HomeArtikelDiabetes

Apakah Gula Rendah Darah Ciri Diabetes? Ini Penjelasannya

Apakah Gula Rendah Darah Ciri Diabetes? Ini Penjelasannya

Diabetes

Apakah Gula Rendah Darah Ciri Diabetes? Ini Penjelasannya

profile-Siti Nurmayani Putri

Penulis: Siti Nurmayani Putri

Senin, 19 Januari 2026

Rating Artikel 0/5

|

0

Bagikan

*Telah Direview oleh Tim Medis Klikdokter


Gula darah rendah adalah kondisi ketika kadar gula darah berada di bawah batas normal dan dapat memengaruhi fungsi tubuh secara menyeluruh.


Glukosa darah sendiri merupakan sumber energi utama bagi sel, terutama otak. Ketika kadarnya menurun drastis, tubuh akan memberikan sinyal peringatan berupa berbagai keluhan fisik dan mental.


Meski sering dikaitkan dengan penderita diabetes, gula darah rendah sebenarnya juga bisa terjadi pada orang tanpa riwayat penyakit tersebut. Oleh karena itu, memahami kondisi ini sejak dini penting agar penanganan dapat dilakukan secara tepat dan risiko komplikasi dapat dicegah.


Artikel lainnya: Berapa Sih Kadar Gula Darah Normal? Ini Panduan Lengkapnya


Mengenal Hipoglikemia, Kondisi Gula Darah di Bawah Normal


Hipoglikemia adalah istilah medis untuk kondisi kadar gula darah yang berada di bawah nilai normal, umumnya kurang dari 70 mg/dL. Pada kondisi gula darah normal, tubuh mampu menjaga keseimbangan antara asupan makanan, produksi insulin, dan pelepasan glukosa dari hati.


Namun pada hipoglikemia, keseimbangan ini terganggu sehingga pasokan energi ke otak dan organ vital lainnya berkurang. Perlu KPeople ketahui, hipoglikemia dapat bersifat ringan hingga berat.


Pada tahap ringan, gejala biasanya mudah diatasi dengan konsumsi karbohidrat kerja cepat. Namun jika dibiarkan, hipoglikemia berat dapat menyebabkan kejang, kehilangan kesadaran, hingga kondisi darurat medis.


Ciri-Ciri Gula Rendah Darah yang Perlu Diwaspadai


Gejala gula darah rendah dapat muncul secara bertahap maupun mendadak, tergantung penyebab dan kondisi tubuh seseorang. Tanda awal yang sering dirasakan meliputi gemetar, keringat dingin, rasa lapar berlebihan, jantung berdebar, dan tubuh terasa lemas.


Selain itu, glukosa darah yang menurun juga dapat memengaruhi fungsi otak sehingga muncul pusing, sulit berkonsentrasi, penglihatan kabur, hingga perubahan suasana hati.


Pada kondisi yang lebih berat, gejala gula darah rendah dapat berkembang menjadi kebingungan, bicara pelo, kejang, atau bahkan pingsan. Gejala ini menandakan bahwa otak kekurangan energi dan memerlukan penanganan darurat sesegera mungkin.


Artikel Lainnya: 10 Komplikasi yang Bisa Dialami Penderita Diabetes, Waspada


Penyebab Gula Rendah Darah


Gula darah rendah dapat terjadi akibat berbagai faktor yang memengaruhi keseimbangan glukosa darah dalam tubuh. Lantas, apa saja penyebab gula darah rendah?


Pada Penderita Diabetes (Paling Umum)


Pada penderita diabetes, penyebab gula darah rendah paling sering berkaitan dengan penggunaan insulin atau obat penurun gula darah. Dosis insulin yang terlalu tinggi, keterlambatan makan, atau aktivitas fisik berlebihan tanpa penyesuaian asupan karbohidrat dapat menyebabkan kadar gula darah turun drastis.


Selain itu, konsumsi alkohol tanpa makan juga meningkatkan risiko hipoglikemia karena alkohol menghambat hati dalam melepaskan glukosa ke aliran darah. Oleh sebab itu, penderita diabetes perlu memahami keseimbangan antara obat, pola makan, dan aktivitas agar kadar gula darah tetap stabil.


Pada Non-Penderita Diabetes


Pada orang yang tidak memiliki diabetes, penyebab gula darah rendah bisa beragam. Beberapa di antaranya adalah terlambat makan, menjalani diet sangat rendah kalori, olahraga intens tanpa asupan yang cukup, atau konsumsi alkohol berlebihan.


Selain faktor gaya hidup, kondisi medis tertentu seperti gangguan hormon, penyakit hati, gangguan ginjal, atau tumor penghasil insulin juga dapat memicu hipoglikemia. Meski lebih jarang, kondisi ini tetap perlu dievaluasi oleh tenaga medis untuk menemukan penyebab gula darah rendah yang mendasarinya.


Apakah Gula Darah Rendah Selalu Berarti Diabetes?


Tidak semua kasus gula darah rendah menandakan diabetes. Faktanya, hipoglikemia bisa terjadi pada siapa saja, termasuk orang sehat. Perbedaan utamanya terletak pada frekuensi kejadian dan penyebabnya. Pada penderita diabetes, hipoglikemia biasanya berulang dan berkaitan dengan terapi insulin atau obat.


Sementara itu, pada non-penderita diabetes, gula darah rendah cenderung bersifat situasional dan dapat membaik setelah pola makan serta gaya hidup diperbaiki. Meski demikian, hipoglikemia yang sering terjadi tetap perlu pemeriksaan lanjutan untuk memastikan tidak ada gangguan metabolik atau hormonal yang serius.


Artikel Lainnya: 11 Cara Alami Menurunkan Gula Darah Tinggi dengan Efektif


Tips Mengatasi Gula Rendah Darah


Cara mengatasi hipoglikemia bergantung pada tingkat keparahannya. Pada kondisi ringan hingga sedang, langkah paling efektif adalah mengonsumsi karbohidrat kerja cepat seperti tablet glukosa, madu, permen, atau minuman manis.


Prinsip yang sering digunakan adalah “aturan 15”, yaitu konsumsi 15 gram karbohidrat cepat, lalu periksa ulang kadar gula darah setelah 15 menit.


Jika kondisi sudah membaik, lanjutkan dengan makanan mengandung karbohidrat kompleks dan protein untuk menjaga kestabilan glukosa darah. Pada kondisi berat, penanganan darurat diperlukan, termasuk pemberian glukagon atau infus glukosa oleh tenaga medis.


Untuk pencegahan gula darah rendah, penting menjaga jadwal makan teratur, menyesuaikan dosis insulin dengan aktivitas, serta rutin memantau kadar gula darah. Edukasi diri dan keluarga mengenai tanda hipoglikemia juga sangat membantu dalam mencegah komplikasi serius.


Selain rutin berolahraga, menjaga pola makan yang tepat juga krusial untuk mengontrol gula darah. Untuk penderita diabetes, Diabetasol hadir sebagai rangkaian nutrisi lengkap dan seimbang dengan Indeks Glikemik rendah.


Diabetasol Milk dengan Vita Digest, sumber serat, tinggi Kalsium, Vitamin D, A, C, E, serta protein, bisa menjadi pilihan nutrisi harian. Lengkapi juga dengan Diabetasol Sweetener sebagai pengganti gula dan nikmati camilan sehat Diabetasol Wafer.


Kabar baiknya, setiap pembelian produk Diabetasol atau produk Kalbe lainnya, Kpeople bisa mendapatkan poin di KPoin. Poin yang terkumpul bisa ditukarkan dengan beragam hadiah menarik, mulai dari voucher belanja, saldo e-wallet, hingga pulsa dan token listrik.


Yuk, cari tahu lebih lanjut tentang Apa Itu Kpoin dan Keuntungannya Bergabung dan segera download aplikasi KPoin di smartphone-mu untuk mulai mengumpulkan poin kesehatanmu!


Referensi:

  1. Mayo Clinic. Hypoglycemia. Diakses dari https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hypoglycemia/symptoms-causes/syc-20373685
  2. Cleveland Clinic. Hypoglycemia (Low Blood Sugar). Diakses dari https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/11647-hypoglycemia-low-blood-sugar
  3. StatPearls. Hypoglycemia. Diakses dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK534841/
  4. NHS. Low blood sugar (hypoglycaemia). Diakses dari https://www.nhs.uk/conditions/low-blood-sugar-hypoglycaemia/
  5. American Diabetes Association. Low Blood Glucose (Hypoglycemia). Diakses dari https://diabetes.org/living-with-diabetes/hypoglycemia-low-blood-glucose
  6. Healthline. Everything You Need to Know About Hypoglycemia (Low Blood Sugar). Diakses dari https://www.healthline.com/health/hypoglycemia

Komentar

empty-state-comment

Ayo, jadi orang pertama yang tulis komentar kamu di artikel ini!

Kamu akan diarahkan ke Aplikasi KPoin untuk berikan komen.