyanyikan lagu anak sambil mengajak Si Kecil bertepuk tangan, mengangkat tangan, atau menirukan gerakan hewan. Coba gunakan lagu yang memiliki pola berulang agar anak lebih mudah mengikuti.
Kegiatan ini melatih perhatian terhadap suara, kemampuan meniru, dan koordinasi gerakan. KPeople juga bisa sesekali berhenti bernyanyi untuk memberi kesempatan kepada anak melanjutkan gerakannya.
Anak 3–5 Tahun: Puzzle Sederhana, Kartu Memori, Mencari Benda
Memasuki usia prasekolah, anak umumnya mulai mampu mengikuti instruksi yang lebih beragam, mengenali pola, dan mengingat bagian dari cerita.
KPeople dapat memperkenalkan permainan dengan aturan sederhana untuk melatih perhatian dan kemampuan menyelesaikan tugas.
4. Puzzle sederhana
Puzzle untuk anak merupakan pilihan yang baik untuk melatih kemampuan mengamati, mencocokkan bentuk, dan memecahkan masalah. Mulailah dari puzzle dengan sedikit kepingan dan gambar yang familier, seperti hewan atau kendaraan.
KPeople bisa memberikan petunjuk ringan, misalnya, “Coba cari bagian yang punya gambar telinga,” alih-alih langsung menunjukkan jawaban. Tingkatkan kesulitannya secara bertahap saat Si Kecil sudah lebih terbiasa.
5. Permainan kartu memori anak
Dalam permainan kartu memori anak, beberapa kartu bergambar diletakkan dalam posisi tertutup. Anak membuka dua kartu secara bergantian dan berusaha menemukan gambar yang sama.
Untuk pemula, gunakan sedikit pasangan kartu terlebih dahulu. Permainan ini membantu anak berlatih mengingat posisi gambar, memperhatikan detail, dan menunggu giliran. Jika Si Kecil masih kesulitan, KPeople dapat mengurangi jumlah kartu agar permainan tetap menyenangkan.
6. Mencari benda di sekitar rumah
Permainan mencari benda bisa dilakukan tanpa alat khusus. KPeople cukup memberikan petunjuk, seperti, “Ayo cari benda berwarna merah,” atau “Bisakah kamu menemukan tiga benda yang berbentuk lingkaran?”.
Anak akan belajar mengamati lingkungan, memilah informasi, dan mempertahankan perhatian sampai menemukan jawabannya. Permainan ini juga bisa dikembangkan menjadi aktivitas mencari benda berdasarkan warna, ukuran, atau fungsi.
7. Simon Says atau ikuti instruksi
Permainan Simon Says anak mengajak si Kecil mendengarkan instruksi sebelum melakukan gerakan. Misalnya, KPeople berkata, “Simon says, pegang hidung,” lalu Si Kecil mengikuti. Sesekali KPeople dapat memberikan instruksi tanpa awalan “Simon says” dan mengajak anak menunggu sebelum bergerak.
Mulailah dengan satu instruksi sederhana, kemudian tingkatkan variasinya jika anak sudah memahami aturan. Aktivitas ini melatih keterampilan mendengarkan, memperhatikan kata-kata, dan mengendalikan respons.
Artikel Lainnya: Pahami Golden Age Anak: Umur Berapa & Kenapa Sangat Penting?
Anak 6–12 Tahun: Mencari Perbedaan, Labirin, Permainan Papan, Strategi Sederhana
Anak usia sekolah dapat mulai diperkenalkan pada permainan yang membutuhkan pengamatan lebih teliti, perencanaan, dan pemecahan masalah.
Namun, kemampuan setiap anak tetap berbeda, sehingga KPeople perlu menyesuaikan tingkat kesulitan dengan kesiapan Si Kecil.
8. Mencari perbedaan pada dua gambar
Siapkan dua gambar yang terlihat serupa tetapi memiliki beberapa perbedaan. Minta Si Kecil menemukan detail yang berubah, seperti warna, bentuk, atau benda yang hilang.
Permainan ini membantu anak melatih ketelitian dan mempertahankan perhatian pada detail visual. KPeople bisa memilih gambar dengan sedikit perbedaan terlebih dahulu, kemudian menambah tantangannya sesuai kemampuan anak.
9. Labirin sederhana
Dalam permainan labirin, anak perlu menemukan jalan dari titik awal menuju tujuan tanpa melewati jalan buntu. Aktivitas ini mendorong anak merencanakan langkah, memperhatikan jalur, dan mencoba strategi lain ketika menemui hambatan.
KPeople dapat mengajak Si Kecil memikirkan jalur yang mungkin sebelum mulai menggambar. Tidak perlu terburu-buru menyelesaikannya karena proses mencari solusi juga merupakan bagian penting dari permainan.
10. Permainan papan
Permainan papan atau board game dapat melatih anak mengikuti aturan, menunggu giliran, dan memperhatikan perkembangan permainan.
KPeople bisa memilih permainan sederhana yang sesuai usia, seperti ular tangga atau permainan mencocokkan strategi.
Selain melatih fokus, aktivitas ini memberi kesempatan kepada anak untuk belajar menerima hasil permainan, mengelola emosi, dan berinteraksi dengan anggota keluarga.
11. Permainan strategi sederhana
Catur pemula, dam, atau permainan strategi lain yang sesuai usia dapat menjadi pilihan untuk melatih perencanaan dan pengambilan keputusan.
Anak belajar mempertimbangkan beberapa pilihan, memperkirakan konsekuensi langkah, dan menyesuaikan strategi ketika situasi berubah.
KPeople bisa mendampingi dengan pertanyaan ringan, seperti, “Menurutmu, langkah mana yang paling membantu?” agar anak terbiasa berpikir tanpa merasa terus-menerus dinilai.
12. Permainan mengingat urutan
KPeople dapat menyebutkan tiga benda, gerakan, atau kata sederhana, lalu meminta Si Kecil mengulanginya sesuai urutan. Contohnya, tepuk tangan, sentuh kepala, kemudian berdiri.
Jika anak sudah terbiasa, KPeople bisa menambahkan satu langkah lagi. Permainan ini melatih kemampuan mendengarkan, mengingat informasi, dan mengikuti instruksi bertahap. Sesuaikan panjang urutannya dengan kemampuan anak agar tantangannya tidak terasa berlebihan.
Artikel Lainnya: Tips Membentuk Kebiasaan Positif pada Anak Balita Sejak Dini
Tips Agar Anak Betah dan Tidak Merasa Dipaksa
Melatih fokus tidak harus dilakukan dengan meminta anak duduk diam atau menyelesaikan setiap permainan sampai tuntas. Anak akan lebih mudah terlibat ketika aktivitasnya menarik, tantangannya sesuai kemampuan, dan ia merasa nyaman mencoba.
KPeople juga bisa memberikan kesempatan kepada Si Kecil untuk memilih permainan yang disukainya. Berikut beberapa tips yang bisa KPeople terapkan:
- Mulai dari waktu yang singkat: Ajak anak bermain selama beberapa menit terlebih dahulu. Jika ia masih menikmati aktivitasnya, KPeople dapat memberi kesempatan untuk melanjutkan.
- Ikuti minat anak: Jika Si Kecil menyukai hewan, pilih puzzle bergambar hewan atau permainan mencari benda berbentuk binatang. Minatnya dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan tantangan baru.
- Kurangi gangguan di sekitar: Matikan televisi dan jauhkan ponsel saat bermain agar anak lebih mudah memperhatikan aktivitas yang sedang dilakukan.
- Berikan instruksi sederhana: Sampaikan satu arahan terlebih dahulu untuk anak yang masih kecil. Pastikan ia memahami aturan sebelum menambahkan tantangan.
- Apresiasi usaha, bukan hanya hasil: KPeople bisa berkata, “Wah, kamu mencoba lagi sampai ketemu bentuk yang cocok,” untuk menghargai ketekunannya.
- Selingi dengan aktivitas bergerak: Anak yang mulai gelisah bisa diajak menari, melompat, atau berjalan sebentar sebelum kembali bermain.
- Jadikan rutinitas yang menyenangkan: Sediakan waktu bermain bersama secara rutin, tanpa menjadikannya kewajiban yang menimbulkan tekanan.
Strategi tersebut sejalan dengan anjuran untuk mengurangi gangguan, memberi instruksi yang jelas, mengikuti minat anak, dan memberikan dukungan positif selama bermain.
KPeople juga tidak harus selalu membeli mainan baru.
Permainan tanpa gadget seperti tebak benda, mencari warna, menyusun barang berdasarkan ukuran, atau mengikuti gerakan dapat dilakukan menggunakan benda yang aman di rumah.
Kegiatan sederhana ini dapat menjadi pilihan permainan di rumah untuk anak sekaligus kesempatan untuk membangun kedekatan dengan KPeople.
Artikel Lainnya: 5 Perkembangan Anak Usia 1 Tahun, Si Dedek Bisa Apa Saja?
Kapan Anak Butuh Evaluasi Lebih Lanjut?
Setiap anak memiliki pola perkembangan yang berbeda. Mudah terdistraksi sesekali, ingin berpindah permainan, atau belum mampu mengikuti instruksi yang rumit tidak otomatis menandakan adanya gangguan perhatian.
KPeople perlu melihat kemampuan anak secara keseluruhan, termasuk perkembangan bahasa, interaksi sosial, keterampilan sehari-hari, dan kemampuannya mengikuti kegiatan sesuai usia.
Namun, KPeople sebaiknya berkonsultasi dengan dokter anak jika kesulitan memusatkan perhatian berlangsung terus-menerus, muncul dalam berbagai situasi seperti di rumah dan sekolah, serta mengganggu proses belajar atau kegiatan sehari-hari.
Konsultasi juga diperlukan jika KPeople melihat keterlambatan pada beberapa aspek perkembangan atau kemampuan yang sebelumnya sudah dikuasai justru menghilang. Dokter dapat membantu menilai perkembangan Si Kecil dan menentukan apakah diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Sambil menunggu konsultasi, KPeople bisa mencatat situasi ketika anak paling mudah terdistraksi, aktivitas yang membuatnya lebih fokus, serta kendala yang disampaikan guru jika ada.
Catatan ini dapat membantu dokter memahami kondisi anak dengan lebih menyeluruh. Hindari memberikan label tertentu kepada Si Kecil hanya berdasarkan perilakunya saat bermain karena penilaian perkembangan memerlukan pertimbangan yang lebih luas.
Bermain dan belajar membutuhkan energi serta nutrisi yang cukup. Zee dan Cerebrofort hadir sebagai pilihan untuk membantu melengkapi kebutuhan nutrisi anak agar ia tetap aktif dan bersemangat menjalani hari-harinya.
Dan kabar baiknya, setiap pembelian produk Kalbe bisa memberimu nilai lebih. KPoin adalah program loyalitas dari Kalbe yang mengubah setiap transaksi produk Kalbe menjadi poin yang bisa ditukarkan dengan berbagai hadiah pilihanmu.
Yuk, kenali lebih lanjut Apa Itu KPoin dan download aplikasi KPoin sekarang. Di aplikasi, kamu bisa langsung melihat jumlah poin yang bertambah setiap kali bertransaksi produk Kalbe.
Referensi:
- HealthyChildren.org. 3 Ways Your Child Builds Important Life Skills Through Play. Diakses dari https://www.healthychildren.org/English/family-life/power-of-play/Pages/3-ways-your-child-builds-important-life-skills-through-play.aspx
- HealthyChildren.org. Playing Is How Toddlers Learn. Diakses dari https://www.healthychildren.org/english/ages-stages/toddler/fitness/pages/playing-is-how-toddlers-learn.aspx
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Positive Parenting Tips: Toddlers (2–3 Years Old). Diakses dari https://www.cdc.gov/child-development/positive-parenting-tips/toddlers-2-3-years.html
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Positive Parenting Tips: Preschoolers (3–5 Years Old). Diakses dari https://www.cdc.gov/child-development/positive-parenting-tips/preschooler-3-5-years.html
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Tips for Child-Led Play. Diakses dari https://www.cdc.gov/parenting-toddlers/communication/child-led-play.html
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Milestones by 3 Years. Diakses dari https://www.cdc.gov/act-early/milestones/3-years.html
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Milestones by 5 Years. Diakses dari https://www.cdc.gov/act-early/milestones/5-years.html
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Learn the Signs. Act Early. Diakses dari https://www.cdc.gov/act-early/index.html
- Newcastle Hospitals NHS Foundation Trust. Attention and Listening. Diakses dari https://www.newcastle-hospitals.nhs.uk/resources/attention-and-listening/
- Bedfordshire and Luton Children's Health. Attention and Listening Skills. Diakses dari https://bedslutonchildrenshealth.nhs.uk/speech-language-and-communication/attention-and-listening-skills/
- HealthyChildren.org. 10 No-Cost, Screen-Free Activities to Play with Your Preschooler. Diakses dari https://www.healthychildren.org/English/family-life/power-of-play/Pages/10-no-cost-screen-free-activities-to-play-with-your-preschooler.aspx
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Concerned About Your Child's Development?. Diakses dari https://www.cdc.gov/act-early/families/index.html
Komentar

Ayo, jadi orang pertama yang tulis komentar kamu di artikel ini!
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi KPoin untuk berikan komen.



