
MPASI
Manfaat Otak Sapi untuk MPASI & Cara Aman Mengolahnya
Penulis: Siti Nurmayani Putri
Senin, 11 Agustus 2025
Rating Artikel 5/5
|
122
Bagikan
*Telah Direview oleh Tim Medis Klikdokter
Sebagai orang tua yang ingin menyediakan MPASI terbaik untuk bayi, Bunda tentu mencari bahan makanan yang kaya gizi dan aman. Salah satu bahan yang sering jadi perdebatan adalah otak sapi untuk MPASI.
Meskipun tergolong jeroan, otak sapi mengandung protein berkualitas, lemak sehat, vitamin, mineral, dan terutama DHA untuk otak bayi. Jika diolah dengan benar dan diberikan dalam porsi terbatas, otak sapi bisa menjadi tambahan gizi yang mendukung tumbuh kembang si kecil, lho.
Artikel lainnya: Hati Ayam untuk MPASI: Superfood Cegah Anemia & Stunting
Kandungan Gizi Otak Sapi
Otak sapi adalah sumber protein hewani berkualitas tinggi, sangat penting untuk pertumbuhan sel, jaringan, dan otot bayi. Dalam setiap 4 ons (±113 gram), otak sapi mengandung sekitar 12,3 gram protein dan sekitar 1 gram DHA yang sangat baik untuk mendukung perkembangan otak bayi.
Selain itu terdapat vitamin‑B kompleks seperti B5 dan B12 yang membantu produksi energi, pembentukan sel darah merah, dan kesehatan sistem saraf. Otak sapi juga kaya akan mineral seperti zat besi (~2,3 mg per 100 g), selenium, fosfor, tembaga, dan kolin yang penting untuk metabolisme lemak dan fungsi otak.
Akan tetapi, otak sapi termasuk makanan tinggi kolesterol untuk bayi, serta cukup tinggi lemak jenuh, sehingga Bunda tetap perlu berhati-hati.
Manfaat Utama Otak Sapi untuk Bayi
Sebelum masuk ke manfaat khusus, perlu KPeople ketahui bahwa bahan ini mengandung kombinasi nutrisi unik, yakn protein, DHA untuk otak bayi, kolin, zat besi, vitamin B, dan lemak sehat yang jika disajikan dengan benar dapat memperkaya pola makan si kecil secara hemat dan padat gizi.
Berikut manfaat yang bisa diperoleh saat si kecil mengonsumsi otak sapi:
1. Membantu perkembangan otak, saraf, dan mata
Asam lemak omega‑3 khususnya DHA dan kolin mendukung pembentukan neuron, koneksi sinaptik, serta kesehatan retina. Nutrisi ini sangat krusial selama masa perkembangan otak dan penglihatan bayi.
2. Membantu pembentukan sel dan hormon pada bayi
Kandungan vitamin B5 dalam otak sapi dapat membantu metabolisme nutrisi menjadi energi, vitamin B12 dan asam folat mendukung sintesis DNA dan perkembangan sistem saraf, sementara tembaga membantu produksi hormon serta pertumbuhan sel baru.
3. Menjaga daya tahan tubuh
Selenium dan vitamin E dalam otak sapi bekerja sebagai antioksidan untuk melindungi sel dari kerusakan radikal bebas dan meningkatkan sistem imun bayi yang masih rentan terhadap infeksi.
4. Mencegah anemia
Zat besi heme yang mudah diserap tubuh membantu pembentukan hemoglobin, meningkatkan kapasitas darah membawa oksigen, sehingga menghindarkan bayi dari anemia yang bisa menghambat tumbuh kembang motorik dan kognitif.
Kapan Bayi Boleh Mulai Makan Otak Sapi?
Secara umum, otak sapi bisa diperkenalkan saat bayi berusia sekitar 8 bulan ke atas, setelah ia terbiasa dengan protein lain seperti ayam, ikan, atau tahu. Pengenalan otak sapi sebaiknya dimulai dengan porsi sangat kecil, sekitar 20–30 gram dan dilakukan secara bertahap sambil mengamati reaksi tubuh, terutama jika bayi memiliki potensi alergi atau sensitivitas terhadap makanan baru. Pemberian otak sapi pertama kali sebaiknya dijeda tiga hari sebelum mencoba makanan baru lainnya.
Artikel Lainnya: Mengenal Resep MPASI ala Jepang yang Sehat & Lezat
Cara Mengolah Otak Sapi dengan Sangat Higienis
Pada dasarnya, perlu pendekatan sangat teliti agar otak sapi tetap higienis dan bebas kontaminan seperti bakteri atau prion. Untuk memastikan keamanan pangan, berikut cara mengolah yang sangat penting sebelum otak sapi dijadikan MPASI:
Pilih yang Sangat Segar
Pilih otak sapi dari dengan warna yang segar (merah muda), tanpa bau amis menyengat, atau tanda pembusukan.
Segera Olah di Hari yang Sama
Otak sapi mudah rusak. Oleh karena itu, idealnya diolah pada hari yang sama saat dibeli, tidak disimpan lama dalam suhu ruang atau lemari es.
Cuci dengan Bersih
Bersihkan membran tipis (selaput), lalu rendam dalam air es dengan cuka selama sekitar satu jam agar teksturnya lebih keras dan mudah dibersihkan. Bilas hingga airnya jernih.
Hilangkan Bau Amis
Coba rendam sebentar dengan jeruk nipis atau bawang putih geprek. Perendaman dengan air dingin yang cukup lama akan membantu mengurangi bau amis secara signifikan.
Masak Hingga Matang Sempurna
Rebus otak sapi dalam air mendidih minimal 70°C atau masak selama lebih dari 20–30 menit hingga teksturnya padat. Ini bertujuan membunuh patogen dan risiko prion seperti sapi gila.
Porsi dan Frekuensi Pemberian Otak Sapi untuk MPASI
Karena otak sapi termasuk makanan tinggi kolesterol untuk bayi, pemberiannya pun harus sangat terkontrol. Disarankan untuk memberikan 1–2 sendok makan per sajian (sekitar 20–30 gram).
Bunda bisa menyajikan olahan otak sapi maksimal 1–2 kali seminggu, bukan dijadikan sebagai menu harian. Pola ini membantu menambah variasi nutrisi tanpa membebani metabolisme bayi yang belum matang.
Artikel Lainnya: Resep Pisang Barongko untuk MPASI Bayi yang Lezat & Sehat
Ide Resep MPASI Menggunakan Otak Sapi
Berikut resep lengkap puree otak sapi dengan bahan dan langkah mudah yang bisa dipraktikkan di rumah:
Bahan:
- 20–30 g otak sapi matang yang dicincang halus
- ¼ cangkir sayuran kukus (wortel, bayam, brokoli)
- ¼ cangkir kentang atau labu kukus
- 1 sdt minyak kelapa atau minyak zaitun sebagai lemak tambahan MPASI
- ASI atau air matang secukupnya untuk melarut
Cara membuat:
- Rebus otak sapi bersama bawang putih geprek hingga teksturnya padat dan matang.
- Kukus atau rebus sayuran dan kentang atau labu hingga lembut.
- Blender semua bahan hingga halus. Jika terlalu kental, tambahkan ASI atau air.
- Tambahkan 1 sdt minyak sehat agar bayi mendapat lemak tambahan MPASI, penting untuk penyerapan vitamin larut lemak dan mempertahankan energi.
- Sajikan hangat; simpan sisa di freezer jika tidak langsung habis.
Resep ini merupakan resep MPASI otak sapi yang seimbang karena mengandung protein, DHA, zat besi, vitamin, mineral, serta lemak sehat dari minyak yang membantu penyerapan nutrisi.
Kesimpulan
Memberikan otak sapi untuk MPASI bisa menjadi pilihan nutrisi yang baik jika diolah dengan aman dan diberikan secara bijaksana. Kandungan seperti DHA untuk otak bayi, protein tinggi, zat besi, kolin, vitamin B kompleks, dan lemak sehat mendukung perkembangan otak, saraf, sel darah, serta menjaga daya tahan tubuh si kecil.
Dengan pendekatan yang tepat, otak sapi dapat menjadi “BB booster” yang membantu menambah variasi gizi dalam pola makan bayi.
Bunda juga dapat mencampurkan otak sapi dengan Milna Bubur Bayi Organik. Bubur ini telah difortifikasi dengan bahan-bahan alami dan berkualitas tinggi serta tersedia beragam varian rasa dan tekstur untuk dampingi setiap tahap pertumbuhan Si Kecil.
Setiap pembelian produk Milna juga memberikan bunda poin di KPoin, lho yang mana bisa ditukarkan dengan hadiah menarik seperti voucher belanja, saldo e-wallet hingga pulsa token listrik.
Pelajari lebih lanjut tentang Apa Itu Kpoin dan Keuntungannya Bergabung dan jangan lupa download aplikasi KPoin untuk mendapatkan info jumlah poin yang telah dikumpulkan.
Referensi:
- KlikDokter. Mana Lebih Buruk untuk Kesehatan, Jeroan Sapi atau Ayam?. Diakses dari https://www.klikdokter.com/gaya-hidup/diet-nutrisi/mana-lebih-buruk-untuk-kesehatan-jeroan-sapi-atau-ayam
- Cleveland clinic. The Pros and Cons of Eating Organ Meat. Diakses dari https://health.clevelandclinic.org/organ-meat-benefits
- IDN Times. Apakah Otak Sapi Bisa Dijadikan MPASI? Ini Jawabannya!. Diakses dari https://www.idntimes.com/food/diet/apakah-otak-sapi-bisa-dijadikan-mpasi-ini-jawabannya-01-mr4bd-djp1q2
- Cookpad. Resep Mpasi otak sapi. Diakses dari https://cookpad.com/id/cari/mpasi%20otak%20sapi
Komentar

Ayo, jadi orang pertama yang tulis komentar kamu di artikel ini!
Kamu akan diarahkan ke Aplikasi KPoin untuk berikan komen.



