
Diet dan Nutrisi
5 Vitamin Agar Tidak Cepat Lelah, Tubuh Tetap Berenergi
Penulis: Siti Nurmayani Putri
Kamis, 17 September 2026
Rating Artikel 0/5
|
0
Bagikan
Kondisi tubuh yang terasa lemas setelah beraktivitas seharian memang cukup umum. Namun, jika rasa lelah muncul terus-menerus meski sudah beristirahat, KPeople mungkin bertanya-tanya apakah membutuhkan vitamin agar tidak cepat lelah. Kondisi ini bisa berkaitan dengan asupan nutrisi, tetapi tidak selalu disebabkan oleh kekurangan vitamin.
Beberapa vitamin dan mineral dibutuhkan tubuh untuk mengubah makanan menjadi energi, menjaga fungsi saraf dan otot, serta membantu pembentukan sel darah merah.
Di sisi lain, kurang tidur, stres, kurang minum, pola makan tidak seimbang, atau kondisi kesehatan tertentu juga dapat menjadi penyebab cepat lelah. Untuk itu, penting mengetahui penyebabnya sebelum memilih vitamin penambah energi atau suplemen tertentu.
Vitamin dan Mineral yang Membantu Menjaga Energi
Beberapa vitamin dan mineral memiliki peran penting dalam proses pembentukan energi, fungsi saraf, otot, dan produksi sel darah merah. Memenuhi kebutuhan nutrisi tersebut dapat membantu tubuh menjalankan aktivitas sehari-hari dengan optimal.
1. Vitamin B kompleks untuk metabolisme energi
Vitamin B kompleks terdiri dari beberapa jenis vitamin B yang memiliki fungsi berbeda di dalam tubuh. Vitamin B1 atau tiamin, misalnya, membantu tubuh mengubah makanan menjadi energi.
Vitamin B2 atau riboflavin juga berperan dalam produksi energi dan metabolisme berbagai zat gizi. Vitamin B3 atau niasin membantu tubuh menggunakan makanan sebagai sumber energi.
Vitamin B12 juga penting karena membantu menjaga sel darah dan saraf tetap sehat. Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan anemia megaloblastik yang ditandai dengan rasa lelah dan lemah.
Inilah salah satu alasan vitamin B kompleks manfaatnya sering dikaitkan dengan metabolisme energi, meski suplemen vitamin B bukan pengganti tidur, makanan bergizi, atau pengobatan jika terdapat penyakit tertentu.
2. Vitamin D dan kaitannya dengan rasa lelah
Vitamin D lebih dikenal karena perannya dalam menjaga kesehatan tulang, tetapi tubuh juga membutuhkan vitamin ini untuk fungsi otot. Kekurangan vitamin D yang berat pada orang dewasa dapat menyebabkan osteomalasia yang dapat disertai kelemahan otot. Kadar vitamin D yang rendah sebagai salah satu kondisi yang dapat berkaitan dengan kelelahan.
Meski begitu, vitamin D sebaiknya tidak langsung diminum dalam dosis tinggi hanya karena tubuh sering terasa lelah.
Kadar vitamin D dapat diperiksa melalui tes darah dan kebutuhan suplemen sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Dengan begitu, penggunaan vitamin D sebagai salah satu vitamin untuk stamina tetap aman dan sesuai kebutuhan.
Artikel Lainnya: Manfaat Vitamin D untuk Kesehatan dan Imun Tubuh
3. Zat besi untuk mencegah anemia
Zat besi sebenarnya merupakan mineral, bukan vitamin, tetapi perannya sangat penting ketika membahas vitamin untuk badan lemas. Mineral ini dibutuhkan tubuh untuk membuat hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia defisiensi besi yang salah satu gejalanya adalah mudah lelah dan lemah.
Kebutuhan zat besi dapat meningkat pada kondisi tertentu, termasuk kehamilan dan menstruasi. KPeople sebaiknya tidak mengonsumsi suplemen zat besi sembarangan karena kelebihan zat besi juga dapat menimbulkan masalah kesehatan.
Jika sering lelah disertai pucat, pusing, berdebar, atau sesak, pemeriksaan dokter dapat membantu mengetahui apakah anemia atau kekurangan zat besi menjadi penyebabnya.
4. Magnesium untuk fungsi otot dan saraf
Magnesium merupakan mineral yang terlibat dalam lebih dari 300 sistem enzim di dalam tubuh. Mineral ini berperan dalam produksi energi, fungsi saraf, kontraksi otot, serta berbagai proses metabolisme. Untuk itu, mencukupi kebutuhan magnesium dapat membantu mendukung fungsi tubuh secara keseluruhan.
Sumber magnesium dapat diperoleh dari makanan seperti kacang-kacangan, biji-bijian, sayuran hijau, serta beberapa jenis makanan lainnya.
Namun, KPeople harus tahu bahwa suplemen magnesium tidak selalu dibutuhkan oleh semua orang. Jika pola makan sudah cukup beragam, kebutuhan magnesium umumnya dapat dipenuhi melalui makanan.
5. Vitamin C untuk penyerapan zat besi
Vitamin C sering kali dijadikan solusi vitamin agar tidak lelah. Faktanya, vitamin ini berperan penting dalam membantu tubuh menyerap zat besi nonheme yang berasal dari makanan nabati.
Mengonsumsi makanan sumber vitamin C bersama sumber zat besi dapat membantu meningkatkan penyerapan mineral tersebut.
Kamu bisa mengombinasikan makanan kaya zat besi, seperti kacang-kacangan atau sayuran hijau, dengan sumber vitamin C seperti jeruk, jambu biji, tomat, atau paprika.
Kombinasi sederhana ini dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi. Kamu bisa membaca lebih lanjut Kapan Sebaiknya Minum Vitamin C, Aturan dan Dosisnya.
Faktor Umum Penyebab Kenapa Tubuh Bisa Cepat Merasa Lelah
Tubuh yang mudah lelah bisa dipengaruhi oleh berbagai hal, bukan hanya kekurangan vitamin. Pola makan yang kurang bergizi, tidur yang tidak cukup, kurang minum, hingga stres dapat membuat tubuh terasa lebih cepat kehilangan energi.
1. Penyebab yang berkaitan dengan nutrisi
Pola makan yang kurang beragam dapat membuat tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan untuk bekerja secara optimal.
Misalnya, kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia sehingga kemampuan darah membawa oksigen ke seluruh tubuh berkurang. Akibatnya, seseorang dapat merasa lelah, lemas, mudah pusing, atau kurang bertenaga. Kekurangan vitamin B12 juga dapat menyebabkan anemia dan rasa lelah atau lemah.
Selain zat besi dan vitamin B12, sejumlah vitamin B lainnya berperan dalam proses metabolisme energi. Namun, bukan berarti mengonsumsi vitamin B dalam jumlah tinggi akan otomatis membuat tubuh lebih bertenaga.
Pada orang yang kebutuhan nutrisinya sudah tercukupi, tambahan vitamin tertentu belum tentu memberikan efek seperti “energi instan”.
2. Penyebab yang bukan soal vitamin (tidur, stres, hidrasi)
Tidak semua rasa lelah perlu diatasi dengan vitamin. Kurang tidur merupakan salah satu penyebab yang paling umum.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), orang dewasa umumnya membutuhkan setidaknya 7 jam tidur setiap malam, meskipun kebutuhan setiap orang dapat berbeda. Kualitas tidur juga penting karena tidur yang tidak nyenyak dapat membuat tubuh tetap terasa lelah pada siang hari.
Stres berkepanjangan juga dapat membuat tubuh terasa terkuras. Selain itu, kekurangan cairan dapat menyebabkan rasa lelah, pusing, dan tubuh terasa kurang bertenaga.
Jadi, cara mengatasi mudah lelah sebaiknya tidak hanya berfokus pada suplemen, tetapi juga mencakup tidur yang cukup, mengelola stres, mencukupi kebutuhan cairan, dan menjaga pola makan.
Sumber Alami Vitamin dari Makanan
Sebelum mencari suplemen anti lelah, usahakan kebutuhan nutrisi sehari-hari terpenuhi dari makanan yang beragam.
- Vitamin B dapat diperoleh dari daging, ikan, telur, susu, kacang-kacangan, biji-bijian, serta produk serealia yang difortifikasi.
- Vitamin B12 secara alami terutama ditemukan dalam makanan hewani, sementara beberapa produk pangan difortifikasi dengan vitamin tersebut.
- Zat besi bisa ditemukan dari daging tanpa lemak, seafood, unggas, kacang-kacangan, lentil, bayam, dan makanan yang telah difortifikasi.
- Magnesium dapat diperoleh dari kacang-kacangan, biji-bijian, sayuran hijau, dan beberapa jenis makanan lainnya.
- Vitamin C bisa didapatkan dari buah dan sayuran seperti jeruk, stroberi, paprika, tomat, dan brokoli.
Artikel lainnya: 10+ Jenis Vitamin dan Suplemen dari Kalbe, Mana Kebutuhanmu?
Kapan Perlu Dukungan Suplemen?
Suplemen tidak selalu diperlukan ketika tubuh terasa lelah. Namun, pada kondisi tertentu, seperti kebutuhan nutrisi yang meningkat atau adanya kekurangan vitamin dan mineral, suplemen dapat menjadi pilihan setelah mempertimbangkan kebutuhan tubuh dan anjuran tenaga kesehatan.
Contohnya, kebutuhan beberapa zat gizi meningkat selama kehamilan, sementara kondisi tertentu pada saluran pencernaan dapat memengaruhi penyerapan nutrisi.
Orang yang menjalani pola makan tertentu juga mungkin membutuhkan perhatian lebih terhadap asupan vitamin dan mineral tertentu. Namun, jenis dan dosis suplemen sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, bukan hanya berdasarkan keluhan mudah lelah.
Mengonsumsi vitamin dalam jumlah berlebihan tidak selalu membuat tubuh lebih bertenaga dan pada beberapa nutrisi justru dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan.
Kapan sebaiknya konsultasi ke dokter?
Jika rasa lelah berlangsung terus-menerus, semakin berat, atau tidak membaik setelah memperbaiki tidur, pola makan, aktivitas, dan asupan cairan, sebaiknya kamu berkonsultasi dengan dokter.
Kelelahan yang menetap dapat berkaitan dengan anemia, gangguan tiroid, diabetes, infeksi, gangguan tidur, masalah kesehatan mental, atau kondisi lainnya.
Pemeriksaan juga penting jika lelah disertai keluhan seperti sesak napas, jantung berdebar, pusing berat, pucat, penurunan berat badan yang tidak direncanakan, atau mudah pingsan.
Dalam kondisi seperti ini, mengandalkan vitamin untuk kerja atau suplemen penambah energi tanpa mengetahui penyebabnya justru dapat membuat masalah yang mendasarinya terlambat ditangani.
Tidak ada satu jenis vitamin agar tidak cepat lelah yang cocok untuk semua orang. Jadi, sebelum memilih vitamin, cari tahu terlebih dahulu penyebab tubuh mudah lelah. Jika keluhan menetap atau disertai gejala lain, konsultasikan dengan dokter agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.
Menjaga energi tetap stabil sepanjang hari butuh kombinasi tidur cukup, pola makan seimbang, dan asupan vitamin yang memadai. Blackmores hadir dengan pilihan suplemen berkualitas yang bisa membantu melengkapi kebutuhan nutrisi harianmu agar tubuh tetap berenergi.
Dan kabar baiknya, setiap pembelian produk Kalbe bisa memberimu nilai lebih. KPoin adalah program loyalitas dari Kalbe yang mengubah setiap transaksimu menjadi poin yang bisa ditukarkan dengan berbagai hadiah pilihanmu.
Yuk, kenali lebih lanjut Apa Itu KPoin dan download aplikasi KPoin sekarang. Di aplikasi, kamu bisa langsung melihat jumlah poin yang bertambah setiap kali bertransaksi produk Kalbe.
Referensi:
- NIH. Vitamin B12. Diakses dari https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminB12-Consumer/
- CDC. About Sleep. Diakses dari https://www.cdc.gov/sleep/about/
- NIH. Vitamin D. Diakses dari https://ods.od.nih.gov/factsheets/VITAMIND-Consumer/
- Kemenkes. Kekurangan Zat Besi. Diakses dari https://ayosehat.kemkes.go.id/topik-penyakit/defisiensi-nutrisi/kekurangan-zat-besi
- NIH. Magnesium. Diakses dari https://ods.od.nih.gov/factsheets/magnesium-consumer/
- NIH. Vitamin C. Diakses dari https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminC/Consumer/
- NIH. Vitamin and Mineral Supplement Fact Sheets. Diakses dari https://ods.od.nih.gov/factsheets/list-VitaminsMinerals/
Komentar

Ayo, jadi orang pertama yang tulis komentar kamu di artikel ini!
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi KPoin untuk berikan komen.



