
Lifestyle
Mengapa Valentine Kerap Dikaitkan dengan Cokelat?
Penulis: Christovel Ramot
Kamis, 12 Februari 2026
Rating Artikel 0/5
|
0
Bagikan
Setiap tanggal 14 Februari, suasana terasa berbeda. Rak supermarket dipenuhi kemasan merah muda, etalase e-commerce dipenuhi promo “Valentine Sale”, dan salah satu produk yang paling menonjol adalah cokelat. Bahkan, menjelang Hari Valentine, harga cokelat sering dibuat lebih menarik untuk meningkatkan minat beli. Fenomena ini bukan kebetulan.
Valentine kerap dikaitkan dengan cokelat, baik dalam bentuk praline, cokelat batang premium, hingga hampers eksklusif. Banyak pasangan menjadikan cokelat sebagai simbol cinta, perhatian, atau bahkan permintaan maaf. Namun pertanyaannya: mengapa Valentine identik dengan cokelat? Apakah ini tradisi kuno, strategi pemasaran modern, atau kombinasi keduanya?
Asal Usul Valentine dan Proses Komersialisasinya
Valentine berasal dari kisah Santo Valentinus, seorang tokoh dalam tradisi Kristen yang hidup pada abad ke-3 di Roma. Pada masa pemerintahan Kaisar Claudius II, prajurit dilarang menikah karena dianggap lebih fokus dalam perang jika tidak memiliki keluarga. Namun, Valentinus diam-diam menikahkan pasangan muda secara rahasia.
Aksi tersebut membuatnya dipenjara dan akhirnya dihukum mati pada 14 Februari sekitar tahun 269 M. Sebelum eksekusi, ia dikabarkan menulis surat kepada putri sipir penjara dan menandatanganinya dengan kalimat “From your Valentine.”
Tradisi ini kemudian berkembang menjadi simbol kasih sayang.
Perayaan yang Bertransformasi
Awalnya, peringatan Santo Valentinus bersifat religius. Namun, pada abad pertengahan di Eropa, terutama di Inggris dan Prancis, muncul kepercayaan bahwa pertengahan Februari adalah musim kawin burung. Hal ini memperkuat simbolisme cinta pada tanggal tersebut.
Penyair seperti Geoffrey Chaucer turut mempopulerkan gagasan romantis Valentine dalam karya sastra. Sejak saat itu, Valentine mulai dipandang sebagai hari perayaan cinta antar manusia.
Awal Komersialisasi
Komersialisasi Valentine mulai terlihat pada abad ke-18 dan 19 di Inggris dan Amerika Serikat. Kartu ucapan buatan tangan mulai diproduksi massal setelah teknologi percetakan berkembang. Pada tahun 1840-an, Esther Howland memelopori produksi kartu Valentine komersial di AS.
Industri bunga, perhiasan, dan cokelat kemudian ikut memanfaatkan momentum ini. Pada abad ke-20, perusahaan cokelat seperti Cadbury di Inggris mulai menjual cokelat dalam kotak berbentuk hati khusus untuk Valentine.
Sejak saat itu, Valentine berubah menjadi momentum ekonomi tahunan yang besar. Menurut data National Retail Federation (NRF) di Amerika Serikat, pengeluaran konsumen untuk Valentine bisa mencapai miliaran dolar setiap tahunnya.
Baca artikel lainnya: Resep Hidangan Romantis untuk Makan Malam Valentine di Rumah
Mengapa Valentine Kerap Dikaitkan dengan Cokelat? (Pendekatan 5W 1H)
1. Apa hubungan Valentine dengan cokelat?
Valentine dan cokelat memiliki hubungan simbolik dan emosional. Cokelat dianggap sebagai simbol cinta, kehangatan, kemewahan, dan kenikmatan. Memberikan cokelat berarti memberikan sesuatu yang manis dan menyenangkan, yang secara metaforis merepresentasikan hubungan romantis.
2. Siapa yang mempopulerkan tradisi ini?
Industri cokelat memiliki peran besar dalam menguatkan hubungan ini. Perusahaan seperti Cadbury dan Hershey pada abad ke-19 dan 20 secara aktif memasarkan cokelat sebagai hadiah Valentine.
Di Jepang, tradisi ini bahkan berkembang unik. Pada tahun 1950-an, perusahaan cokelat Morozoff mempromosikan cokelat sebagai hadiah bagi pria pada Hari Valentine. Tradisi ini terus berkembang hingga kini, bahkan muncul variasi seperti “giri-choco” (cokelat kewajiban) dan “honmei-choco” (cokelat untuk pasangan spesial).
3. Kapan cokelat mulai menjadi simbol Valentine?
Cokelat mulai diasosiasikan dengan Valentine secara kuat pada abad ke-19, ketika produsen mulai menjual cokelat dalam kemasan khusus berbentuk hati. Kemasan menarik membuat cokelat bukan hanya makanan, tetapi juga simbol cinta.
Seiring berkembangnya pemasaran modern di abad ke-20, promosi cokelat menjelang 14 Februari semakin masif, termasuk diskon, bundling, dan edisi terbatas.
4. Di mana tradisi ini berkembang?
Tradisi ini berkembang kuat di Eropa Barat dan Amerika Utara, kemudian menyebar ke Asia, termasuk Jepang dan Korea Selatan. Di Indonesia, pengaruh globalisasi dan e-commerce membuat tradisi ini semakin populer, terutama di kalangan generasi muda.
5. Mengapa cokelat dipilih sebagai simbol cinta?
Alasan utamanya dapat dilihat dari sisi ilmiah dan psikologis:
- Cokelat mengandung phenylethylamine (PEA), senyawa yang berkaitan dengan perasaan jatuh cinta.
- Mengandung tryptophan yang membantu produksi serotonin, hormon yang meningkatkan suasana hati.
- Cokelat hitam mengandung flavonoid yang baik untuk kesehatan jantung.
- Rasanya manis dan teksturnya lembut, menciptakan pengalaman sensorik yang menyenangkan.
Secara simbolik, cokelat adalah “kemewahan kecil” yang bisa dibagikan.
6. Bagaimana cokelat menjadi bagian tak terpisahkan dari Valentine?
Melalui strategi pemasaran yang konsisten, pengemasan kreatif, storytelling romantis, dan promosi musiman. Diskon menjelang Valentine bukan sekadar promosi, melainkan bagian dari strategi membangun asosiasi emosional jangka panjang.
Baca artikel lainnya: Cara Meningkatkan Keintiman Emosional di Hari Valentine
Jenis Cokelat yang Kerap Dijadikan Hadiah Valentine
- Dark Chocolate: Cokelat hitam memiliki kadar kakao tinggi dan rasa lebih pahit. Banyak dipilih karena dianggap lebih elegan dan memiliki manfaat kesehatan, terutama untuk jantung dan antioksidan.
- Milk Chocolate: Rasanya lebih manis dan creamy. Cocok untuk pasangan yang menyukai rasa lembut dan tidak terlalu pahit.
- White Chocolate: Tidak mengandung padatan kakao, tetapi tetap populer karena rasanya yang manis dan tampilannya yang menarik.
- Praline atau Cokelat Isi: Berisi kacang, karamel, ganache, atau buah kering. Memberikan sensasi kejutan dalam setiap gigitan.
- Artisan Chocolate: Cokelat premium dengan bahan pilihan dan desain eksklusif. Biasanya menjadi pilihan untuk hadiah mewah.
- Handmade Chocolate: Memberikan kesan personal dan intim. Banyak pasangan memilih membuat cokelat sendiri sebagai bentuk perhatian.
Baca artikel lainnya: Jaga Kolesterol saat Imlek: Awas Makanan Cepat Saji & Manis
Perspektif Kesehatan: Apakah Cokelat Baik Dikonsumsi Saat Valentine?
Dalam jumlah moderat, terutama dark chocolate dengan kadar kakao di atas 70%, cokelat dapat memberikan manfaat seperti:
- Menurunkan tekanan darah
- Meningkatkan fungsi pembuluh darah
- Mengandung antioksidan tinggi
- Membantu memperbaiki mood
Namun konsumsi berlebihan, terutama cokelat tinggi gula, tetap perlu dibatasi.
Sebagai penutup, Valentine dan cokelat memiliki hubungan yang terbentuk dari perpaduan sejarah, simbolisme, dan strategi pemasaran. Dari kisah Santo Valentinus hingga promosi massal industri cokelat modern, tradisi ini berkembang menjadi bagian budaya global.
Cokelat dipilih bukan tanpa alasan. Kandungan kimianya berkaitan dengan rasa bahagia, bentuk dan rasanya melambangkan kehangatan, serta mudah dijadikan hadiah yang universal. Komersialisasi memang memperkuat tradisi ini, tetapi makna di baliknya tetap kembali pada simbol kasih sayang.
Ingin Baca Artikel Kesehatan & Gaya Hidup Lainnya?
Jika ingin membaca artikel kesehatan dan gaya hidup lainnya, kamu bisa download aplikasi KPoin. Selain mendapatkan informasi terpercaya, kamu juga bisa mengumpulkan poin dari belanja produk Kalbe dan menukarkannya dengan hadiah menarik serta voucher belanja di KPoin. Download sekarang juga dan rasakan manfaatnya!
Daftar Pustaka
- Chaucer, G. (1382). Parlement of Foules.
- National Retail Federation. (2023). Valentine’s Day Spending Survey Report.
- Cadbury. (n.d.). History of Valentine’s Chocolate Boxes.
- World Health Organization. (2020). Healthy Diet Fact Sheet.
- Harvard T.H. Chan School of Public Health. (2021). The Nutrition Source: Chocolate.
- History.com Editors. (2023). History of Valentine’s Day. A&E Television Networks.
- British Library. (n.d.). The Origins of Valentine’s Day.
- Morozoff Ltd. (n.d.). History of Valentine’s Chocolate in Japan.
Komentar

Ayo, jadi orang pertama yang tulis komentar kamu di artikel ini!
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi KPoin untuk berikan komen.



