HomeArtikelImunisasi dan Vaksinasi

Vaksinasi Anak: Lindungi Si Kecil dari Penyakit Berbahaya

Vaksinasi Anak: Lindungi Si Kecil dari Penyakit Berbahaya

Imunisasi dan Vaksinasi

Vaksinasi Anak: Lindungi Si Kecil dari Penyakit Berbahaya

profile-Siti Nurmayani Putri

Penulis: Siti Nurmayani Putri

Selasa, 18 Maret 2025

Rating Artikel 5/5

|

38

Bagikan

Vaksinasi atau imunisasi merupakan langkah untuk melindungi si kecil dari berbagai penyakit berbahaya. Proses ini dilakukan dengan memberikan vaksin lewat suntikan yang akan membuat anak kebal terhadap penyakit.


Untuk mencegah penularan penyakit, dosis pertama imunisasi umumnya diberikan selama dua tahun pertama kehidupannya. Setelahnya, vaksinasi lanjutan diberikan sesuai dengan jadwal yang direkomendasikan dokter.


Artikel lainnya: Jam Tidur Ideal Anak Sesuai Usianya


Pentingnya Vaksinasi untuk Anak 



Tujuan vaksinasi adalah memperkuat sistem kekebalan tubuh anak terhadap penyakit tertentu. Pada dasarnya, vaksin mengandung antigen yang telah dilemahkan atau dimatikan.


Ketika disuntik ke tubuh, nantinya tubuh akan mengenali dan membentuk antibodi tanpa menyebabkan penyakit tersebut. Dengan begitu, tubuh si kecil akan siap untuk melawan infeksi.


Imunisasi yang rutin dan lengkap merupakan cara efektif dalam mencegah penyebaran penyakit serius yang bisa menyebabkan komplikasi berat, kecacatan, bahkan kematian. Semakin banyak orang yang melakukan vaksinasi, makin sedikit orang yang terinfeksi penyakit.


Artikel lainnya: Rekomendasi Vitamin Anak untuk Tumbuh Kembang Optimal


Jenis Vaksin Wajib dan Jadwal Pemberiannya


Berdasarkan rekomendasi ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Kementerian Kesehatan Indonesia, terdapat beberapa vaksin yang wajib diberikan, berikut di antaranya:


1. Hepatitis B


Vaksin hepatitis B harus diberikan segera setelah anak lahir untuk mencegah infeksi virus hepatitis B yang bisa menyebabkan kerusakan hati. Suntikan vaksin hepatitis B bisa menimbulkan efek samping nyeri, demam, mudah lelah, kulit gatal dan kemerahan, serta bengkak di wajah.


2. Bacillus Calmette-Guerin (BCG)


Jenis vaksin BCG sebaiknya diberikan saat anak usia 0-1 bulan. Tujuannya agar si kecil terhindar dari tuberkulosis (TB). Kejadian ikutan pascaimunisasi alias KIPI dari vaksin BCG adalah ruam merah di area suntikan, demam, sakit saat buang air kecil, muntah, dan sakit perut. 


3. Polio


Pemberian vaksin polio oral (OPV) pertama sebaiknya ketika bayi lahir. Kemudian, diikuti dengan dosis selanjutnya saat anak menginjak usia 2, 3, dan 4 tahun. Reaksi dari vaksin ini dapat menimbulkan gejala mudah lelah, demam, ruam merah, gatal-gatal, hilang nafsu makan, dan mudah lelah.


4. Campak 



Jenis vaksin ini efektif untuk mencegah penyakit campak. Oleh karenanya, wajib diberikan pada usia 9 bulan dengan dosis lanjutan pada usia 18 bulan dan 6 tahun.


Saat si kecil mendapatkan vaksin campak, ini akan memberikan efek samping bengkak atau nyeri di area suntik, ruam kemerahan, demam, dan nyeri sendi.


Artikel lainnya: Vaksin BCG untuk Cegah TBC Parah, Sejak Kapan Diberikan?


5 Difteri, Tetanus, Pertusis (DPT)


Vaksin ini diberikan saat di kecil usia 2, 3, dan 4 bulan. Selanjutnya, diikuti dengan dosis booster pada usia 18 bulan dan 5 tahun. Ini diperlukan untuk mencegah penyakit difteri, tetanus, dan batuk rejan (pertusis).


Ada efek samping yang bisa dirasakan oleh si kecil ketika menerima vaksin DPT, seperti nyeri di area suntikan, demam, lelah, hilang nafsu makan, dan muntah.


6. Haemophilus influenzae tipe B


Untuk jenis vaksin yang satu ini, dianjurkan diberikan pada usia 2, 3, dan 4 bulan untuk mencegah meningitis (radang selaput otak), pneumonia (radang paru-paru), dan septic arthritis (radang sendi).


Reaksi dari vaksin ini akan menimbulkan gejala kemerahan atau bengkak di area suntikan, mengantuk, kehilangan nafsu makan, dan demam.


7. Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV)


Pneumococcal Conjugate Vaccine diberikan pada usia 2, 4, dan 6 bulan untuk mencegah infeksi pneumokokus, seperti pneumonia dan meningitis. Vaksin ini dapat memberikan efek samping seperti demam dan bengkak di area suntikan.


8. Rotavirus


Jenis vaksin Rotavirus diberikan ketika si kecil usia 2 dan 4 bulan untuk mencegah diare berat akibat infeksi rotavirus. Sama seperti vaksin lain, jenis vaksin ini juga dapat memberikan efek samping gatal-gatal, muntah, mual, diare, mengi, dan jantung yang berdebar.


9. MMR


Vaksin ini merupakan kombinasi untuk melindungi si kecil dari campak, gondongan, dan rubella. Kondisi-kondisi tersebut akan menyebabkan komplikasi berbahaya, seperti hilang pendengaran atau meningitis. Reaksi dari vaksin MMR adalah demam, kulit gatal, dan bengkak di area suntikan.


10. Tifoid 



Tifoid atau tipes merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Ini dapat diberikan pada anak usia 2 tahun dan diulang setiap 3 tahun.


Penyuntikan vaksin tifoid akan memberikan dampak demam, gatal-gatal, bengkak di wajah atau bibir, sakit kepala, dan nyeri di area suntikan.


Artikel lainnya: Gizi Balita Usia 1-5 Tahun: Panduan Lengkap untuk Orang Tua


11. Varisela


Umumnya, vaksinasi varisela dosis pertama diberikan saat si kecil berusia 12 bulan. Kemudian dosis kedua diberikan ketika usia 14 bulan. Pemberian vaksin ini bertujuan untuk mencegah penyakit cacar air.


Penyuntikan ini dapat memberikan efek samping kemerahan, sakit, bengkak di area suntikan, dan demam.


 12. Vaksin Japanese Encephalitis (JE)


Pemberian vaksin Japanese Encephalitis dosis pertama dilakukan saat si kecil usia 9 bulan, kemudian dilanjutkan dosis kedua saat anak menginjak usia 2 tahun.


Vaksin ini diberikan untuk mencegah infeksi virus di otak. Biasanya, reaksi yang muncul terdiri dari sakit kepala, nyeri otot, demam, dan nyeri di area suntikan.


13. Vaksin Hepatitis A


Imunisasi ini bertujuan untuk mencegah terjadinya hepatitis A. Pastikan si kecil mendapatkan vaksin dosis pertama di usia 12 bulan dan dosis kedua pada usia 18 bulan.


Efek samping yang dapat muncul di antaranya demam, mual, sakit kepala, hilang nafsu makan, susah bernapas, dan ruam kemerahan.


Pada dasarnya, samping yang dialami oleh si kecil setelah vaksin umumnya akan hilang dalam 1-2 hari. Apabila gejala masih berlanjut atau muncul reaksi yang lebih serius, segera konsultasi dengan dokter.


Mengingat bahwa vaksinasi merupakan investasi jangka panjang untuk anak, maka pastikan agar tidak melewatkan imunisasi. Dapatkan informasi kesehatan lainnya dengan mengakses lewat aplikasi KPoin.


Dapatkan promo menarik dengan membeli produk KALBE. Registrasi sekarang dan kumpulkan poin dari setiap pembelian produk. Langsung tukarkan poin dengan hadiah menarik!


Referensi:

  • RS Pondok Indah. Jenis-jenis vaksin anak untuk kesehatan buah hati. Diakses https://www.rspondokindah.co.id/id/news/imunisasi-lengkap-untuk-perlindungan-maksimal-
  • Imuni. Jadwal vaksinasi anak IDAI. Diakses dari https://imuni.id/jadwal-vaksinasi-anak-idai-terbaru-2024/
  • Ikatan Dokter Anak Indonesia. Mengenal Japanese Encephalitis. Diakses dari https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/japanese-encephalitis

Komentar

profile-hasi

hasi Rating 5/5

Sabtu, 21 Februari 2026

Jenis vaksinasi anak memberikan peta jalan kesehatan yang sangat jelas bagi masa depan buah hati kit... Selengkapnya
kpoin-admin-image

Admin KPoin

Sabtu, 21 Februari 2026

Hai Hasi, yuk bagikan informasi ini ke teman dan kerabat lainnya. Semoga bermanfaat ya. 😊^sa
profile-hanifatul khairani afifah

hanifatul khairani afifah Rating 5/5

Kamis, 05 Februari 2026

Vaksinasi atau imunisasi sangat penting bagi si kecil, karena vaksin adalah obat untuk menjaga atau ... Selengkapnya
kpoin-admin-image

Admin KPoin

Jumat, 06 Februari 2026

Hai Hanifatul, yuk lindungi Si Kecil dari penyakit dengan rutin memberikan vaksin yang sesuai dengan... Selengkapnya
profile-ika mahardika

ika mahardika Rating 5/5

Rabu, 04 Februari 2026

artikelnya sangat membantu banget, saya jdi tau macam” imunisasi san manfaatnya, saya bisa kasi tau ... Selengkapnya
kpoin-admin-image

Admin KPoin

Kamis, 05 Februari 2026

Hai Ika, yuk bagikan informasi menarik ini ke teman dan kerabat yang lainnya. Semoga bermanfaat ya. ... Selengkapnya
profile-Audiva Triana Sembiring

Audiva Triana Sembiring Rating 5/5

Senin, 02 Februari 2026

wahh terimakasih untuk penjelasan tentang vaksinisasinya min. jadi lebih sigap lagi betapa pentingny... Selengkapnya
kpoin-admin-image

Admin KPoin

Senin, 02 Februari 2026

Hai Audiva, terima kasih kembali. Nantikan juga informasi menarik lainnya di artikel ini ya, semoga ... Selengkapnya
profile-Syilfa Anrisa Hidayah

Syilfa Anrisa Hidayah Rating 5/5

Senin, 02 Februari 2026

Yuuuuk, kita lindungi anak dari penyakit berbahaya dengan imunisasi lengkap. Artikel ini sangat men... Selengkapnya
kpoin-admin-image

Admin KPoin

Senin, 02 Februari 2026

Hai Syilfa, terima kasih kembali. Yuk baca informasi menarik lainnya juga di artikel ini. 😊 ^sa
profile-FATHUL JANNAH

FATHUL JANNAH Rating 5/5

Jumat, 30 Januari 2026

penting sekali imunisasi. tugas kita menjaga bayi sehat dan siap imunisasi. semoga gen gen muda lebi... Selengkapnya
kpoin-admin-image

Admin KPoin

Sabtu, 31 Januari 2026

Hai Fathul Jannah, yuk nantikan informasi menarik lainnya di artikel ini. Semoga bermnafaat ya. 😊 ^... Selengkapnya

Kamu akan diarahkan ke Aplikasi KPoin untuk berikan komen.