
Jantung
Penyebab Hiperkolesterolemia, Kolesterol Tinggi yang Bahaya
Penulis: Siti Nurmayani Putri
Jumat, 09 Januari 2026
Rating Artikel 5/5
|
1
Bagikan
*Telah Direview oleh Tim Medis Klikdokter
Apakah KPeople pernah merasa sehat, tetapi hasil cek darah menunjukkan kolesterol tinggi? Kondisi inilah yang dikenal sebagai Hiperkolesterolemia. Masalah ini sering muncul tanpa gejala yang jelas, namun dampaknya bisa berbahaya bagi tubuh.
Oleh karenanya, penting untuk mengenal apa itu hiperkolesterolemia sejak dini untuk mencegah terjadinya komplikasi. Mari ketahui selengkapnya lewat ulasan berikut ini.
Artikel lainnya: Hati-Hati Kolesterol Naik! Kenali Gejalanya dan Lakukan Ini
Mengenal Apa Itu Hiperkolesterolemia
Hiperkolesterolemia adalah kondisi medis yang ditandai dengan meningkatnya kadar kolesterol total dalam darah, terutama kadar LDL tinggi yang dikenal sebagai kolesterol “jahat”.
LDL berlebih dapat menempel pada dinding pembuluh darah dan membentuk plak arteri (aterosklerosis), yaitu lapisan lemak keras yang mempersempit dan mengeraskan arteri. Kondisi inilah yang menjadi cikal bakal berbagai penyakit kardiovaskular.
Kolesterol sebenarnya dibutuhkan tubuh untuk membentuk hormon, vitamin D, dan membran sel. Namun, ketika jumlahnya berlebihan, baik akibat produksi berlebih oleh hati maupun asupan makanan tinggi lemak, kolesterol berubah menjadi ancaman serius. Hiperkolesterolemia dapat bersifat primer (genetik) maupun sekunder akibat pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat.
Gejala yang Sering Diabaikan
Salah satu alasan Hiperkolesterolemia berbahaya adalah karena sering disebut sebagai silent disease. Sebagian besar penderita tidak merasakan gejala spesifik hingga komplikasi muncul. Namun, pada beberapa kasus, tanda-tanda tertentu bisa muncul dan sering kali diabaikan.
Beberapa orang mengalami cepat lelah, nyeri dada ringan, atau kesemutan akibat aliran darah yang tidak optimal. Pada kondisi kolesterol yang sangat tinggi, dapat muncul xanthoma, yaitu timbunan lemak berwarna kekuningan di kulit, terutama di sekitar mata, siku, atau tumit.
Jika plak arteri semakin menebal dan menghambat aliran darah ke jantung, risiko penyakit jantung koroner pun meningkat secara signifikan.
Artikel Lainnya: Kenali Gejala Kolesterol Tinggi pada Wanita dan Mengatasinya
Faktor Penyebab Utama Lonjakan Kolesterol
Ada banyak faktor yang dapat memicu lonjakan kolesterol dalam darah. Salah satu penyebab paling umum adalah pola makan tinggi lemak jenuh dan lemak trans, yang banyak ditemukan pada gorengan, makanan cepat saji, daging berlemak, dan produk olahan. Lemak jenis ini dapat meningkatkan LDL sekaligus menurunkan HDL (kolesterol baik).
Selain itu, gaya hidup sedentari atau kurang bergerak juga berperan besar. Duduk terlalu lama dan minim aktivitas fisik membuat metabolisme lemak tidak berjalan optimal.
Faktor lain meliputi kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebihan, obesitas, stres kronis, serta kondisi medis tertentu seperti diabetes tipe 2 dan hipotiroidisme. Faktor genetik juga tidak boleh diabaikan, terutama jika ada riwayat kolesterol tinggi dalam keluarga.
Tips Pencegahan Lonjakan Kolesterol Tinggi
Lonjakan kolesterol sebenarnya dapat dicegah sejak dini dengan menerapkan kebiasaan hidup yang lebih sehat. Berikut sederet tips yang bisa KPeople terapkan untuk menghindari risiko hiperkolesterolemia:
1. Terapkan Pola Makan Sehat
Langkah utama untuk mencegah Hiperkolesterolemia adalah menerapkan pola makan sehat dan seimbang. Pilih makanan rendah kolesterol seperti sayuran hijau, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, dan ikan berlemak yang kaya omega-3. Batasi konsumsi makanan olahan dan perbanyak asupan serat larut yang dapat membantu menurunkan LDL.
Beberapa produk juga diperkaya dengan Plant Stanol Ester (PSE) yang terbukti membantu menghambat penyerapan kolesterol di usus. Mengganti minyak goreng biasa dengan minyak zaitun atau kanola juga menjadi pilihan bijak untuk kesehatan jantung.
2. Pentingnya Aktivitas Fisik Secara Rutin
Aktivitas fisik berperan besar dalam mengontrol kadar kolesterol. Olahraga teratur membantu meningkatkan HDL sekaligus menurunkan LDL. Tidak perlu olahraga berat, aktivitas sederhana seperti jalan cepat, bersepeda, berenang, atau senam selama 30 menit sehari sudah memberikan manfaat besar.
Olahraga juga membantu menjaga berat badan ideal dan memperbaiki sensitivitas insulin, yang secara tidak langsung berkontribusi pada pengendalian kolesterol darah. Konsistensi jauh lebih penting dibandingkan intensitas.
3. Hindari Merokok & Minuman Beralkohol
Merokok dapat merusak dinding pembuluh darah dan mempercepat proses aterosklerosis. Selain itu, rokok menurunkan kadar HDL sehingga keseimbangan kolesterol terganggu. Konsumsi alkohol berlebihan juga dapat meningkatkan kadar trigliserida dan kolesterol total.
Menghentikan kebiasaan merokok dan membatasi alkohol adalah langkah penting untuk menurunkan risiko komplikasi akibat Hiperkolesterolemia dan menjaga kesehatan jantung secara keseluruhan.
Artikel Lainnya: Ciri-ciri Kolesterol Tinggi, Apakah KPeople Mengalaminya?
Kapan Harus ke Dokter?
Pemeriksaan ke dokter sangat dianjurkan jika KPeople memiliki faktor risiko kolesterol tinggi atau riwayat penyakit jantung dalam keluarga. Pemeriksaan kolesterol dilakukan melalui tes darah profil lipid, yang mengukur kadar kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida.
Segera konsultasi jika hasil tes menunjukkan kadar LDL tinggi atau jika KPeople mengalami keluhan seperti nyeri dada, sesak napas, atau mudah lelah. Dokter dapat memberikan rekomendasi perubahan gaya hidup hingga terapi obat bila diperlukan untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
Mengelola kadar kolesterol kini bisa dilakukan dengan cara yang lebih nikmat dan praktis. Kpeople dapat rutin mengonsumsi Nutrive Benecol, minuman smoothie buah atau sereal yang mengandung Plant Stanol Ester (PSE). Kandungan PSE ini telah teruji klinis mampu membantu menurunkan kadar kolesterol hingga 7-10% jika dikonsumsi rutin 2 botol sehari selama 2 minggu.
Menariknya, setiap kali Kpeople membeli Nutrive Benecol, Kpeople bisa mendapatkan poin di KPoin. Poin yang terkumpul bisa ditukarkan dengan berbagai reward menarik seperti voucher belanja, saldo e-wallet, hingga pulsa.
Yuk, mulai perjalanan hidup sehatmu hari ini! Pelajari lebih lanjut tentang Apa Itu Kpoin dan Keuntungannya Bergabung dan segera download aplikasi KPoin agar tidak melewatkan kesempatan mendapatkan hadiah gratis dari setiap langkah sehatmu.
Referensi:
- KlikDokter. Hiperkolesterolemia. Diakses dari https://www.klikdokter.com/penyakit/masalah-jantung-dan-pembuluh-darah/hiperkolesterolemia
- KlikDokter. Mengenal Gejala Hiperkolesterolemia. Diakses dari https://www.klikdokter.com/info-sehat/jantung/mengenal-gejala-hiperkolesterolemia
- Cleveland Clinic. Hypercholesterolemia. Diakses dari https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/23921-hypercholesterolemia
- National Institute of Health. Hypercholesterolemia. Diakses dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK459188/
- NHS. What is high cholesterol?. Diakses dari https://www.nhs.uk/conditions/high-cholesterol/
- BMJ. Hypercholesterolaemia. Diakses dari https://bestpractice.bmj.com/topics/en-gb/170
- Healthline. Symptoms of High Cholesterol. Diakses dari https://www.healthline.com/health/high-cholesterol-symptoms
Komentar
nur fajrin diliyansah • Rating 5/5
Jumat, 09 Januari 2026
Admin KPoin
Jumat, 09 Januari 2026
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi KPoin untuk berikan komen.



