
Kehamilan
5 Penyebab Ibu Hamil & Menyusui Rentan Osteoporosis
Penulis: Siti Nurmayani Putri
Senin, 16 Maret 2026
Rating Artikel 0/5
|
0
Bagikan
Kehamilan dan menyusui adalah masa yang penuh perubahan bagi tubuh perempuan. Selain perubahan hormon dan metabolisme, kebutuhan nutrisi juga meningkat cukup signifikan.
Tidak banyak yang menyadari bahwa salah satu penyebab ibu hamil dan menyusui rentan osteoporosis adalah meningkatnya kebutuhan mineral tulang, terutama kalsium, untuk mendukung tumbuh kembang bayi.
Selama kehamilan hingga masa nifas dan laktasi, tubuh Ibu bekerja lebih keras untuk memastikan janin dan bayi mendapatkan nutrisi yang cukup. Jika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi dari makanan, tubuh akan mengambil cadangan mineral dari tulang Ibu.
Inilah yang bisa menyebabkan penurunan kepadatan massa tulang secara bertahap. Oleh karena itu, penting bagi KPeople untuk memahami faktor risiko, gejala, dan cara menjaga kesehatan tulang sejak masa persiapan kehamilan.
Artikel lainnya: 10 Cara Mencegah Osteoporosis di Usia Muda untuk Tulang Kuat
Hubungan Antara Kehamilan, Menyusui, dan Kesehatan Tulang
Selama kehamilan, janin membutuhkan banyak mineral, terutama kalsium, untuk pembentukan tulang dan giginya. Jika asupan kalsium ibu tidak mencukupi, tubuh akan melakukan proses resorpsi tulang, yaitu pengambilan kalsium dari tulang ibu untuk memenuhi kebutuhan janin.
Proses ini sebenarnya merupakan mekanisme alami tubuh. Namun jika berlangsung lama tanpa diimbangi dengan asupan nutrisi yang cukup, kondisi tersebut dapat menurunkan kepadatan massa tulang ibu. Penurunan kepadatan tulang dalam jangka panjang berpotensi meningkatkan risiko osteoporosis.
Selain itu, saat memasuki masa nifas dan laktasi, kebutuhan kalsium ibu tetap tinggi karena mineral tersebut juga diperlukan dalam produksi ASI. Penelitian yang dipublikasikan lewat National Institutes of Health menunjukkan bahwa ibu menyusui bisa kehilangan sekitar 3–5% kepadatan tulang selama beberapa bulan pertama setelah melahirkan. Meski sebagian besar dapat pulih kembali setelah masa menyusui selesai, kekurangan nutrisi tetap dapat meningkatkan risiko gangguan tulang.
Perubahan hormon juga memengaruhi kondisi ini. Selama menyusui, kadar estrogen menurun, sementara hormon lain seperti hormon paratiroid berperan dalam mengatur keseimbangan kalsium dalam tubuh. Ketidakseimbangan hormon ini dapat memengaruhi metabolisme tulang.
Faktor Penyebab Utama Osteoporosis pada Ibu Hamil dan Menyusui
Ada beberapa faktor yang membuat ibu hamil dan menyusui lebih rentan mengalami pengeroposan tulang. Faktor-faktor ini biasanya berkaitan dengan kondisi nutrisi, hormon, dan gaya hidup.
Salah satu penyebab utama adalah defisiensi nutrisi kehamilan. Ketika ibu tidak mendapatkan cukup kalsium dan vitamin D, tubuh akan mengambil cadangan mineral dari tulang untuk memenuhi kebutuhan janin. Vitamin D sendiri berperan penting dalam membantu penyerapan kalsium di dalam tubuh.
Selain itu, banyak ibu yang hanya fokus pada nutrisi tertentu seperti asam folat dan zat besi selama kehamilan. Padahal nutrisi tersebut memang penting untuk pembentukan sel darah dan perkembangan janin, tetapi kesehatan tulang juga membutuhkan asupan mineral lain seperti kalsium, fosfor, dan vitamin D.
Faktor lain yang dapat memicu penurunan kesehatan tulang antara lain:
- Pola makan rendah kalsium
- Kurangnya paparan sinar matahari yang membantu pembentukan vitamin D
- Berat badan yang terlalu rendah
- Kurang aktivitas fisik di usia muda
- Riwayat osteoporosis dalam keluarga
Selain itu, perubahan hormonal juga berperan penting. Hormon paratiroid membantu mengatur kadar kalsium dalam darah. Ketika tubuh kekurangan kalsium dari makanan, hormon ini akan meningkatkan proses resorpsi tulang untuk mempertahankan kadar kalsium yang stabil dalam tubuh.
Artikel Lainnya: Manfaat Menjaga Gizi Seimbang Selama Kehamilan
Gejala Penurunan Kepadatan Tulang yang Sering Diabaikan
Banyak ibu tidak menyadari bahwa mereka mengalami penurunan kepadatan tulang. Hal ini karena osteoporosis sering berkembang secara perlahan tanpa gejala yang jelas pada tahap awal.
Namun ada beberapa tanda yang sebaiknya tidak diabaikan, seperti nyeri pada kesehatan tulang belakang, terutama di area punggung bawah. Nyeri ini sering dianggap sebagai keluhan biasa selama kehamilan atau setelah melahirkan, padahal bisa menjadi salah satu indikasi berkurangnya kekuatan tulang.
Selain itu, ibu juga bisa mengalami gejala lain seperti:
- Mudah merasa pegal pada punggung dan pinggang
- Postur tubuh menjadi lebih membungkuk
- Nyeri tulang saat melakukan aktivitas ringan
- Tinggi badan sedikit berkurang seiring waktu
Pada kondisi yang lebih serius, tulang dapat menjadi rapuh dan mudah patah. Risiko ini biasanya meningkat jika penurunan kepadatan massa tulang terjadi dalam waktu lama tanpa penanganan.
Karena gejalanya sering tidak disadari, pemeriksaan kesehatan secara berkala sangat dianjurkan bagi ibu yang sedang hamil atau menyusui, terutama jika memiliki faktor risiko osteoporosis.
Dampak Jangka Panjang Jika Kebutuhan Nutrisi Tulang Tidak Terpenuhi
Jika kebutuhan nutrisi tulang tidak terpenuhi selama kehamilan dan menyusui, dampaknya tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko osteoporosis pada usia yang lebih muda.
Tulang yang kehilangan mineral secara terus-menerus akan mengalami penurunan kekuatan dan elastisitas. Akibatnya, tulang menjadi lebih rapuh dan mudah mengalami patah tulang, terutama pada area pinggul, pergelangan tangan, dan tulang belakang.
Selain itu, gangguan pada kesehatan tulang belakang dapat memengaruhi postur tubuh dan mobilitas sehari-hari. Jika kondisi ini tidak ditangani, kualitas hidup ibu juga dapat menurun karena rasa nyeri kronis.
Kekurangan nutrisi selama kehamilan juga berpotensi memicu defisiensi nutrisi kehamilan yang dapat memengaruhi kesehatan ibu secara keseluruhan. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan nutrisi selama kehamilan dan menyusui menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang.
Artikel Lainnya: 5 Aktivitas Fisik yang Aman untuk Ibu Hamil
Tips Mencegah Pengeroposan Tulang Sejak Masa Persiapan Kehamilan
Menjaga kesehatan tulang sebaiknya dimulai bahkan sebelum kehamilan terjadi. Dengan mempersiapkan tubuh sejak awal, risiko osteoporosis selama masa kehamilan dan menyusui dapat diminimalkan. Berikut tips mencegah pengeroposan tulang selama masa kehamilan dan menyusui:
1. Terapkan Pola Makan Gizi Seimbang
Pola makan yang sehat merupakan kunci utama menjaga kesehatan tulang. Ibu perlu memastikan asupan nutrisi lengkap, termasuk protein, mineral, dan vitamin penting.
Beberapa makanan yang baik untuk meningkatkan kepadatan massa tulang antara lain:
- Susu dan produk olahan susu
- Ikan dengan tulang lunak seperti sarden
- Sayuran hijau seperti brokoli dan bayam
- Kacang-kacangan dan biji-bijian
Selain itu, penting juga memenuhi kebutuhan nutrisi penting lainnya seperti asam folat dan zat besi yang berperan dalam mendukung kesehatan ibu dan perkembangan janin.
Artikel Lainnya: 9 Makanan Tinggi Kalsium Selain Susu untuk Ibu Hamil
2. Suplementasi Kalsium dan Vitamin D
Jika kebutuhan nutrisi dari makanan belum mencukupi, dokter biasanya akan merekomendasikan suplemen kalsium dan vitamin D. Kedua nutrisi ini sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang serta mendukung proses pembentukan tulang pada janin.
Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium secara optimal. Tanpa vitamin D yang cukup, kalsium yang dikonsumsi tidak dapat dimanfaatkan dengan baik oleh tubuh.
Selain mengonsumsi suplemen, ibu juga dianjurkan mendapatkan paparan sinar matahari pagi selama 10–15 menit untuk membantu produksi vitamin D secara alami.
Menjaga kesehatan tulang sejak dini adalah investasi terbaik bagi setiap Ibu. Agar Kpeople tetap aktif dan terhindar dari risiko pengeroposan tulang, pastikan kebutuhan kalsium dan nutrisi harian terpenuhi dengan rangkaian Susu Prenagen.
Mulai dari Prenagen Esensis untuk masa promil, Prenagen Mommy selama kehamilan, hingga Prenagen Lactamom saat menyusui, semuanya diperkaya dengan Kalsium, Vitamin D, Zat Besi, serta DHA untuk mendukung kesehatan Ibu dan perkembangan janin yang sehat.
Menariknya, setiap pembelian produk Prenagen, Kpeople bisa mendapatkan poin di KPoin yang sangat bermanfaat. Poin yang terkumpul bisa Kpeople tukarkan dengan berbagai hadiah menarik, seperti voucher belanja, pulsa, hingga saldo e-wallet yang bisa digunakan untuk kebutuhan harian.
Yuk, pelajari lebih lanjut tentang Apa Itu Kpoin dan Keuntungannya Bergabung dan segera download aplikasi KPoin di smartphone-mu untuk mulai menabung poin kesehatan sekarang!
Referensi:
- NIH. Osteoporosis. Diakses dari https://www.niams.nih.gov/health-topics/osteoporosis
- Royal Osteoporosis Society. PREGNANCY AND OSTEOPOROSIS. Diakses dari https://theros.org.uk/information-and-support/osteoporosis/pregnancy-associated-osteoporosis/
- Healthy Bones. Pregnancy and Bone Health. Diakses dari https://healthybonesaustralia.org.au/resource-hub/fact-sheets/pregnancy-bone-health/
- Healthline. What Does It Mean If You Have Osteoporosis During Pregnancy?. Diakses dari https://www.healthline.com/health/osteoporosis/osteoporosis-pregnancy
- NIH. The Influence of Pregnancy and Lactation on Maternal Bone Health: A Systematic Review. Diakses dari https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC4266784/
Komentar

Ayo, jadi orang pertama yang tulis komentar kamu di artikel ini!
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi KPoin untuk berikan komen.



