HomeArtikelLifestyle

Cara Mengatasi Lelah Berlebih (Fatigue) Pekerja Kantoran

Cara Mengatasi Lelah Berlebih (Fatigue) Pekerja Kantoran

Lifestyle

Cara Mengatasi Lelah Berlebih (Fatigue) Pekerja Kantoran

profile-Siti Nurmayani Putri

Penulis: Siti Nurmayani Putri

Rabu, 04 November 2026

Rating Artikel 0/5

|

0

Bagikan

Pernahkah KPeople merasa tubuh begitu lelah saat bekerja, padahal aktivitas sehari-hari hanya duduk di depan komputer? Baru beberapa jam bekerja, mata terasa berat, konsentrasi mulai menurun, dan badan rasanya ingin segera beristirahat.


Kondisi ini bisa terjadi ketika tubuh kurang tidur, terlalu lama duduk, mengalami stres, atau tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup. Namun, jika rasa lelah terus berulang meskipun sudah beristirahat, KPeople perlu lebih memperhatikannya.


Memahami cara mengatasi rasa lelah berlebih (Fatigue) pekerja kantoran sebaiknya dimulai dengan mengenali penyebabnya, bukan langsung mengandalkan kopi atau suplemen penambah stamina. Mari ketahui tips mengatasinya lewat ulasan berikut ini.


Artikel lainnya: Dampak Begadang pada Ginjal yang Jarang Diketahui Orang


Lelah Biasa atau Fatigue? Kenali Bedanya


Lelah setelah menyelesaikan pekerjaan yang padat merupakan respons tubuh yang wajar. Biasanya, rasa lelah berkurang setelah KPeople tidur cukup, makan, atau mengambil waktu untuk beristirahat.


Sementara itu, fatigue adalah kondisi ketika tubuh terasa sangat lemas, kekurangan energi, atau sulit mempertahankan konsentrasi sehingga aktivitas sehari-hari ikut terganggu. Fatigue juga tidak selalu sama dengan mengantuk. KPeople bisa saja tidak ingin tidur, tetapi tetap merasa kehabisan tenaga untuk menyelesaikan pekerjaan.


Pada pekerja kantoran, fatigue dapat muncul secara bertahap. KPeople mungkin mulai sulit fokus saat rapat, lebih mudah melakukan kesalahan, merasa tidak bersemangat, atau membutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan tugas yang biasanya terasa ringan.


Jika keluhan terus berlangsung dan tidak membaik setelah istirahat, jangan langsung menganggapnya sebagai akibat pekerjaan yang menumpuk.


Menurut National Health Service (NHS), fatigue juga dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti anemia, gangguan tiroid, diabetes, atau masalah tidur.


Apabila rasa lelah berlangsung lama, tidak membaik setelah beristirahat, dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi ini perlu dievaluasi oleh dokter.


Kelelahan kronis bukan sekadar rasa capek setelah bekerja seharian, sehingga penting untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya.


Artikel Lainnya: Tanda Remaja Jompo dan Cara Menghindarinya


Penyebab Fatigue yang Sering Dialami Pekerja Kantoran


Penyebab lelah terus menerus pada pekerja kantoran tidak selalu berasal dari pekerjaan yang berat secara fisik. Rutinitas yang terlihat sederhana, seperti duduk selama berjam-jam, menatap layar, melewatkan makan siang, hingga menyelesaikan pekerjaan setelah jam kantor, dapat memengaruhi kondisi tubuh.


Untuk itu, sebelum mencari cara mengatasi badan lemas, KPeople bisa mulai dengan mengevaluasi kebiasaan sehari-hari.


1. Kurang tidur dan jadwal tidak teratur


Tidur merupakan waktu bagi tubuh untuk beristirahat dan memulihkan diri. Ketika KPeople terbiasa tidur larut karena lembur, menyelesaikan pekerjaan rumah, atau menggunakan ponsel hingga malam, waktu istirahat bisa berkurang.


Akibatnya, tubuh terasa kurang segar pada pagi hari, konsentrasi menurun, dan rasa kantuk lebih mudah muncul saat bekerja. Kebiasaan kurang tidur dan lelah yang terjadi berulang juga dapat mengganggu produktivitas sepanjang hari.


Jadwal tidur yang berubah-ubah juga dapat membuat tubuh sulit membangun rutinitas istirahat yang konsisten. KPeople sebaiknya memperhatikan durasi sekaligus kualitas tidur, termasuk apakah sering terbangun pada malam hari atau tetap merasa lelah setelah bangun.


Jika sudah memiliki waktu tidur yang cukup tetapi tetap merasa tidak bugar, ada baiknya mempertimbangkan faktor lain yang mungkin memengaruhi kualitas tidur.


2. Duduk terlalu lama dan minim gerak


Pekerjaan di depan komputer membuat banyak orang duduk dalam waktu lama tanpa menyadarinya. Padahal, terlalu lama mempertahankan posisi yang sama dapat menyebabkan otot terasa kaku, punggung pegal, dan tubuh kurang nyaman.


Ketegangan pada leher serta bahu juga bisa membuat KPeople merasa semakin lelah ketika harus terus menatap layar. Selain kurang bergerak, posisi duduk dan penempatan monitor yang tidak tepat dapat menambah ketegangan otot.


Kondisi ini berkaitan dengan ergonomi kerja, yaitu penyesuaian lingkungan dan peralatan kerja agar sesuai dengan kebutuhan tubuh.


Meja, kursi, dan layar yang diatur dengan baik dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman selama bekerja, meskipun tetap perlu disertai istirahat dan gerakan secara berkala.


Artikel Lainnya: Inilah Posisi Duduk yang Benar agar Tidak Sakit Pinggang


3. Stres kerja dan beban mental


Kelelahan tidak hanya berasal dari aktivitas fisik. Tenggat waktu yang ketat, rapat beruntun, banyaknya pesan yang harus dibalas, dan tuntutan untuk selalu tersedia dapat menguras energi mental.


Ketika stres berlangsung terus-menerus, KPeople mungkin menjadi mudah tersinggung, sulit berkonsentrasi, mengalami gangguan tidur, atau kehilangan semangat untuk bekerja.

Jika tekanan pekerjaan berlangsung berkepanjangan, kondisi tersebut juga dapat berkaitan dengan burnout kantoran.


Burnout ditandai dengan kelelahan yang berkaitan dengan pekerjaan, meningkatnya jarak mental atau sikap sinis terhadap pekerjaan, serta menurunnya efektivitas profesional.


Mengambil waktu istirahat, menetapkan batas kerja, dan mencari dukungan merupakan langkah yang patut dipertimbangkan. Namun, jangan menyimpulkan bahwa semua rasa lelah merupakan burnout karena penyebab fisik juga perlu diperiksa.


Artikel Lainnya: Tips Mengelola Stres di Dunia yang Serba Cepat


4. Kurang cairan, kafein berlebih, melewatkan makan


Kesibukan kerja terkadang membuat KPeople lupa minum air putih atau menunda makan siang hingga sore. Padahal, kebutuhan cairan dan energi tetap harus dipenuhi agar tubuh dapat berfungsi dengan baik.


Kurang asupan makanan juga bisa membuat tubuh terasa lemas, terutama jika KPeople beraktivitas dalam waktu lama tanpa makan yang cukup.


Di sisi lain, kopi memang dapat membantu meningkatkan kewaspadaan untuk sementara. Namun, terlalu banyak mengonsumsi kafein, terutama menjelang malam, bisa mengganggu tidur dan membuat KPeople kembali merasa lelah keesokan harinya.


Akhirnya, terbentuk siklus ketika tubuh yang lelah terus mengandalkan kopi, tetapi kualitas istirahat justru semakin terganggu.


Checklist: Apa Penyebab Lelahmu?


Sebelum mengubah banyak kebiasaan sekaligus, KPeople bisa mencoba mengevaluasi rutinitas selama beberapa hari. Checklist berikut membantu mengidentifikasi kemungkinan penyebab fatigue pekerja kantoran yang sering terlewat di tengah kesibukan.


Beri tanda pada kebiasaan yang paling sering KPeople alami, lalu prioritaskan perubahan dari hal yang paling mudah diperbaiki. Checklist ini bukan alat diagnosis, melainkan panduan awal untuk mengenali pola kelelahan.


  1. Saya tidur terlalu malam atau memiliki jadwal tidur yang tidak teratur.
  2. Saya bangun tidur dalam keadaan lelah meskipun sudah tidur semalaman.
  3. Saya duduk selama berjam-jam tanpa berdiri atau melakukan peregangan.
  4. Saya menatap layar komputer hampir sepanjang hari tanpa jeda.
  5. Saya sering minum kopi untuk melawan kantuk atau rasa lemas.
  6. Saya lupa minum air putih ketika sedang sibuk.
  7. Saya sering melewatkan makan siang atau baru makan ketika sangat lapar.
  8. Saya masih memikirkan pekerjaan setelah jam kantor selesai.
  9. Saya sering lembur sehingga waktu istirahat berkurang.
  10. Saya tetap merasa lelah meskipun sudah beristirahat.


Bagaimana membaca hasilnya?


Jika KPeople banyak mencentang kebiasaan terkait tidur, coba prioritaskan perbaikan jadwal tidur. Jika lebih banyak berkaitan dengan duduk lama, layar, dan minim gerak, mulailah membuat jeda aktivitas secara berkala.


Sementara itu, jika stres kerja dan lembur menjadi pola yang dominan, KPeople mungkin perlu mengevaluasi beban kerja dan batas waktu bekerja.


Apabila kelelahan tetap berlangsung selama beberapa minggu, mengganggu aktivitas, atau disertai gejala lain, sebaiknya konsultasikan dengan dokter daripada terus mencoba mengatasinya sendiri.


Cara Mengatasi Lelah Lewat Kebiasaan Harian


Cara mengatasi fatigue tidak harus dimulai dari perubahan besar. KPeople bisa memperbaiki satu atau dua kebiasaan terlebih dahulu, kemudian melanjutkannya secara bertahap.


Kuncinya adalah membantu tubuh mendapatkan istirahat yang cukup, bergerak secara teratur, memenuhi kebutuhan nutrisi, dan memiliki waktu untuk memulihkan energi mental.


Jika fatigue disebabkan oleh kondisi medis, perubahan gaya hidup tetap dapat mendukung kesehatan, tetapi tidak menggantikan penanganan sesuai penyebabnya.

Ini dia tips tidak cepat lelah saat kerja:


1. Perbaiki kualitas tidur


Usahakan tidur dan bangun pada waktu yang relatif sama setiap hari, termasuk saat akhir pekan. Berdasarkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), orang dewasa umumnya membutuhkan setidaknya tujuh jam tidur setiap malam, meskipun kebutuhan setiap orang dapat berbeda.


KPeople juga bisa menciptakan rutinitas menjelang tidur, seperti meredupkan lampu, mengurangi penggunaan ponsel, dan menghindari kopi menjelang malam agar tubuh lebih siap beristirahat.


Jika KPeople sering lembur, coba evaluasi apakah semua pekerjaan benar-benar harus diselesaikan malam itu. Menentukan prioritas dan menyisihkan waktu untuk beristirahat dapat membantu mencegah kebiasaan mengorbankan tidur setiap hari.


Namun, jika sudah tidur cukup tetapi tetap merasa sangat lelah, jangan hanya menambah durasi tidur tanpa mencari kemungkinan penyebab lainnya.


Artikel Lainnya: Mengenal Power Nap dan Cara Melakukannya di Jam Istirahat


2. Rutinitas gerak mikro di meja kerja


KPeople tidak harus meninggalkan meja kerja lama-lama untuk mulai bergerak. Cobalah membuat rutinitas gerak mikro yang dapat dilakukan di sela-sela pekerjaan, misalnya:


  1. Setiap 30 menit, berdiri sejenak atau berjalan singkat jika memungkinkan.
  2. Lakukan peregangan bahu, leher, punggung, dan tangan dengan gerakan perlahan.
  3. Berjalan menuju tempat minum atau mengambil dokumen secara langsung ketika situasi memungkinkan.
  4. Saat menerima telepon, sesekali berdiri atau berjalan ringan jika aman dan tidak mengganggu pekerjaan.
  5. Alihkan pandangan dari layar secara berkala untuk memberi mata kesempatan beristirahat.


Jeda gerak ini membantu memutus kebiasaan duduk terlalu lama dan mengurangi rasa kaku. Mulailah dengan durasi singkat yang realistis, lalu sesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan pekerjaan.


Jangan lupa memperhatikan ergonomi kerja. Atur kursi agar tubuh tersangga dengan nyaman, letakkan monitor di depan dengan posisi yang tidak membuat leher terus menunduk, dan sesuaikan tinggi meja serta perangkat kerja agar bahu tidak terus terangkat. Jika memungkinkan, selingi posisi duduk dengan berdiri dan bergerak.


3. Atur pola makan dan hidrasi


Usahakan makan secara teratur dan pilih menu seimbang yang mencakup sumber karbohidrat, protein, sayur, serta buah. KPeople bisa menyiapkan bekal atau camilan bergizi sebelum berangkat agar tidak terus menunda makan ketika pekerjaan sedang padat.


Pola makan yang baik membantu memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi, meskipun bukan berarti semua penyebab kelelahan dapat diatasi hanya dengan mengubah menu.


Sediakan botol air minum di meja agar KPeople lebih mudah mengingat kebutuhan cairan. Minumlah secara berkala dan sesuaikan asupan dengan kondisi tubuh, cuaca, serta aktivitas.


Jika KPeople terbiasa minum kopi berkali-kali dalam sehari, coba perhatikan jumlah dan waktu konsumsinya. Mengurangi kafein secara bertahap, terutama menjelang waktu tidur, dapat membantu memperbaiki pola istirahat.


4. Kelola stres dan batasi lembur


Menyelesaikan pekerjaan satu per satu sering kali lebih membantu daripada mencoba mengerjakan semuanya sekaligus. KPeople bisa menulis daftar prioritas, membagi tugas besar menjadi langkah-langkah kecil, serta menyisipkan jeda di antara rapat atau pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi.


Ketika mulai kewalahan, tarik napas perlahan dan beri diri sendiri waktu singkat untuk menenangkan pikiran.


Buat batas yang jelas antara waktu bekerja dan waktu pribadi. Jika memungkinkan, hindari memeriksa pesan pekerjaan setelah jam kantor, delegasikan tugas sesuai kapasitas, dan komunikasikan beban kerja yang tidak realistis kepada atasan.


Langkah ini penting terutama ketika KPeople mulai mengalami tanda burnout kantoran, seperti kelelahan emosional, kehilangan motivasi, atau merasa semakin jauh dari pekerjaan.


Jika tekanan kerja sudah berdampak pada kesehatan mental dan aktivitas sehari-hari, mencari bantuan profesional juga merupakan pilihan yang tepat.


Peran Nutrisi dan Suplemen Pendukung


Nutrisi berperan dalam membantu tubuh menghasilkan energi dan menjalankan berbagai fungsi penting. Oleh karena itu, pola makan yang beragam dan seimbang sebaiknya menjadi dasar untuk menjaga stamina.


KPeople tidak perlu langsung membeli banyak produk penambah energi ketika merasa lelah. Langkah pertama adalah menilai apakah kebutuhan makan, cairan, tidur, dan aktivitas harian sudah terpenuhi.


Kapan suplemen membantu dan kapan tidak cukup


Vitamin untuk stamina kerja dapat membantu jika KPeople mengalami kekurangan zat gizi tertentu atau memiliki kebutuhan khusus yang dinilai perlu dipenuhi melalui suplemen. Sebagai contoh, kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia yang ditandai antara lain dengan rasa lelah dan lemas.


Namun, konsumsi suplemen zat besi atau vitamin tanpa mengetahui penyebab keluhan belum tentu bermanfaat dan dapat menimbulkan efek samping.


Jika rasa lelah disebabkan oleh anemia, gangguan tiroid, diabetes, masalah tidur, atau kondisi medis lainnya, penanganan perlu disesuaikan dengan penyebab tersebut.


Suplemen bukan pengganti tidur yang cukup, makanan bergizi, maupun pemeriksaan kesehatan. Sebelum mengonsumsi vitamin atau mineral dalam dosis tinggi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan, terutama jika KPeople sedang hamil, memiliki penyakit tertentu, atau menggunakan obat rutin.


Artikel Lainnya: 5 Vitamin Agar Tidak Cepat Lelah, Tubuh Tetap Berenergi


Tanda Kelelahan yang Perlu Diperiksakan ke Dokter


KPeople sebaiknya tidak terus-menerus menganggap kelelahan sebagai konsekuensi bekerja. Perhatikan berapa lama keluhan berlangsung, apakah intensitasnya semakin berat, dan apakah rasa lelah mulai mengganggu kegiatan sehari-hari.


Mengetahui kapan lelah perlu ke dokter dapat membantu KPeople mendapatkan pemeriksaan yang tepat, termasuk jika diperlukan tes darah untuk mengevaluasi kemungkinan anemia, diabetes, atau gangguan tiroid.


Segera jadwalkan konsultasi dengan dokter jika KPeople mengalami kondisi berikut:


  1. Rasa lelah berlangsung selama beberapa minggu tanpa penyebab yang jelas atau tidak membaik meskipun sudah beristirahat.
  2. Kelelahan sampai mengganggu pekerjaan, aktivitas rumah, atau kegiatan sehari-hari.
  3. Berat badan turun tanpa disengaja, perubahan suasana hati yang menetap, atau keluhan lain yang tidak biasa.
  4. Sering merasa sangat haus dan buang air kecil lebih sering daripada biasanya.
  5. Mengalami pucat, jantung berdebar, atau sesak saat beraktivitas ringan.
  6. Tidur mendengkur keras, sering terbangun seperti tercekik, atau tetap mengantuk berat pada siang hari.


Gejala-gejala tersebut dapat berkaitan dengan berbagai kondisi kesehatan dan tidak cukup untuk memastikan diagnosis tanpa pemeriksaan.


Jika kelelahan disertai nyeri dada, sesak napas berat, pingsan, kebingungan mendadak, atau kelemahan yang muncul tiba-tiba, segera cari pertolongan medis darurat.


Mengatasi lelah berlebih dimulai dari kebiasaan sehari-hari, dan dukungan nutrisi bisa membantu menjaga staminamu di tengah jadwal kerja yang padat. Fatigon dan Sakatonik Aktiv hadir sebagai pilihan untuk membantu menjaga stamina dan kebugaran tubuh.


Dan kabar baiknya, setiap pembelian produk Kalbe bisa memberimu nilai lebih. KPoin adalah program loyalitas dari Kalbe yang mengubah setiap transaksi produk Kalbe menjadi poin yang bisa ditukarkan dengan berbagai hadiah pilihanmu.


Yuk, kenali lebih lanjut Apa Itu KPoin dan download aplikasi KPoin sekarang. Di aplikasi, kamu bisa langsung melihat jumlah poin yang bertambah setiap kali bertransaksi produk Kalbe.


Referensi:

  1. NHS. Tiredness and fatigue. Diakses dari https://www.nhs.uk/symptoms/tiredness-and-fatigue/
  2. MedlinePlus. Fatigue. Diakses dari https://medlineplus.gov/fatigue.html
  3. CDC. About Sleep. Diakses dari https://www.cdc.gov/sleep/about/index.html
  4. WHO. Burn-out an occupational phenomenon. Diakses dari https://www.who.int/news/item/28-05-2019-burn-out-an-occupational-phenomenon-international-classification-of-diseases
  5. Kementerian Kesehatan RI. Tips Tetap Sehat dan Produktif saat FWA. Diakses dari https://kms.kemkes.go.id/contents/1741327554075-TIPSTETAPSEHATDANPRODUKTIFSAATFWA.pdf
  6. Kementerian Kesehatan RI. Peregangan Sederhana untuk Mengurangi Pegal Akibat Duduk Terlalu Lama. Diakses dari https://ayosehat.kemkes.go.id/peregangan-sederhana-untuk-mengurangi-pegal-akibat-duduk-terlalu-lama
  7. Kementerian Kesehatan RI. Waspada Low Back Pain Saat Bekerja. Diakses dari https://ayosehat.kemkes.go.id/waspada-low-back-pain-saat-bekerja

Komentar

empty-state-comment

Ayo, jadi orang pertama yang tulis komentar kamu di artikel ini!

Kamu akan diarahkan ke Aplikasi KPoin untuk berikan komen.