
Lifestyle
Apa Itu Ptosis? Kondisi Mata Wapres Gibran Ramai Dibahas
Penulis: Christovel Ramot
Selasa, 06 Januari 2026
Rating Artikel 5/5
|
4
Bagikan
Minggu lalu, platform streaming Netflix menghadirkan pertunjukan stand up comedy terbaru dari komika ternama Indonesia, Pandji Pragiwaksono.
Dalam salah satu materinya, Pandji sempat menyinggung kondisi fisik atau wajah Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, yang menurut pengamatannya terlihat seperti orang mengantuk.
Cuplikan tersebut dengan cepat menjadi bahan perbincangan publik di media sosial. Banyak yang berspekulasi, berkomentar, bahkan menjadikannya lelucon. Namun, di balik tampilan wajah yang dianggap “mengantuk” tersebut, dunia medis mengenal sebuah kondisi bernama ptosis.
Menurut berbagai sumber medis, termasuk laporan media kesehatan nasional, ptosis adalah kondisi ketika kelopak mata atas turun lebih rendah dari posisi normal.
Kondisi ini tidak selalu berkaitan dengan kelelahan, kurang tidur, atau ekspresi wajah tertentu, melainkan bisa disebabkan oleh gangguan otot, saraf, atau faktor bawaan sejak lahir.
Apa Itu Ptosis?
Secara medis, ptosis (dibaca: to-sis) adalah kondisi di mana kelopak mata atas turun sehingga menutupi sebagian atau seluruh bola mata. Dalam istilah kedokteran, kondisi ini juga dikenal sebagai blepharoptosis.
Pada mata normal, kelopak mata atas berada sekitar 1–2 mm di bawah tepi atas iris (bagian hitam mata). Pada penderita ptosis, posisi ini turun lebih jauh, sehingga mata terlihat sayu, seperti mengantuk, tidak terbuka sempurna, dan asimetris (jika hanya satu mata).
Ptosis bisa terjadi pada satu mata (unilateral) atau kedua mata (bilateral), dengan tingkat keparahan yang bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.
Ptosis Bukan Sekadar Masalah Estetika
Meski sering dianggap hanya memengaruhi penampilan, ptosis sebenarnya bisa berdampak pada:
- Penglihatan (jika kelopak menutupi pupil)
- Postur kepala (sering mendongak untuk melihat jelas)
- Kualitas hidup, terutama jika terjadi sejak kecil
Baca artikel lainnya: Dewi Yull Alami Ablasio Retina, Bahayakah? Cek Penyebabnya
Mengapa Ptosis Bisa Terjadi pada Seseorang?
Ptosis dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Secara umum, penyebab ptosis dibagi menjadi beberapa kategori berikut:
1. Ptosis Kongenital (Sejak Lahir)
Ptosis jenis ini sudah ada sejak bayi lahir. Penyebab utamanya adalah:
- Otot levator (otot pengangkat kelopak mata) tidak berkembang sempurna
- Gangguan bawaan pada sistem neuromuskular
Anak dengan ptosis kongenital perlu pemantauan ketat karena berisiko mengalami ambliopia (mata malas).
2. Ptosis Aponeurotik (Akibat Penuaan)
Ini adalah jenis ptosis yang paling sering terjadi pada orang dewasa dan lansia. Penyebabnya meliputi:
- Penuaan alami
- Peregangan atau pelemahan tendon otot levator
- Penggunaan lensa kontak jangka panjang
- Riwayat operasi mata
Ptosis jenis ini sering terlihat pada tokoh publik atau figur yang banyak disorot kamera, sehingga mudah disalahartikan sebagai ekspresi wajah tertentu.
3. Ptosis Neurogenik (Gangguan Saraf)
Terjadi akibat gangguan pada saraf yang mengontrol otot kelopak mata, seperti:
- Palsy saraf okulomotor
- Stroke
- Tumor otak
- Myasthenia gravis
Jenis ini perlu evaluasi medis serius karena bisa berkaitan dengan penyakit sistemik.
4. Ptosis Miogenik (Gangguan Otot)
Disebabkan oleh penyakit otot, seperti:
- Myasthenia gravis
- Distrofi otot
Ciri khasnya adalah ptosis yang memburuk saat lelah dan membaik setelah istirahat.
5. Ptosis Mekanik
Terjadi karena adanya beban pada kelopak mata, misalnya:
- Tumor
- Kista
- Bengkak akibat alergi atau infeksi
- Jaringan parut
6. Ptosis Traumatik
Disebabkan oleh cedera langsung pada mata atau kepala, termasuk kecelakaan atau benturan keras.
Baca artikel lainnya: Jangan Pijat Area Mata pada Penderita Glaukoma
Ciri-Ciri Ptosis yang Perlu Dikenali
Berikut tanda-tanda umum ptosis yang sering tidak disadari:
- Kelopak mata atas turun lebih rendah dari normal
- Mata terlihat selalu mengantuk meski tubuh segar
- Asimetri mata (satu mata lebih kecil)
- Sering mengangkat alis untuk membuka mata
- Kepala sering mendongak saat melihat
- Penglihatan bagian atas terhalang
- Mata mudah lelah
- Pada anak: kesulitan fokus atau membaca
Tidak semua ptosis berbahaya, tetapi pemeriksaan medis tetap dianjurkan jika kondisi ini mengganggu fungsi penglihatan.
Baca artikel lainnya: Cara Jaga Kesehatan Mata dengan Mudah
Apakah Ptosis Bisa Disembuhkan atau Diobati?
Kabar baiknya, ptosis bisa ditangani, tergantung penyebab dan tingkat keparahannya.
1. Observasi dan Pemantauan
Untuk ptosis ringan dan tidak mengganggu penglihatan, dokter biasanya hanya menyarankan observasi rutin.
2. Pengobatan Penyebab Dasar
Jika ptosis disebabkan oleh penyakit tertentu (misalnya myasthenia gravis), maka pengobatan fokus pada penyakit utamanya.
3. Terapi Non-Bedah
- Kacamata khusus dengan penyangga kelopak (ptosis crutch)
- Terapi saraf atau otot sesuai indikasi
4. Operasi Ptosis
Merupakan pilihan utama untuk ptosis sedang hingga berat. Tujuannya:
- Memperbaiki posisi kelopak mata
- Mengoptimalkan fungsi penglihatan
- Meningkatkan kualitas hidup
Operasi ptosis termasuk prosedur yang umum dan aman bila dilakukan oleh dokter spesialis mata berpengalaman.
Selebriti Dunia yang Memiliki Wajah Ptosis
Ptosis bukanlah kondisi langka dan dialami banyak figur publik dunia, antara lain:
- Sylvester Stallone – Ptosis bawaan akibat komplikasi saat lahir
- Forest Whitaker – Ptosis pada satu mata yang menjadi ciri khasnya
- Kate Moss – Ptosis ringan yang justru dianggap ikonik
- Ryan Gosling – Ptosis ringan bilateral yang alami
Fakta ini menunjukkan bahwa ptosis tidak menghalangi prestasi, karier, maupun kepercayaan diri seseorang.
Baca artikel lainnya: 5 Jenis Vitamin Mata yang Bagus & Aman Dikonsumsi
Ptosis dan Persepsi Publik: Kenapa Mudah Disalahpahami?
Di era visual dan media sosial, wajah menjadi objek penilaian instan. Sayangnya:
- Tidak semua kondisi fisik dipahami secara medis
- Ekspresi wajah sering ditafsirkan secara subjektif
- Kondisi kesehatan dijadikan bahan lelucon tanpa konteks
Padahal, ptosis adalah kondisi medis, bukan ekspresi, bukan sikap, dan bukan indikator kelelahan mental.
Jadi, Ptosis adalah kondisi medis pada kelopak mata yang menyebabkan mata terlihat turun atau mengantuk. Kondisi ini bisa terjadi karena faktor bawaan, penuaan, gangguan saraf, otot, hingga trauma.
Kasus yang menyinggung Wapres Gibran membuka ruang diskusi publik tentang pentingnya literasi kesehatan, agar masyarakat tidak mudah menghakimi kondisi fisik seseorang tanpa pemahaman medis yang benar.
Memahami ptosis bukan hanya soal kesehatan mata, tetapi juga tentang empati, edukasi, dan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan fisik.
Kamu, ingin tahu lebih banyak artikel kesehatan, gaya hidup, dan edukasi keluarga yang kredibel?
- Baca artikel menarik lainnya di KPoin
- Kumpulkan poin dari belanja produk-produk Kalbe
- Tukarkan poin dengan berbagai reward menarik
Download aplikasi KPoin di App Store dan Google Play Store sekarang!
Daftar Referensi & Pustaka
- Mengenal Apa Itu Ptosis, Kondisi Mata Gibran yang Disinggung Pandji. Sumber: Kompas Health. Tahun: 2024
- Ptosis: Penyebab, Gejala, dan Penanganannya. Sumber: KlikDokter (Kalbe Group). Tahun: 2023
- Blepharoptosis (Ptosis). Sumber: American Academy of Ophthalmology. Tahun: 2022
- Congenital and Acquired Ptosis. Sumber: National Institutes of Health (NIH). Tahun: 2021
Komentar
Riyanti Mastiur Hutahaean • Rating 5/5
Rabu, 07 Januari 2026
Admin KPoin
Rabu, 07 Januari 2026
aisyah siera • Rating 5/5
Rabu, 07 Januari 2026
Admin KPoin
Rabu, 07 Januari 2026
rena irma anjani • Rating 5/5
Selasa, 06 Januari 2026
Admin KPoin
Rabu, 07 Januari 2026
Fani Elvaradika • Rating 5/5
Selasa, 06 Januari 2026
Admin KPoin
Rabu, 07 Januari 2026
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi KPoin untuk berikan komen.



