
Lifestyle
10 Makanan Khas Imlek, Sejarah dan Maknanya
Penulis: Christovel Ramot
Jumat, 13 Februari 2026
Rating Artikel 5/5
|
2
Bagikan
Gong Xi Fa Cai! Selamat Imlek untuk pembaca setia artikel KPoin. Imlek atau Tahun Baru China merupakan hari besar yang resmi dirayakan di Indonesia sejak tahun 2002 sebagai hari libur nasional. Perayaan ini memperingati pergantian tahun dalam kalender lunar Tionghoa sekaligus menyambut datangnya musim semi, sebuah simbol harapan, awal baru, dan doa untuk kehidupan yang lebih baik.
Sebagaimana perayaan besar pada umumnya, Imlek identik dengan hidangan khas yang seakan “wajib” hadir di meja makan keluarga. Makanan khas Imlek tidak hanya memberikan kesan hangat dan meriah, tetapi juga menyimpan sejarah panjang serta makna simbolis yang mendalam. Setiap sajian bukan sekadar makanan, melainkan doa dalam bentuk rasa, tekstur, dan warna.
Sejarah Imlek di Indonesia
Jejak sejarah Imlek di Indonesia berkaitan erat dengan kedatangan komunitas Tionghoa sejak abad ke-7 melalui jalur perdagangan maritim. Hubungan dagang antara Nusantara dan Tiongkok berkembang pesat pada masa Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. Seiring waktu, komunitas Tionghoa menetap dan membentuk budaya peranakan yang unik, hasil akulturasi budaya lokal dan Tiongkok.
Pada masa kolonial Belanda, masyarakat Tionghoa memiliki struktur sosial tersendiri dan tetap merayakan Imlek secara terbuka. Namun, dinamika politik berubah pada era Orde Baru. Melalui Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967, ekspresi budaya Tionghoa dibatasi, termasuk perayaan Imlek yang tidak boleh dilakukan secara terbuka.
Perubahan besar terjadi setelah reformasi. Pada tahun 2000, Presiden Abdurrahman Wahid mencabut larangan tersebut melalui Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2000. Kemudian pada tahun 2002, Presiden Megawati Soekarnoputri menetapkan Imlek sebagai hari libur nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2002.
Sejak saat itu, Imlek dirayakan secara terbuka dan menjadi bagian dari keberagaman budaya Indonesia. Perayaan tidak hanya dilakukan di klenteng, tetapi juga di pusat perbelanjaan, ruang publik, hingga sekolah. Barongsai, lampion merah, angpao, dan tentu saja hidangan khas Imlek menjadi simbol kebangkitan ekspresi budaya Tionghoa di Indonesia.
Imlek kini menjadi momentum persatuan. Bukan hanya komunitas Tionghoa yang merayakan, tetapi masyarakat luas turut menikmati kemeriahannya. Kuliner khas Imlek pun semakin dikenal lintas budaya dan generasi.
Baca artikel lainnya: Mengapa Valentine Kerap Dikaitkan dengan Cokelat?
10 Makanan Khas Imlek, Sejarah dan Maknanya
Berikut adalah sepuluh makanan khas Imlek beserta sejarah singkat dan makna simbolisnya. Bagian ini akan dijelaskan secara rinci agar pembaca memahami filosofi di balik setiap hidangan.
1. Salad Ikan – Yu Sheng
Yu Sheng merupakan salad ikan mentah yang populer di komunitas Tionghoa Asia Tenggara, terutama di Singapura dan Malaysia. Tradisi ini berkembang pada abad ke-20 dan dikenal dengan ritual “Lo Hei,” yaitu mengaduk salad setinggi mungkin sambil mengucapkan doa keberuntungan.
Kata “Yu” berarti ikan sekaligus melambangkan kelimpahan. Dalam bahasa Mandarin, pengucapan “yu” mirip dengan kata surplus atau kelebihan. Mengaduk tinggi dipercaya melambangkan peningkatan rezeki dan kemakmuran.
2. Kue Keranjang – Nian Gao
Nian Gao sudah dikenal sejak Dinasti Han di Tiongkok. Terbuat dari tepung ketan dan gula, kue ini memiliki tekstur lengket dan rasa manis.
“Nian” berarti tahun, sedangkan “Gao” berarti tinggi. Maknanya adalah harapan agar kehidupan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Teksturnya yang lengket melambangkan eratnya hubungan keluarga.
3. Ronde – Tang Yuan
Tang Yuan adalah bola ketan yang disajikan dalam kuah manis hangat. Hidangan ini biasanya disantap pada Cap Go Meh, hari ke-15 setelah Imlek.
Bentuknya yang bulat melambangkan kesatuan dan kebersamaan keluarga. Rasa manis mencerminkan harapan akan kehidupan yang harmonis.
4. Sup Delapan Bentuk – Eight Treasure Soup
Sup ini terdiri dari delapan bahan pilihan seperti biji teratai, kacang merah, jamur, dan kurma merah. Angka delapan dalam budaya Tionghoa dianggap membawa keberuntungan karena pelafalannya mirip dengan kata “kaya” atau “makmur.” Sup ini melambangkan kelimpahan rezeki dan kesehatan.
5. Jeruk Mandarin
Jeruk menjadi simbol wajib saat Imlek. Warna oranye keemasan menyerupai emas, simbol kemakmuran. Dalam bahasa Mandarin, kata untuk jeruk memiliki bunyi yang mirip dengan kata keberuntungan. Buah ini sering dibagikan sebagai tanda doa dan harapan baik.
Baca artikel lainnya: Resep Hidangan Romantis untuk Makan Malam Valentine di Rumah
6. Ikan Utuh
Ikan utuh melambangkan kelengkapan dan surplus rezeki. Biasanya tidak dihabiskan seluruhnya sebagai simbol masih adanya “kelebihan” untuk tahun berikutnya.
7. Ayam atau Bebek Panggang
Ayam utuh melambangkan keutuhan keluarga. Warna keemasan dari bebek panggang juga dikaitkan dengan kemakmuran.
8. Lumpia
Bentuk lumpia yang menyerupai emas batangan menjadikannya simbol kekayaan. Tekstur renyahnya juga melambangkan kebahagiaan.
9. Mi Panjang Umur (Changshou Mian)
Mi ini tidak boleh dipotong saat dimasak maupun dimakan. Panjangnya mi melambangkan umur panjang dan kesehatan.
10. Kue Mangkok
Kue yang mengembang saat dikukus ini melambangkan rezeki yang berkembang. Warna merahnya identik dengan kebahagiaan dan keberuntungan.
Baca artikel lainnya: Jaga Kolesterol saat Imlek: Awas Makanan Cepat Saji & Manis
Perspektif Kesehatan dalam Makanan Imlek
Sebagian makanan Imlek memiliki nilai gizi yang baik. Ikan kaya asam lemak omega-3 untuk kesehatan jantung. Jeruk mandarin mengandung vitamin C untuk daya tahan tubuh. Sup delapan bentuk umumnya mengandung bahan nabati yang tinggi serat dan antioksidan.
Namun, makanan seperti kue keranjang dan lumpia mengandung gula serta lemak yang cukup tinggi. Oleh karena itu, konsumsi secara bijak tetap dianjurkan agar tradisi tetap sehat dan menyenangkan.
Nah sekarang kita jadi paham bahwa Imlek bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga refleksi nilai kehidupan. Setiap makanan khas Imlek mengandung makna simbolis tentang keberuntungan, kesehatan, keharmonisan, dan kemakmuran.
Dari Yu Sheng yang melambangkan peningkatan rezeki hingga Nian Gao yang berarti kehidupan yang semakin tinggi, semua hidangan menyampaikan doa dalam bentuk kuliner. Tradisi ini menunjukkan bahwa makanan dapat menjadi medium budaya yang kuat dan penuh filosofi.
Merayakan Imlek dengan memahami maknanya membuat momen berkumpul bersama keluarga terasa lebih dalam dan bermakna.
Ingin Membaca Artikel Kesehatan dan Gaya Hidup Lainnya?
Temukan berbagai artikel menarik seputar kesehatan, gaya hidup, dan tips keluarga hanya di aplikasi KPoin. Anda juga bisa mendapatkan poin tambahan dengan membeli produk Kalbe, mengunggah struk belanja, dan menukarkannya dengan berbagai hadiah serta voucher belanja menarik di KPoin.
Download aplikasi KPoin sekarang juga dan mulai kumpulkan poin Anda!
Daftar Pustaka
- Anderson, E. N. (1988). The Food of China. New Haven: Yale University Press.
- Eberhard, W. (2000). A Dictionary of Chinese Symbols: Hidden Symbols in Chinese Life and Thought. London: Routledge.
- Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2000 tentang Pencabutan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967.
- Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hari Tahun Baru Imlek sebagai Hari Libur Nasional.
- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2021). Sejarah Perayaan Imlek di Indonesia.
- World Health Organization. (2020). Healthy Diet Fact Sheet
Komentar
melinda seldy • Rating 5/5
Jumat, 13 Februari 2026
Admin KPoin
Jumat, 13 Februari 2026
Fiaska Diva Rahmaniar • Rating 5/5
Jumat, 13 Februari 2026
Admin KPoin
Jumat, 13 Februari 2026
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi KPoin untuk berikan komen.



