HomeArtikelDiet dan Nutrisi

Panduan Jam Makan Anak Saat Puasa, Tips untuk Orang Tua

Panduan Jam Makan Anak Saat Puasa, Tips untuk Orang Tua

Diet dan Nutrisi

Panduan Jam Makan Anak Saat Puasa, Tips untuk Orang Tua

profile-Siti Nurmayani Putri

Penulis: Siti Nurmayani Putri

Jumat, 13 Februari 2026

Rating Artikel 5/5

|

1

Bagikan

*Telah Direview oleh Tim Medis Klikdokter


Menjalani puasa bagi anak tentu menjadi pengalaman baru yang seru sekaligus menantang. Di satu sisi, puasa bisa melatih disiplin dan nilai spiritual, tetapi di sisi lain orang tua perlu ekstra perhatian agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi.


Salah satu kunci terpenting yang sering terlewat adalah pengaturan jam makan anak saat puasa. Jika jam makan, jenis makanan, dan pola minum tidak diatur dengan baik, anak bisa mudah lemas, sulit fokus, bahkan mengganggu tumbuh kembangnya. Oleh karena itu, memahami jam makan yang tepat selama puasa anak sangat penting agar energi, kesehatan, dan nutrisi tetap terjaga.


Artikel lainnya: 10 Cara Atasi Anak Susah Makan dan Sebabnya, Ibu Wajib Tahu!


Prinsip Dasar Nutrisi Anak Saat Puasa yang Wajib Orang Tua Pahami


Saat puasa, tubuh anak tetap membutuhkan energi untuk belajar, bermain, dan beraktivitas. Perbedaannya, asupan makanan kini terbatas pada waktu sahur dan berbuka.


Inilah mengapa nutrisi anak puasa harus lebih diperhatikan kualitasnya, bukan sekadar kuantitas. Anak membutuhkan karbohidrat sebagai sumber energi, protein untuk pertumbuhan, lemak sehat, vitamin, mineral, serta cairan yang cukup untuk menjaga hidrasi anak puasa.


KPeople sebagai orang tua juga perlu memahami bahwa puasa tidak boleh memaksa. Jika anak terlihat sangat lemas, pusing, atau sakit, puasa sebaiknya dihentikan. Prinsip utama puasa anak adalah aman, nyaman, dan tetap mendukung kesehatan anak puasa serta tumbuh kembang anak.


Strategi Jam Makan Anak Saat Sahur


Sahur menjadi waktu makan paling penting bagi anak selama menjalani puasa. Pada momen inilah tubuh anak mengisi cadangan energi untuk beraktivitas sepanjang hari. Oleh karena itu, pengaturan jam makan anak saat puasa di waktu sahur perlu dilakukan dengan cermat, berikut tipsnya:


1. Bangunkan Anak Lebih Awal untuk Sahur yang Tenang


Sahur adalah fondasi utama energi anak selama berpuasa. Idealnya, anak dibangunkan lebih awal agar tidak terburu-buru saat makan. Sahur yang tenang membantu anak makan dengan cukup dan nyaman.


Jika anak makan sambil mengantuk atau tergesa-gesa, asupan nutrisi bisa berkurang dan berdampak pada energi anak puasa sepanjang hari.


Jam makan sahur yang baik juga membantu sistem pencernaan bekerja lebih optimal dan mengurangi risiko sakit perut saat puasa.


2. Pilih Makanan Kaya Protein dan Karbohidrat Kompleks


Dalam menyusun menu sahur anak, pilih makanan yang membuat kenyang lebih lama. Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, oatmeal, atau kentang dapat menjadi sumber energi bertahap. Sementara itu, protein dari telur, ayam, ikan, tahu, atau tempe membantu menjaga massa otot dan daya tahan tubuh.


Kombinasi ini penting agar anak tidak mudah lapar dan tetap fokus di sekolah. Protein dan karbohidrat kompleks juga berperan besar dalam menjaga makanan sehat anak selama puasa.


3. Sajikan Buah dan Sayur untuk Tambahan Serat dan Vitamin


Buah dan sayur sering terlupakan saat sahur, padahal perannya sangat besar. Serat membantu pencernaan lebih lancar dan mencegah sembelit, sedangkan vitamin dan mineral mendukung vitamin anak puasa agar daya tahan tubuh tetap optimal.


Pilih buah yang mengandung banyak air seperti semangka, pepaya, jeruk, atau apel. Sayur seperti wortel, bayam, dan brokoli juga baik untuk melengkapi nutrisi anak puasa secara seimbang.


3. Pastikan Anak Minum Air Putih yang Cukup


Selain makanan, cairan adalah kunci utama puasa yang sehat. Pastikan anak minum air putih yang cukup saat sahur untuk menjaga hidrasi anak puasa. Hindari minuman manis berlebihan karena bisa membuat anak cepat haus.


Biasakan anak minum perlahan, bukan sekaligus, agar tubuh menyerap cairan dengan lebih baik dan anak tidak merasa begah.


Artikel Lainnya: 7 Makanan untuk Daya Tahan Tubuh Anak agar Tidak Mudah Sakit


Strategi Jam Makan Anak Saat Berbuka


Setelah menahan lapar dan haus seharian, waktu berbuka menjadi momen pemulihan energi bagi tubuh anak. Namun, jam makan anak saat puasa di waktu berbuka tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Hal tersebut dapat berperan besar dalam pencernaan, hidrasi, dan kesehatan anak puasa secara keseluruhan.


1. Awali dengan Takjil Manis Alami dan Air Putih Secukupnya


Saat berbuka, tubuh si kecil membutuhkan asupan cepat untuk mengembalikan energi. Takjil manis alami seperti kurma, buah segar, atau kolak rendah gula bisa menjadi pilihan aman. Air putih tetap menjadi minuman utama untuk mengganti cairan yang hilang selama puasa.


Hindari langsung memberi makanan berat dalam porsi besar agar pencernaan anak tidak kaget.


2. Berikan Makanan Berat Bergizi Seimbang Setelah Salat Magrib


Setelah berbuka ringan, lanjutkan dengan menu berbuka anak yang lengkap dan bergizi seimbang. Pastikan ada karbohidrat, protein, sayur, dan lemak sehat dalam satu piring. Pola makan ini membantu pemulihan energi dan mendukung kesehatan anak puasa secara menyeluruh.


Menu yang seimbang juga membantu menjaga berat badan dan mendukung aktivitas anak keesokan harinya.


3. Jangan Lupa Camilan Sehat Sebelum Tidur (Jika Diperlukan)


Jika jarak antara berbuka dan sahur cukup panjang, camilan sehat sebelum tidur bisa menjadi solusi. Pilih camilan ringan seperti susu hangat, yogurt, buah, atau roti gandum. Camilan ini membantu menjaga cadangan energi dan mendukung energi anak puasa keesokan hari.


Artikel Lainnya: Manfaat Sarapan Sehat untuk Fokus Belajar Anak


Tips Tambahan Menjaga Kesehatan Anak Saat Puasa


Selain mengatur jam makan, orang tua juga perlu memperhatikan pola tidur, aktivitas fisik, dan kondisi emosional anak. Pastikan anak tidur cukup, tidak berlebihan bermain gadget, dan tetap aktif dengan aktivitas ringan.


Tips anak puasa lainnya adalah mengajak anak berbuka dan sahur bersama keluarga agar suasana lebih menyenangkan dan anak tidak merasa terbebani.


Dengan perhatian yang tepat, puasa justru bisa menjadi momen edukatif yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.


Untuk memastikan Si Kecil tetap mendapatkan nutrisi optimal dan memiliki daya tahan tubuh prima saat puasa, melengkapi asupan vitamin dan mineral esensial adalah langkah cerdas.

Blackmores Kids Multivitamin + Minerals dapat membantu memenuhi kebutuhan harian anak dan menjaga imunitasnya.


Menariknya, setiap pembelian produk Blackmores juga memberikanmu poin di KPoin, lho yang mana bisa ditukarkan dengan hadiah menarik seperti voucher belanja, saldo e-wallet hingga pulsa token listrik.


Pelajari lebih lanjut tentang Apa Itu Kpoin dan Keuntungannya Bergabung dan jangan lupa download aplikasi KPoin untuk mendapatkan info jumlah poin yang telah dikumpulkan.


Referensi:

  1. KlikDokter. Mama, Coba 8 Tips Ini Agar Anak Kuat Puasa Seharian!. Diakses dari https://www.klikdokter.com/ibu-anak/kesehatan-anak/tips-agar-anak-kuat-puasa-seharian
  2. KlikDokter. Mama, Coba 8 Tips Ini Agar Anak Kuat Puasa Seharian!. Diakses dari https://www.klikdokter.com/ibu-anak/kesehatan-anak/tips-agar-anak-kuat-puasa-seharian
  3. CDC. About Infant and Toddler Nutrition. Diakses dari https://www.cdc.gov/infant-toddler-nutrition/about/index.html
  4. Johns Hopkins Aramco Healthcare. Healthy Ramadan Menu Ideas: Suhoor & Iftar Guide. Diakses dari https://www.jhah.com/en/news-events/news-articles/healthy-ramadan-menu-ideas-suhoor-iftar-guide/
  5. Cleveland Clinic. Healthy Ramadan and Suhoor Recipes by Cleveland Clinic Abu Dhabi. Diakses dari

Komentar

profile-Setiawardani

Setiawardani Rating 5/5

Jumat, 13 Februari 2026

terimakasih, artikel ini sangat bermanfaat sebagai bekal nanti saat bulan Ramadhan, menjadi tambahan... Selengkapnya
kpoin-admin-image

Admin KPoin

Jumat, 13 Februari 2026

Hai Setiawardani, benar sekali. Yuk tetap terapkan gaya hidup sehat selama berpuasa. 😊 ^sa

Kamu akan diarahkan ke Aplikasi KPoin untuk berikan komen.