
Diet dan Nutrisi
Makan Malam Setelah Tarawih Bikin Gemuk? Simak Tipsnya
Penulis: Siti Nurmayani Putri
Selasa, 24 Februari 2026
Rating Artikel 0/5
|
0
Bagikan
*Telah Direview oleh Tim Medis Klikdokter
Makan malam setelah tarawih sering menjadi kebiasaan banyak orang selama Ramadan. Setelah berbuka puasa, melaksanakan salat Isya dan tarawih, tubuh kembali terasa lapar atau setidaknya ingin menikmati hidangan tambahan.
Akan tetapi, apakah makan malam setelah tarawih termasuk kebiasaan yang sehat atau justru berisiko menambah berat badan? Yuk, temukan jawaban lengkapnya lewat artikel di bawah ini.
Artikel lainnya: 9 Tips Sehat Agar Tetap Bertenaga Saat Puasa Ramadan
Benarkah Makan Seusai Tarawih Bisa Bikin Gemuk?
Banyak anggapan bahwa makan malam setelah tarawih otomatis menyebabkan kenaikan berat badan. Sebenarnya, kenaikan berat badan terjadi ketika asupan kalori melebihi kebutuhan tubuh secara konsisten. Jadi, bukan semata-mata karena jam makan yang lebih malam.
Menurut Mayo Clinic, berat badan bertambah jika terjadi surplus kalori dalam jangka waktu tertentu, bukan hanya karena makan malam. Dalam konteks diet puasa, jika setelah berbuka puasa KPeople sudah mengonsumsi makanan berat dalam porsi besar, lalu ditambah lagi dengan makanan dan minuman tinggi gula dan lemak setelah tarawih, tentu risiko kenaikan berat badan menjadi lebih besar.
Sebaliknya, jika saat berbuka hanya mengonsumsi camilan sehat seperti kurma dan air, lalu makan utama dilakukan setelah tarawih dengan porsi seimbang, hal ini justru bisa membantu pencernaan bekerja lebih nyaman. Pengaturan waktu makan dapat membantu menghindari makan berlebihan sekaligus menjaga kestabilan energi.
Selain itu, faktor kurang gerak selama Ramadan juga berpengaruh. Jika setelah makan langsung tidur tanpa aktivitas ringan, metabolisme tubuh menjadi lebih lambat. Oleh karena itu, penting mengombinasikan makan malam sehat dengan aktivitas ringan seperti berjalan santai sebelum tidur.
Tips Sehat untuk Makan Malam Saat Bulan Puasa
Agar makan malam sehat tetap mendukung nutrisi puasa dan tidak mengganggu kualitas tidur saat puasa, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
1. Prioritaskan Makanan Sumber Protein Tanpa Lemak
Protein sangat penting dalam nutrisi puasa karena dapat membantu menjaga massa otot dan memberikan rasa kenyang lebih lama. Seperti yang KPeople ketahui, protein dapat meningkatkan rasa kenyang dan membantu mengontrol asupan kalori. Pilih makanan tinggi protein tanpa lemak seperti dada ayam tanpa kulit, ikan, tahu, tempe, atau telur rebus.
Dalam menu makan malam saat puasa, KPeople bisa memilih sup ayam bening, ikan panggang, atau tumis tahu-tempe dengan sedikit minyak. Resep makan malam puasa seperti ini lebih ringan untuk pencernaan dan tidak membuat perut terasa begah saat tidur saat puasa.
Artikel Lainnya: Manfaat Serat & Protein untuk Puasa, Berenergi Lebih Lama
2. Sertakan Karbohidrat Kompleks dalam Porsi Moderat
Karbohidrat tetap dibutuhkan sebagai sumber energi, terutama jika KPeople masih harus beraktivitas keesokan harinya. Namun, pilihlah karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, kentang rebus, atau oatmeal.
Karbohidrat kompleks dicerna lebih lambat sehingga membantu menjaga kadar gula darah sekaligus memberikan energi yang lebih stabil. Dalam diet puasa, ini penting untuk mencegah lonjakan gula darah setelah berbuka puasa dan makan malam setelah tarawih.
3. Jangan Lupakan Asupan Serat dari Sayuran
Sayuran kaya serat membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit selama puasa. Selain itu, serat juga membantu memberikan rasa kenyang lebih lama tanpa menambah banyak kalori.
Coba tips puasa sehat dengan menambahkan sayur bening, lalapan, atau tumis sayur rendah minyak dalam makan malam sehat.
4. Pilihan Buah untuk Penutup Sehat
Daripada memilih kue manis atau gorengan sebagai makanan ringan setelah tarawih, lebih baik konsumsi buah segar seperti pepaya, apel, atau pir. Buah ini mengandung vitamin, mineral, dan serat yang mendukung nutrisi puasa.
Konsumsi buah segar membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan menjaga daya tahan tubuh. Buah juga bisa menjadi alternatif pencuci mulut setelah berbuka puasa yang lebih ramah untuk berat badan dibandingkan makanan tinggi gula.
Artikel Lainnya: 10 Kebiasaan Buruk Saat Puasa: Hindari Agar Tetap Sehat!
5. Cukupi Air Putih, Hindari Minuman Manis Berlebihan
Selama Ramadan, risiko dehidrasi meningkat karena waktu minum terbatas. Oleh sebab itu, setelah makan malam setelah tarawih, pastikan tetap mencukupi kebutuhan cairan dengan air putih.
Saat puasa, kebutuhan cairan tetap adalah sekitar 8 gelas per hari yang bisa dibagi antara berbuka hingga sahur. Hindari minuman manis berlebihan karena dapat meningkatkan asupan kalori dan memicu kenaikan berat badan.
6. Beri Jeda Waktu Antara Makan dan Tidur
Langsung tidur setelah makan dapat menyebabkan rasa tidak nyaman di perut, refluks asam lambung, dan kualitas tidur yang kurang baik. Supaya lebih aman, KPeople perlu memberi jeda beberapa jam antara makan dan tidur untuk mencegah gangguan pencernaan.
Idealnya, beri jarak minimal 1–2 jam setelah makan malam sehat sebelum tidur saat puasa. KPeople bisa mengisi waktu dengan aktivitas ringan seperti membaca atau berbincang bersama keluarga.
Makan malam setelah tarawih bukanlah kebiasaan yang otomatis menyebabkan kenaikan berat badan. Kunci utamanya terletak pada pemilihan menu makan malam puasa yang seimbang, pengaturan porsi, serta kebiasaan setelah makan.
Dengan memilih makanan tinggi protein, karbohidrat kompleks, sayuran, buah, serta mencukupi cairan, KPeople tetap bisa menjalani tips puasa sehat tanpa khawatir berat badan naik.
Untuk memastikan tubuhmu mendapatkan nutrisi yang cukup dan seimbang antara waktu berbuka dan sahur, termasuk makan malam setelah Tarawih, Blackmores Multivitamin + Minerals dapat menjadi pendukung yang penting.
Menariknya, setiap pembelian produk Blackmores juga memberikanmu poin di KPoin, lho yang mana bisa ditukarkan dengan hadiah menarik seperti voucher belanja, saldo e-wallet hingga pulsa token listrik.
Pelajari lebih lanjut tentang Apa Itu Kpoin dan Keuntungannya Bergabung dan jangan lupa download aplikasi KPoin untuk mendapatkan info jumlah poin yang telah dikumpulkan.
Referensi:
- Mayo Clinic. Counting calories: Get back to weight-loss basics. Diakses dari https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/weight-loss/in-depth/calories/art-20048065
- Healthline. 10 Science-Backed Reasons to Eat More Protein. Diakses dari https://www.healthline.com/nutrition/10-reasons-to-eat-more-protein
- NIH. Eating, Diet, & Nutrition for Constipation. Diakses dari https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/constipation/eating-diet-nutrition
Komentar

Ayo, jadi orang pertama yang tulis komentar kamu di artikel ini!
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi KPoin untuk berikan komen.



