HomeArtikelMPASI

Hati Ayam untuk MPASI: Superfood Cegah Anemia & Stunting

Hati Ayam untuk MPASI: Superfood Cegah Anemia & Stunting

MPASI

Hati Ayam untuk MPASI: Superfood Cegah Anemia & Stunting

profile-Siti Nurmayani Putri

Penulis: Siti Nurmayani Putri

Kamis, 07 Agustus 2025

Rating Artikel 5/5

|

67

Bagikan

*Telah Direview oleh Tim Medis Klikdokter


Hati ayam sering kali dianggap sebagai makanan ‘biasa’, padahal kandungan nutrisinya luar biasa. Bagi bayi yang baru memulai MPASI, hati ayam bisa menjadi salah satu bahan terbaik untuk mencukupi kebutuhan zat besi, mencegah anemia, dan membantu tumbuh kembang optimal. 


Tidak hanya itu, nutrisi dalam hati ayam juga penting dalam mencegah stunting, memperkuat sistem imun, dan menjaga kesehatan mata bayi. Dengan pengolahan yang tepat, hati ayam bisa jadi favorit dalam menu MPASI harian, lho


Artikel lainnya: Menu MPASI Protein Hewani: Kunci Cegah Stunting Sejak Dini


Kandungan zat gizi dalam hati ayam


Hati ayam menyimpan kandungan nutrisi padat. Berdasarkan U.S. Department of Agriculture, sekitar 44 gram hati ayam terdapat protein, lemak, vitamin, dan mineral dalam kadar signifikan:


  • Sekitar 3–4 mg zat besi heme 
  • Protein berkualitas tinggi sekitar 7.44  gram 
  • Vitamin A sangat tinggi, sekitar 4880 IU per 44 gram hati ayam
  • Folat 259 µg, zinc 1.1 mg, kolin 85.4 mg, antioksidan seperti lutein dan likopen 


Kombinasi gizi tersebut menjadikan hati ayam sebagai sumber zat besi heme utama alias bentuk zat besi yang berasal dari sumber hewani yang mudah diserap tubuh, sangat penting dalam MPASI.


Manfaat Hati Ayam untuk MPASI


Setelah Bunda mengetahui sederet kandungan zat gizi dari hati ayam, berikut manfaat yang bisa diperoleh dari mengonsumsi hati ayam:


1. Mencegah anemia defisiensi besi


Zat besi heme dari hati ayam diserap tubuh lebih efektif daripada zat besi dari tumbuhan. Ini membuat hati ayam ideal mencegah anemia defisiensi besi pada bayi. 


Perlu KPeople ketahui, bayi usia 6–11 bulan membutuhkan sekitar 11 mg zat besi per hari. Anemia defisiensi besi dapat memengaruhi konsentrasi, kemampuan motorik, bahkan perkembangan otak si kecil.


2. Membantu mencegah stunting


Asupan zat besi dan nutrisi lainnya seperti protein, folat, dan vitamin B dalam hati ayam berperan penting dalam pencegahan stunting. Kekurangan zat besi berisiko menyebabkan pertumbuhan terhambat. 


Hati ayam sebagai sumber zat besi heme dan protein hewani MPASI membantu memenuhi kebutuhan untuk mendukung tinggi badan optimal bayi.


3. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh


Vitamin A dan antioksidan dalam hati ayam mendukung sistem imun bayi. Vitamin A berperan sebagai anti-inflamasi dan merangsang produksi antibodi yang dapat membantu bayi melawan infeksi dan menjaga kesehatan tubuhnya.


4. Penting untuk kesehatan mata


Vitamin A, lutein, dan likopen pada hati ayam mendukung fungsi penglihatan. Asupan yang cukup membantu mengurangi risiko gangguan mata seperti rabun senja. Untuk bayi usia 6–11 bulan, kebutuhan vitamin A harian sekitar 400 µg, dan kabar baiknya, hati ayam bisa memenuhi sebagian besar kebutuhan tersebut.


5. Mendukung tumbuh kembang bayi


Hati ayam tidak hanya kaya protein untuk pertumbuhan otot dan organ. Kandungan folat, kolin, dan vitamin B12 di dalamnya juga mendukung perkembangan otak dan sistem saraf bayi. Kombinasi nutrisi ini sangat krusial dalam fase perkembangan awal anak.


Artikel Lainnya: Bagaimana Feeding Rules MPASI? Cek Rahasia Penerapannya


Kapan Bayi Boleh Mulai Makan Hati Ayam?



Pada dasarnya, Bunda sudah boleh memperkenalkan hati ayam sejak awal MPASI di usia 6 bulan. Ketika bayi mencapai usia ini, cadangan zat besi yang berasal dari ASI sudah semakin rendah (hanya sekitar 3 persen), sementara kebutuhan meningkat hingga kira‑kira 97% dipenuhi dari MPASI. 


Oleh karenanya, hati ayam merupakan pilihan sumber zat besi heme yang bisa diberikan sejak awal MPASI. Akan tetapi, dianjurkan untuk memberikannya dalam jumlah yang terbatas.


Cara Memilih dan Mengolah Hati Ayam Agar Tidak Amis dan Aman


Penting memilih dan mengolah hati ayam dengan benar agar rasa amis tidak mengganggu bayi dan agar tekstur sesuai dengan konsumsi bayi. Agar hati ayam aman dan tidak amis, berikut tips pengolahan yang praktis:


1. Pilih hati ayam yang segar


Pilih hati dengan warna merah cerah dan segar. Hindari hati yang tampak pucat atau kehijauan karena ini tanda hati ayam sudah lama atau tidak bagus.


2. Tips menghilangkan bau amis


Cuci hati dengan air mengalir. Lumuri dengan perasan jeruk nipis atau lemon lalu bilas hingga bersih. Bisa juga direbus sebentar bersama potongan jahe atau daun salam untuk mengurangi aroma amis.


3. Masak hingga matang sempurna


Pastikan hati ayam direbus, dikukus, atau ditumis hingga matang sempurna, tanpa ada bagian yang masih mentah. Mengingat tekstur hati ayam padat, ketika dimasak kurang matang bisa mengandung bakteri jika kurang matang.


4. Sesuaikan tekstur


Untuk bayi awal MPASI (6–8 bulan), blender hati ayam halus dengan kaldu tanpa garam atau saring. Sedangkan untuk bayi lebih besar (9–12 bulan), bisa dicincang halus sesuai kemampuan makan.


Artikel Lainnya: Kenali Tekstur MPASI Sesuai Usia Bayi dari 6 hingga 12 bulan


Porsi dan Frekuensi Pemberian Hati Ayam


Karena hati ayam sangat padat gizi, maka KPeople tidak perlu memberikannya setiap hari. Cukup 1–2 kali seminggu, dengan porsi kecil, ukuran 1–2 potongan kecil hati ayam atau 1–2 sendok makan puree tergantung usia bayi. 


Ini sudah cukup memenuhi kebutuhan zat besi, vitamin A, dan protein hewani MPASI tanpa risiko kelebihan vitamin A atau kolesterol.


Ide Resep MPASI Menggunakan Hati Ayam



Hati ayam termasuk bahan yang sangat fleksibel untuk diolah menjadi berbagai menu MPASI. Berikut beberapa resep MPASI hati ayam yang mudah dibuat di rumah, lezat, dan tentunya padat gizi:


1. Puree Hati Ayam + Wortel + Kaldu


Cocok untuk bayi baru mulai makan, menu ini mendukung asupan zat besi dan vitamin A secara bersamaan.


Bahan:


  • 1 potong kecil hati ayam segar (sekitar 1 sdm)
  • 1/2 buah wortel yang dipotong kecil
  • 100 ml kaldu ayam tanpa garam


Cara membuat:


  1. Rebus hati ayam dan wortel hingga matang dan empuk.
  2. Masukkan ke blender bersama kaldu, lalu haluskan hingga tekstur lembut.
  3. Saring jika perlu dan sajikan dalam suhu hangat.


2. Bubur Nasi Hati Ayam Bayam


Bayam mengandung zat besi non-heme, sementara hati ayam memberikan zat besi heme. Kombinasi ini membantu penyerapan zat besi lebih optimal.


Bahan:


  • 2 sdm nasi matang
  • 1 potong kecil hati ayam yang dicincang
  • 1 genggam kecil daun bayam
  • 1 siung bawang putih (opsional)
  • Kaldu ayam secukupnya


Cara membuat:


  1. Tumis bawang putih sebentar (jika digunakan), masukkan hati ayam dan aduk hingga berubah warna.
  2. Tambahkan nasi dan kaldu, lalu masak hingga menjadi bubur.
  3. Masukkan bayam di akhir agar warnanya tetap hijau segar.
  4. Blender atau saring sesuai tekstur yang diinginkan.


3. Bola-Bola Nasi Hati Ayam


Selain bergizi, bola nasi ini membantu bayi belajar menggenggam dan makan sendiri.

Bahan:


  • 3 sdm nasi hangat
  • 1 sdm hati ayam rebus, cincang halus
  • 1 sdm tahu putih, haluskan
  • 1 sdm wortel parut halus
  • 1/2 sdt minyak zaitun


Cara membuat:


  1. Campurkan semua bahan hingga rata.
  2. Bentuk bola-bola kecil seukuran ujung jari bayi.
  3. Kukus selama 10–15 menit hingga padat dan matang.


Kesimpulan


Hati ayam adalah sumber gizi yang sangat baik sebagai bahan MPASI, karena kaya zat besi heme, protein hewani MPASI, vitamin A, folat, kolin, zinc, serta antioksidan untuk pencegahan anemia defisiensi besi dan stunting. Selama bayi sudah siap makan padat (sekitar usia 6 bulan), hati ayam aman diberikan asal diolah dengan benar. 


Bunda juga dapat mencampurkan hati ayam dengan Milna Bubur Bayi Organik. Bubur ini telah difortifikasi dengan bahan-bahan alami dan berkualitas tinggi serta tersedia beragam varian rasa dan tekstur untuk dampingi setiap tahap pertumbuhan Si Kecil.


Setiap pembelian produk Milna juga memberikan bunda poin di KPoin, lho yang mana bisa ditukarkan dengan hadiah menarik seperti voucher belanja, saldo e-wallet hingga pulsa token listrik.


Pelajari lebih lanjut tentang Apa Itu Kpoin dan Keuntungannya Bergabung dan jangan lupa download aplikasi KPoin untuk mendapatkan info jumlah poin yang telah dikumpulkan.


Referensi:


  • KlikDokter. MPASI Hati Ayam, Adakah Manfaatnya untuk Kesehatan Bayi?. Diakses dari https://www.klikdokter.com/ibu-anak/kesehatan-bayi/mpasi-hati-ayam-adakah-manfaatnya-untuk-kesehatan-bayi
  • WebMD. Is Eating Liver Good for You? Benefits and Risks. Diakses dari https://www.webmd.com/diet/liver-good-for-you
  • Healthline. Feeding Meat to Your Baby: What You Should Know. Diakses dari https://www.healthline.com/health/baby/meat-baby
  • Kemenkes. Pemberian Zat Besi Tambahan pada Anak. Diakses dari https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3669/pemberian-zat-besi-tambahan-pada-anak
  • U.S. Department of Agriculture. Diakses dari https://fdc.nal.usda.gov/food-details/171060/nutrients

Komentar

empty-state-comment

Ayo, jadi orang pertama yang tulis komentar kamu di artikel ini!

Kamu akan diarahkan ke Aplikasi KPoin untuk berikan komen.