HomeArtikelLifestyle

5 Manfaat Donor Darah: Kapan Terakhir Kamu Donor Darah?

5 Manfaat Donor Darah: Kapan Terakhir Kamu Donor Darah?

Lifestyle

5 Manfaat Donor Darah: Kapan Terakhir Kamu Donor Darah?

profile-Siti Nurmayani Putri

Penulis: Siti Nurmayani Putri

Sabtu, 13 Juni 2026

Rating Artikel 0/5

|

0

Bagikan

Manfaat donor darah telah lama dikenal sebagai salah satu bentuk kontribusi nyata yang dapat menyelamatkan nyawa. Setiap kantong darah yang didonorkan dapat membantu pasien yang mengalami kecelakaan, menjalani operasi, menderita anemia berat, hingga pengobatan penyakit tertentu.

Menariknya, manfaat donor darah tidak hanya dirasakan oleh KPeople sebagai penerima, tetapi juga oleh pendonor itu sendiri. Bahkan, manfaat donor darah rutin dikaitkan dengan pemantauan kesehatan yang lebih baik serta peningkatan rasa kepuasan emosional.


Tidak heran jika peringatan Hari Donor Darah Sedunia (World Blood Donor Day) setiap tanggal 14 Juni terus mengajak masyarakat untuk berpartisipasi menjadi pendonor aktif.


Artikel lainnya: Apa itu Hipertensi? Penyebab dan Dampak Bagi Kesehatan


Manfaat Donor Darah Bagi Pendonor & Orang Lain


Donor darah merupakan tindakan sukarela yang memberikan dampak besar bagi kesehatan masyarakat. Selain membantu memenuhi kebutuhan darah di rumah sakit, kegiatan ini juga memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan pendonor darah apabila dilakukan sesuai ketentuan medis dan syarat donor darah yang berlaku.


1. Sirkulasi Darah Lebih Lancar, Regenerasi Sel Darah Baru


Saat KPeople mendonorkan darah, tubuh akan bekerja untuk menggantikan sel-sel darah yang hilang melalui proses regenerasi alami. Produksi sel darah baru ini membantu menjaga keseimbangan sistem peredaran darah. Selain itu, donor darah juga mendorong tubuh untuk terus memperbarui komponen darah sehingga fungsi fisiologis tetap optimal.


Meski donor darah bukan terapi untuk memperbaiki sirkulasi darah, proses pembentukan sel darah baru setelah donor merupakan bagian dari mekanisme alami tubuh yang mendukung kesehatan sistem peredaran darah secara keseluruhan. Oleh karena itu, banyak orang menjadikan donor darah rutin sebagai bagian dari gaya hidup sehat.


2. Menurunkan Risiko Penyakit Kardiovaskular


Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam National Institute of Health, menjaga kadar zat besi tetap seimbang dapat membantu mengurangi stres oksidatif yang berkontribusi terhadap kerusakan pembuluh darah.


Mengingat donor darah dapat membantu mengurangi kelebihan zat besi pada sebagian orang, hal ini diduga bisa berkontribusi terhadap kesehatan jantung dan pembuluh darah.


Namun, penting dipahami bahwa donor darah bukanlah pengobatan untuk penyakit jantung. Manfaat ini hanya merupakan salah satu efek potensial yang masih terus diteliti.


Cara terbaik untuk menjaga kesehatan jantung tetap melalui pola makan sehat, olahraga teratur, tidur cukup, dan mengontrol faktor risiko seperti tekanan darah tinggi serta diabetes.


3. Membakar Kalori dan Membantu Kontrol Kadar Zat Besi


Dalam satu kali donor darah, tubuh menggunakan energi untuk memproduksi kembali komponen darah yang hilang. Oleh karena itu, donor darah sering dikaitkan dengan pembakaran kalori tambahan. Meski demikian, donor darah tidak dapat dijadikan metode utama untuk menurunkan berat badan.


Selain itu, donor darah dapat membantu menjaga kadar zat besi agar tidak berlebihan pada orang yang memenuhi syarat donor darah. Kadar zat besi yang terlalu tinggi dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan tertentu.


4. Meningkatkan Kepuasan Emosional dan Kesehatan Mental


Salah satu manfaat donor darah yang sering dirasakan pendonor adalah munculnya perasaan bahagia karena dapat membantu orang lain. Tindakan altruistik atau membantu sesama terbukti dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis dan rasa bermakna dalam kehidupan sehari-hari.


Banyak pendonor juga merasa lebih terhubung dengan komunitas karena berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang berdampak nyata. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa donor darah rutin sering dilakukan oleh relawan dari berbagai kalangan.


5. Manfaat Sosial yang Lebih Luas — Memperkuat Ketahanan Stok Darah Nasional


Setiap hari rumah sakit membutuhkan darah untuk berbagai keperluan medis. Ketersediaan stok darah yang cukup sangat penting terutama saat terjadi bencana, kecelakaan massal, atau kondisi darurat lainnya. Dengan semakin banyak masyarakat yang mendonorkan darah secara rutin, kebutuhan tersebut dapat terpenuhi dengan lebih baik.


Partisipasi masyarakat dalam donor darah juga membantu meningkatkan ketahanan sistem kesehatan nasional. Untuk itulah kampanye Hari Donor Darah Sedunia terus digalakkan di berbagai negara, termasuk Indonesia melalui PMI dan berbagai institusi kesehatan lainnya.


Artikel Lainnya: Cara Mencegah Penyakit Jantung untuk Millennial dan Gen Z


Mengenal Sejarah Hari Donor Darah Sedunia


Hari Donor Darah Sedunia atau World Blood Donor Day diperingati setiap tanggal 14 Juni. Peringatan ini ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya donor darah sukarela yang aman dan teratur.


Tanggal 14 Juni dipilih untuk menghormati kelahiran ilmuwan peraih Nobel, Karl Landsteiner, yang menemukan sistem golongan darah ABO dan menjadi fondasi penting dalam praktik transfusi darah modern.


Dalam pencarian mengenai sejarah hari donor dunia 14 juni, masyarakat sering menemukan informasi bahwa kampanye ini tidak hanya bertujuan mengajak orang mendonor darah, tetapi juga memberikan penghargaan kepada para pendonor sukarela yang telah membantu menyelamatkan jutaan nyawa di seluruh dunia.


Tema Tahunan dari WHO dan PMI


Setiap tahun WHO menetapkan tema hari donor darah yang berbeda sesuai tantangan dan kebutuhan global. Tema-tema tersebut biasanya menyoroti pentingnya donor darah sukarela, akses darah yang aman, hingga apresiasi terhadap para pendonor.


Untuk tahun ini, tema Hari Donor Darah Sedunia 2026 adalah "One Drop of Humanity. Give Blood. Save Lives" (Satu Tetes Kemanusiaan. Donasikan Darah. Selamatkan Nyawa). Tema ini menempatkan kemanusiaan dan kepedulian sebagai inti dari setiap tindakan donor darah.


Di Indonesia, PMI turut mengadaptasi pesan kampanye tersebut melalui berbagai kegiatan edukasi, donor darah massal, serta promosi kesehatan kepada masyarakat luas. Melalui kampanye ini, diharapkan semakin banyak orang memahami manfaat donor darah dan terdorong menjadi pendonor aktif.


Tidak Semua Orang Bisa Donor: Syarat Jadi Pendonor Darah


Meski donor darah sangat bermanfaat, sayangnya tidak semua orang dapat melakukannya. Ada beberapa syarat donor darah yang harus dipenuhi demi menjaga keamanan pendonor maupun penerima darah.


Secara umum, syarat donor darah meliputi:


  1. Usia sekitar 17–60 tahun (dapat berbeda sesuai kebijakan setempat).
  2. Berat badan minimal 45 kg.
  3. Tekanan darah dalam batas normal.
  4. Kadar hemoglobin memenuhi ketentuan.
  5. Dalam kondisi sehat saat donor.
  6. Tidak sedang mengalami infeksi atau penyakit tertentu.
  7. Tidak sedang hamil atau baru melahirkan dalam periode tertentu.
  8. Memenuhi jarak waktu donor yang telah ditentukan.


Selain pemeriksaan fisik, calon pendonor juga akan menjalani wawancara kesehatan singkat untuk memastikan proses donor berlangsung aman. Oleh karena itu, memahami cara siap menjadi pendonor sejak jauh hari sangat penting agar proses skrining berjalan lancar.


Penyakit yang Bisa Menggugurkan Kelayakan Donor


Pertanyaan siapa yang tidak boleh donor darah sering muncul di masyarakat. Pada umumnya, seseorang mungkin tidak memenuhi syarat donor darah apabila memiliki kondisi medis tertentu yang berpotensi membahayakan dirinya sendiri maupun penerima darah.


Beberapa kondisi yang dapat menggugurkan atau menunda kelayakan donor antara lain:


  1. HIV/AIDS.
  2. Hepatitis B atau Hepatitis C.
  3. Penyakit jantung tertentu.
  4. Kanker darah tertentu.
  5. Infeksi aktif.
  6. Riwayat penggunaan narkoba suntik.
  7. Kondisi medis lain sesuai hasil evaluasi dokter.


Lalu bagaimana dengan donor darah dan diabetes? Tidak semua penderita diabetes otomatis dilarang donor darah. Pada banyak kasus, penderita diabetes yang kondisinya terkontrol dengan baik dan memenuhi persyaratan medis masih dapat mendonorkan darah. Namun, keputusan akhir tetap bergantung pada hasil pemeriksaan kesehatan sebelum donor.


Tips Menjaga Kesehatan Agar Bisa Tetap Berbagi


Menjadi pendonor aktif memerlukan kondisi tubuh yang sehat. Oleh karena itu, menjaga kesehatan pendonor darah merupakan langkah penting agar dapat terus membantu sesama.


1. Jaga Pola Makan yang Mendukung Kesehatan Darah


Konsumsi makanan kaya zat besi seperti daging tanpa lemak, ikan, telur, kacang-kacangan, dan sayuran hijau. Pastikan juga kebutuhan vitamin C terpenuhi untuk membantu penyerapan zat besi secara optimal.


2. Lakukan Aktivitas Fisik dan Tidur yang Cukup


Olahraga teratur seperti jalan kaki atau latihan angkat beban membantu menjaga kebugaran tubuh, sedangkan tidur cukup mendukung proses pemulihan dan pembentukan sel darah. Kombinasi keduanya dapat membantu mempertahankan kondisi tubuh agar tetap layak donor.


3. Hindari Minuman Manis Berlebih dan Rokok


Konsumsi gula berlebihan serta kebiasaan merokok dapat berdampak negatif terhadap kesehatan jangka panjang. Mengurangi kedua kebiasaan tersebut dapat membantu menjaga kondisi tubuh tetap prima.


4. Cek Kesehatan Rutin Sebagai Langkah Preventif


Pemeriksaan kesehatan berkala dapat membantu mendeteksi gangguan kesehatan lebih awal. Dengan mengetahui kondisi tubuh sejak dini, seseorang dapat mengambil langkah yang tepat untuk menjaga kesehatannya dan tetap memenuhi syarat donor darah.


Artikel Lainnya: Apakah Gula Rendah Darah Ciri Diabetes? Ini Penjelasannya


Checklist Persiapan Diri Sebelum Donor


Persiapan yang baik akan membantu proses donor berjalan lancar dan nyaman. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan:


1–2 Minggu Sebelum Donor


  1. Perbanyak konsumsi makanan kaya zat besi.
  2. Jaga pola tidur.
  3. Tetap aktif bergerak.
  4. Kelola stres dengan baik.
  5. Pastikan tidak sedang mengalami penyakit atau infeksi.


Sehari Sebelum Donor


  1. Minum air putih lebih banyak dari biasanya.
  2. Hindari begadang.
  3. Konsumsi makanan bergizi seimbang.
  4. Batasi konsumsi makanan tinggi lemak sebelum donor.


Hari H Donor Darah


  1. Sarapan atau makan terlebih dahulu.
  2. Minum cukup air.
  3. Kenakan pakaian yang nyaman.
  4. Bawa identitas diri.
  5. Ikuti arahan petugas kesehatan selama proses donor.


Donor darah adalah salah satu tindakan paling sederhana yang manfaatnya berlapis, baik bagi pendonor maupun bagi orang lain yang menerima. Tapi ada satu syarat dasar yang sering terlupa: untuk bisa terus menikmati manfaat ini sebagai pendonor rutin, tubuh kita sendiri harus dalam kondisi sehat.


Banyak calon pendonor yang ditolak karena kondisi yang sebenarnya bisa dideteksi lebih awal, dan salah satu yang paling sering menjadi penyebab adalah diabetes. Yang menyedihkan, banyak orang baru tahu mereka berisiko diabetes saat datang untuk donor darah, sudah terlambat untuk berkontribusi di hari itu.


Health Tools di aplikasi KPoin menyediakan fitur Cek Risiko Diabetes yang bisa kamu lakukan dalam beberapa menit.


Yuk, download aplikasi KPoin sekarang dan coba Cek Risiko Diabetes via Health Tools. Karena untuk bisa menjadi penolong bagi orang lain dan menikmati manfaat donor darah secara berkelanjutan, langkah pertamanya adalah memastikan dirimu sendiri tetap sehat.


Referensi:

  1. National Institute of Health. The health impacts of blood donation: a systematic review of donor and non-donor perceptions. Diakses dari https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10812890/
  2. National Health Service. Why give blood. Diakses dari https://www.blood.co.uk/why-give-blood/
  3. Universitas Airlangga. Blood Donation with Great Benefits. Diakses dari https://unair.ac.id/blood-donation-great-benefits/
  4. Healthline. The Benefits of Donating Blood. Diakses dari https://www.healthline.com/health/benefits-of-donating-blood
  5. National Institute of Health. The impact of multiple blood donations on the risk of cardiovascular diseases: Insight of lipid profile. Diakses dari https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28797569/

Komentar

empty-state-comment

Ayo, jadi orang pertama yang tulis komentar kamu di artikel ini!

Kamu akan diarahkan ke Aplikasi KPoin untuk berikan komen.